Burung Murai Batu (flickr.com)

12 Daftar Panjang Bulu Ekor Murai Batu Berdasarkan Habitat Aslinya

Burungnya.com – Apa yang menarik dari burung Murai Batu? Burung Murai Batu memiliki suara yang indah dan bulu ekor yang sangat panjang. Seberapa panjang bulu ekor Murai Batu? Panjang bulu ekornya tidak sama satu sama lain. Setiap jenis ras atau habitat asli burung Murai Batu memiliki panjang bulu ekor yang berbeda-beda.

Menurut informasi yang kami dapat dari Omkicau, setidaknya terdapat 12 daftar jenis burung Murai Batu yang mempunyai bulu ekor tak sama. Daftar tersebut juga menunjukkan bahwa jenis Murai Batu yang memiliki bulu ekor terpanjang adalah burung Murai Batu Aceh. Burung tersebut terpantau memiliki bulu ekor sepanjang 19-27 cm.

Di urutan kedua, yang mempunyai bulu ekor terpanjang adalah burung Murai Batu Medan. Burung ini terlihat memiliki bulu ekor sepanjang 18-22 cm. Sementara, di urutan ketiga yang mempunyai bulu ekor terpanjang adalah burung Murai Batu Bukit Barisan dengan panjang ekor 17-20 cm.

Itu tadi tiga jenis burung Murai Batu yang memiliki bulu ekor paling panjang. Nah, kalau jenis burung Murai Batu yang mempunyai ekor terpendek, kira-kira siapa ya?

Burung Murai Batu dengan bulu ekor terpendek ada dua, yakni Murai Batu Kalimantan Selatan dan Murai Batu Kalimantan Timur. Dua jenis Murai Batu ini mempunyai panjang bulu ekor sekitar 10-14 cm.

Lebih lengkapnya, Anda bisa melihat daftar panjang bulu ekor Murai Batu berikut.

Daftar panjang bulu ekor Murai Batu (pinterest.com & omkicau.com)
Daftar panjang bulu ekor Murai Batu (pinterest.com & omkicau.com)

Sayangnya, saat ini banyak burung Murai Batu yang memiliki panjang ekor tidak sesuai dengan daftar tersebut. Sebut saja, burung Murai Batu Aceh. Dalam daftar tertera burung Murai Batu mempunyai panjang bulu ekor 19-27 cm. Namun, kenyataannya bulu ekornya hanya sepanjang 17 cm. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apakah daftar tersebut salah?

Ini bukan kesalahan daftar panjang bulu ekor Murai Batu, tetapi memang perkembangan ekor Murai Batu yang tidak maksimal. Perkembangan bulu ekor Murai Batu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Jika salah satu faktor tidak ada atau tidak sesuai, maka panjang bulu ekor Murai Batu tidak akan bisa menyesuaikan panjang ekor seperti habitat aslinya.

Untuk itu, kami ingin menunjukkan beberapa faktor atau penyebab mengapa panjang bulu ekor Murai Batu tidak sesuai dengan daftar panjang yang seharusnya.

Penyebab panjang ekor bulu Murai Batu tidak maksimal

  1. Burung Murai Batu mengalami stres saat masa mabung. Stres dipicu oleh asupan nutrisi makanan yang kurang. Kalau sedang mabung, makanan yang tepat untuk burung Murai Batu adalah makanan yang mengandung protein tinggi, seperti jangkrik, belalang, ulat Hong Kong, ulat bumbung, ulat kandang, kecebong, ikan kecil, cacing tanah, larva lebah, dan kroto.
  2. Suhu udara yang terlalu panas bisa membuat pertumbuhan bulu ekor Murai Batu tidak sempurna. Pasalnya, jika udara terlalu panas, maka zat lilin yang terdapat pada bulu ekor Murai Batu akan hilang dan menyebabkan bulu tidak tumbuh dengan sempurna.
  3. Pencabutan bulu ekor secara paksa dapat membuat pertumbuhan ekor yang tidak maksimal. Sebaiknya, biarkan bulu ekor yang patah sampai lepas sendiri, jangan dicabut secara paksa karena tindakan ini bisa memicu pertumbuhan yang lebih pendek dari seharusnya.
  4. Perkembangan bulu ekor Murai Batu akan terganggu ketika dia diadu sebelum selesai masa mabung. Jadi, jangan mengadu suara burung Murai Batu Anda dengan burung lainnya sebelum masa mabung benar-benar selesai.

Demikian penyebab panjang bulu ekor Murai Batu tidak maksimal. Namun, Anda tak perlu khawatir karena Anda masih dapat melakukan perawatan agar panjang bulu ekor burung Murai Batu bisa maksimal.

Perawatan bulu ekor Murai Batu agar panjang maksimal

  1. Porsi extra fooding ditambah. Berikan 6-9 ekor jangkrik setiap pagi dan sore. Siangnya diberi kroto segar 1 cepuk kecil (3 hari sekali).
  2. Burung selalu dikerodong dan dijauhkan dari burung Murai Batu lainnya. Ini dilakukan agar pertumbuhan bulu ekor Murai Batu tidak terganggu dan burung tidak stres.
  3. Pemasteran tetap dilakukan, bisa setiap hari atau dua hari sekali.
  4. Waktu pemandian dilakukan tiga hari sekali dikeramba.
  5. Waktu penjemuran dilakukan setiap pagi jam 7-8 selama 15 menit. Ini penting, saat menjemur Murai Batu tidak perlu terlalu lama karena bisa merusak bulu ekor yang sedang tumbuh.
  6. Pemberian olesan bawah putih sebagai perangsang tumbuhnya ekor bulu Murai Batu.
  7. Bersihkan sangkar burung dari segala kotoran untuk mencegah kuman, kutu, dan parasit lainnya yang bisa menghambat pertumbuhan bulu ekor Murai Batu.

Itu tadi, info seputar daftar panjang bulu ekor Murai Batu, penyebab pertumbuhan ekor Murai Batu yang tidak sempurna, dan perawatan pertumbuhan bulu ekor Murai Batu. Semoga bermanfaat.

Komentar