Press "Enter" to skip to content

4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Membeli Burung

0

Burungnya.com – Apa yang Anda lakukan setelah membeli burung? Apakah Anda akan langsung memberikan pakan voer atau memandikannya? Sebelum melakukan itu semua, sebaiknya Anda harus tahu apa saja yang tidak boleh dilakukan setelah membeli burung. Sebab, kalau Anda sembarangan memberikan perlakuan pada burung, burung tersebut bisa stres.

Tahukah Anda, burung yang baru dibeli butuh perlakuan khusus untuk beradaptasi. Burung harus menyesuaikan dari lingkungan yang lama ke lingkungan yang baru. Nah, proses penyesuaian tersebut membutuhkan waktu yang tidak sama antara burung satu dengan burung lainnya.

Oleh karena itu, Anda harus melakukan tahapan-tahapan dalam adaptasi burung. Apa saja tahapan adaptasi burung yang baru dibeli?

1. Pengeredongan sangkar

Setelah membeli burung, sebaiknya Anda langsung mengerodongnya, baik pada saat di perjalanan ataupun saat di rumah. Tindakan ini merupakan salah satu cara agar burung tidak stres. Manfaat kerodong sendiri adalah menekan perubahan lingkungan yang dirasakan atau dilihat oleh burung.

Jika burung tidak dikerodong maka burung tersebut pasti akan stres dan sering meloncat-loncat kelabakan ke sana ke mari menabrak dinding sangkar.

Namun, tidak selamanya burung harus dikerodong secara full. Bila perjalanan Anda saat membeli burung terlalu lama hingga belasan jam, maka setiap 2-3 jam sekali diharapkan Anda membuka bagian bawah kerondong. Tujuannya agar burung mendapatkan udara segar selama di perjalanan.

Baca juga:  8 Jenis Burung Paling Beracun di Dunia terdapat di Papua

Nantinya, setelah burung sampai di rumah, Anda tidak disarankan membuka kerodong secara langsung. Setidaknya, biarkan selama 1-2 jam dulu, agar burung dapat beristirahat sejenak sambil burung mengenali suara-suara di sekitarnya.

2. Pemberian obat anti stres

Sebagai jaga-jaga agar burung tidak stres, Anda bisa memberikan obat anti stres selama di perjalanan. Ini boleh dilakukan jika perjalanan yang Anda tempuh sangat jauh. Menurut laporan dari Omkicau, obat anti stres yang biasa diberikan pada burung adalah Bird First Aid (BFA).

Tata cara pemberian obat anti stres BFA adalah dengan menaruhnya di wadah minum, dicampur dengan kroto, atau ditaburkan ke permukaan buah. Takaran BFA yang boleh diberikan yakni sekitar sepertiga dari sachet.

Setelah sampai di rumah, pemberian obat anti stres bisa dilanjutkan hingga 4-7 hari, tergantung tingkat stres yang dialami oleh burung Anda.

Demikian tahapan dalam adaptasi burung, sekarang lanjut ke hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah membeli burung.

Banyak orang tidak mengetahui bahwa burung membutuhkan adaptasi ketika berpindah dari lingkungan lama ke lingkungan yang baru. Maka dari itu, Anda sebagai pemilik burung yang baru juga harus menyesuaikan lingkungan burung yang lama agar tidak stres.

Kami menyarankan agar Anda membeli burung dari penangkar yang sudah terpercaya. Pasalnya, burung-burung dari penangkaran biasanya terawat dengan baik, sehat, dan tidak mudah stres. Berbeda dengan burung yang dibeli dari penjual burung di pinggir jalan atau pasar burung, biasanya burung-burung tersebut merupakan burung tangkapan liar sehingga mudah stres dan sangat rentan terhadap penyakit.

Baca juga:  Cara Mengetahui 20 Karakter Lovebird saat di Lapangan atau Lomba

Setelah Anda membeli burung, maka Anda tidak boleh melakukan hal-hal berikut:

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah membeli burung

1. Mengganti voer

Kebanyakan burung sudah terbiasa dengan pakan voer yang lama. Jadi, jika Anda ingin menggantinya dengan voer pilihan Anda, maka sebaiknya dilakukan setelah seminggu dari jeda waktu pembelian. Di samping itu, Anda juga tidak boleh langsung mengganti voer secara total.

Dalam hal ini, Anda harus melakukan pergantian voer secara bertahap (mencampur voer lama 75 persen dengan voer baru 25 persen) hingga seminggu lamanya. Bila dalam waktu seminggu, burung sudah terbiasa dengan voer pilihan Anda, maka Anda boleh meningkatkan takarannya menjadi 50 persen banding 50 persen. Kemudian minggu berikutnya ditingkatkan lagi menjadi 75 persen voer baru dan 25 persen voer lama sampai burung menikmati voer yang baru hingga 100 persen.

2. Memandikan burung

Pada hari pertama setelah membeli burung, Anda tidak disarankan memandikan burung tersebut. Sebab, memandikan burung yang baru dibeli dapat membuat burung menjadi stres. Kalau burung sudah stres, maka Anda yang rugi karena biasanya burung tidak mau bunyi.

Apalagi bila yang dibeli adalah bakalan burung Murai Batu. Burung Murai Batu yang baru dibeli biasanya sering mogok makan, bahkan jatuh sakit, usai dimandikan pada hari pertama pembelian.

3. Mendekatkan burung dengan burung yang lebih gacor

Baca juga:  10.000 Bulu Burung Ditempel di Bodi Mobil Sport Selama 300 Jam Pakai Tangan, Begini Jadinya

Burung yang baru dibeli ada baiknya ditempatkan di lokasi atau ruangan yang tenang dan sepi. Apabila Anda tidak memiliki ruangan yang tenang, maka Anda bisa mengerodongnya.

Kalau Anda langsung menempatkannya di dekat burung yang sudah gacor atau bersuara kencang maka burung Anda yang baru dibeli bisa-bisa minder duluan dan justru tidak mau berkicau lagi. Kondisi ini sama seperti burung Anda masuk dalam wilayah teritorial burung lain yang sudah lama menguasai wilayah tersebut.

4. Mengadu dengan suara burung lain

Terkadang sebagian pembeli burung tergoda ingin langsung mendengarkan kicauan suara burung yang baru mereka beli dengan cara mendekatkan pada burung-burung peliharaan yang lain. Tindakan ini sangat tidak dianjurkan karena burung bisa menjadi stres dan macet bunyi. Selain itu, Anda juga tidak dianjurkan memberikan cermin dan suara-suara burung masteran pada burung yang baru dibeli.

Nah, itulah beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan setelah membeli burung. Jika Anda melanggarnya, maka kemungkinan besar burung yang baru Anda beli bisa stres dan tidak mau berkicau.

Comment here