Burung Murai Batu (majalahkicau.com)

5 Cara Mengetahui Ekor Murai Batu Palsu, Jangan Sampai Tertipu

Burungnya.com – Penipuan burung marak terjadi di berbagai kawasan. Modusnya beragam, ada yang menipu dengan cara mengubah warna bulu burung. Ada pula yang menipu dengan cara memanjangkan dan menyambung bulu ekor burung.

Nah, dalam kasus penipuan ekor burung, yang paling sering menjadi korban adalah burung Murai Batu Medan. Pasalnya, burung tersebut dikenal memiliki ekor paling panjang dari beberapa jenis Murai Batu lainnya. Sampai saat ini ekor Murai Batu terpanjang sekitar 33 cm. Untuk normalnya, ekor Murai Batu paling panjang sekitar 27 cm.

Burung Murai Batu dengan ekor terpanjang 33 cm (omkicau.com)
Burung Murai Batu dengan ekor terpanjang 33 cm (omkicau.com)

Semakin panjang ekor burung Murai Batu, maka semakin mahal pula harganya. Sebab, kebanyakan kicau mania beranggapan bahwa ekor Murai Batu termasuk identitas seberapa mahal harga burung tersebut. Oleh karena itu, banyak penjual yang melakukan penipuan dengan memanjangkan ekor Murai Batu.

Penipuan semacam ini tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang. Kalau asal memanjangkan ekor saja, maka antara ekor yang asli dan palsu akan sangat kelihatan perbedaannya. Sementara, penipu profesional melakukan aksinya dengan sangat rapi sehingga pembeli tidak akan mengetahui apakah ekor Murai Batu tersebut asli atau palsu.

Maka dari itu, kami akan berbagi sedikit info tentang cara mengetahui ekor Murai Batu Palsu dari para ahli di bidangnya, forum kicaumania.

Cara mengetahui ekor Murai Batu palsu

  1. Usahakan Anda harus meraba bagian batang pangkal ekor Murai Batu sampai ke ujung bulu ekor sebelum membelinya. Kalau terasa ada sambungan, berarti itu ekor Murai Batu palsu. Sambungan ekor palsu akan terasa kasar karena ekor disambung menggunakan lem. Sayangnya, tidak semua penjual memperbolehkan pembeli meraba bagian tersebut. Jadi, Anda harus terus bersikeras agar Anda diperbolehkan merabanya.
  2. Mengamati suara ketrekan Murai Batu. Biasanya saat Murai Batu mengeluarkan suara ketrekan, dia akan mengangkat ekornya. Nah, pada saat itulah, Anda bisa tahu mana ekor Murai Batu asli dan palsu. Sebab, Murai Batu yang awalnya berekor pendek, dia tidak akan kuat mengangkat ekor panjang hasil sambungan.
  3. Burung Murai Batu tidak selalu berkicau kalau sedang dipantau oleh calon pembeli. Lantas, bagaimana cara memancing Murai Batu menggerakkan ekor? Jika kasusnya seperti ini, Anda harus mengagetkan burung tersebut sampai dia nyeretek sambil memainkan ekornya. Kalau ekor panjangnya ada yang lepas, berarti itu ekor palsu.
  4. Pemasangan ekor Murai Batu palsu memang sangat rapi. Penipu merekatkan ekor asli (sepanjang 1 cm) dengan ekor palsu menggunakan lem Alteco. Setelah itu, ekor dirapikan pakai minyak sayur. Nah, kalau kasusnya seperti ini, Anda bisa mengetahui mana ekor Murai Batu asli atau palsu dengan cara menyemprotkan air ke batang ekornya.
  5. Mengamati ukuran panjang ekor Murai Batu. Burung Murai Batu memiliki 8 helai ekor berwarna putih berukuran pendek dan 4 helai ekor berwarna hitam (2 helai panjang di tengah, 2 helai agak pendek di samping). Ekor Murai Batu yang berwarna putih tadi berada di samping mengapit ekor berwarna hitam. Setiap helai ekornya mempunyai panjang yang berbeda karena desain ekor Murai Batu mengerucut dari pendek ke panjang (seperti segitiga). Jadi, perhatikan tata letak ekor dan ukuran panjangnya. Jika ada yang tidak sama, kemungkinan besar itu adalah ekor sambungan atau ekor palsu.

Nah, demikian beberapa cara mengetahui ekor Murai Batu asli atau palsu. Kalau ingin cari aman, sebaiknya belilah burung Murai Batu di penangkaran yang sudah terpercaya. Walau harganya lebih mahal, yang penting Anda tidak merasa tertipu.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat video bagaimana proses penyambungan ekor Murai Batu palsu berikut.

Komentar