Pencuri burung (cheapburglaralarms.com)
Burung Mania

5 Kategori Pencuri Burung dan Modus Pencurian Burung yang Harus Diwaspadai

Burungnya.com – Kasus pencurian burung semakin marak terjadi di berbagai kawasan, terutama kota-kota besar di Indonesia. Korbannya bisa siapa saja, tapi biasanya yang menjadi incaran maling adalah burung juara yang harganya mahal, burung lomba yang sudah ditawar tinggi, burung langka, dan jenis burung apa saja asal bisa menghasilkan uang.

Pencurian burung sering terjadi karena beberapa alasan, seperti terjerat masalah ekonomi, harga burung yang melambung tinggi, dan pemilik burung yang lengah dalam pengawasan.

Pencuri burung sendiri terbagi menjadi beberapa kategori.

  1. Pencuri burung profesional yang jeli memilih burung-burung mahal.
  2. Pencuri burung amatiran atau pencuri biasa yang mencuri semua jenis burung asal dapat menghasilkan uang dengan cepat.
  3. Pencuri burung yang mencuri kalau ada pesanan saja.
  4. Pencuri burung yang spesialis mencuri burung-burung langka
  5. Pencuri burung yang balas dendam karena burungnya dikalahkan oleh pesaingnya.

Nah, sekarang kita bahas satu persatu modus pencurian yang biasa dilakukan para pencuri burung di Indonesia.

1. Modus pencurian yang dilakukan pencuri burung profesional

Pencuri burung profesional tidak pernah asal mengambil burung. Mereka akan mengamati, memilih, dan mencari burung yang harga jualnya mahal. Pencuri seperti ini sudah tahu betul seluk beluk tentang dunia burung, termasuk daftar pemilik burung yang mempunyai burung-burung juara.

Dalam melakukan aksinya, pencuri burung profesional selalu dilakukan secara berkelompok dan sangat cepat. Bahkan, dalam hitungan menit, burung peliharaan Anda bisa dibawa kabur tanpa meninggalkan jejak. Bagaimana bisa? Ya, pencuri yang profesional terkadang juga menggunakan ilmu hitam agar tidak diketahui korbannya.

Selain itu, pencuri burung profesional tidak hanya melakukan pencurian dalam keadaan rumah sepi atau kosong. Mereka bisa mencuri burung kapan saja dengan cara mengelabuhi istri, anggota keluarga, serta pembantu yang tidak mengerti tentang burung peliharaan.

Biasanya yang paling sering, pencuri mengaku disuruh mengambil burung oleh majikannya. Nah, karena pembantu atau orang rumah tidak tahu, maka mereka langsung menyerahkan burung kepada pencuri. Pencuri seperti ini pastinya sudah berpengalaman dan mempunyai keberanian yang tinggi. Kalau tidak berani dan percaya diri, mana mungkin mereka bisa mencuri secara terang-terangan.

2. Modus pencurian yang dilakukan pencuri amatiran atau pencuri biasa

Pencuri burung amatiran tidak terlalu mengerti soal burung. Mereka hanya berkeliling ke kampung-kampung atau perumahan yang dirasa sepi. Begitu ada kesempatan, mereka langsung mencuri burung tersebut walau risikonya tinggi.

Pencuri semacam ini biasanya mempunyai masalah kesenjangan ekonomi dan membutuhkan uang dengan segera. Oleh karena itu, mereka mengambil jenis burung apa saja asal bisa segera dijual dan menghasilkan uang.

Pencuri amatiran sering dilakukan secara individu, tapi terkadang juga berkelompok satu hingga dua orang. Biasanya, burung yang mereka curi adalah Lovebird, Murai Batu, Jalak, Cucak Rowo, Kakatua, Nuri, dan jenis burung-burung yang populer di Indonesia.

Baca juga: 8 Jenis Burung Kicau Paling Populer di Pulau Jawa Indonesia

3. Modus pencurian burung yang dilakukan pencuri jika ada pesanan

Pencurian burung seperti ini dilakukan musiman jika ada pesanan saja. Para penadah burung curian akan meminta jenis burung tertentu dengan kriteria dan jumlah tertentu. Setelah itu, pencuri baru keluar mencari mangsa.

Korban yang dipilih bisa siapa saja, asal mereka memiliki jenis burung yang akan dicuri. Pencuri seperti ini bisa dibilang profesional karena mereka tahu calon sasaran dan lokasi pencurian.

Setelah mendapatkan burung curian, pencuri langsung memberikan burung tersebut ke penadah. Nah, sang penadah ini tidak akan memelihara burung curian tersebut, melainkan dijual kembali ke pasar burung atau para pecinta burung dengan harga yang sedikit lebih murah dari harga pasaran.

Baca juga: Daftar Harga Burung Kicau Terbaru di Indonesia Update Setiap Bulan

4. Modus pencurian burung langka

Pencurian burung langka jarang terjadi karena mencari burung langka juga lumayan susah. Kalau berburu burung langka di hutan untuk dikirim ke luar negeri mungkin lebih mudah.

Baca juga: 4 Burung Murai Hijau Jawa Terlangka di Dunia Lahir di Inggris

Namun, para penangkar burung langka seperti Jalak Bali harus berhati-hati. Sebab, burung Jalak Bali mempunyai harga jual yang lumayan tinggi. Sepasang anakan burung Jalak Bali usia 3 bulan dibanderol dengan harga sekitar Rp 6 jutaan. Sementara, harga burung Jalak Bali yang siap produksi lebih mahal lagi, yakni sekitar Rp 12 jutaan per pasang.

Baca juga: Lovebird Langka Bertanduk dari Indonesia, Berapa Harganya?

Melihat harganya yang lumayan mahal, para pencuri burung langka pasti tak akan tinggal diam. Jadi, bagi pemilik penangkaran burung Jalak Bali dan burung langka lainnya harap berhati-hati. Terlebih, saat malam hari menjelang Subuh karena para pencuri burung langka biasa melakukan aksinya di malam hari yang sepi.

Baca juga: Lovebird Bertanduk Muncul Lagi di Solo, Harganya Rp 15 Juta

5. Modus pencurian burung karena ingin balas dendam

Kasus pencurian burung yang cukup unik sempat diberitakan oleh Omkicau. Pencuri ini melakukan pencurian karena ingin balas dendam. Hal ini biasanya terjadi jika ada hubungan yang tidak harmonis antara pemilik burung dengan orang-orang sekitar.

Terkadang, ada orang yang tidak suka karena ada kicau mania yang selalu menang lomba. Nah, orang-orang yang tidak suka dengan kemenangan orang lain ini kemungkinan merasa cemburu dan akhirnya berusaha mendapatkan burung yang sering menjuarai lomba. Mereka akan mencuri burung di area lomba, di dalam mobil, dan di rumah korban.

Kalau tak bisa mencuri burung, biasanya mereka akan berusaha merusak atau menyakiti burung tersebut. Hal seperti ini yang harus diwaspadai para kicau mania. Setidaknya, para kicau mania bisa lebih berhati-hati dan bersikap rendah hati kepada siapa saja agar orang lain tidak berniat buruk kepada Anda ataupun burung kesayangan Anda.

Baca juga: 3 Juri Cantik Lomba Burung yang Bikin Mata Kicau Mania Tak Berkedip

Tips menjaga burung agar tidak dicuri maling

  1. Anda harus mengunci rapat pintu, jendela, serta pagar.
  2. Sebaiknya memasang kamera CCTV di lokasi-lokasi strategis.
  3. Kalau bisa menambahkan alarm tempel di pintu dan jendela.
  4. Ketika rumah ditinggal pergi, Anda harus menyalakan lampu, televisi, tape, atau radio agar suasana rumah terlihat berpenghuni.
  5. Sediakan ruang khusus untuk menyimpan burung yang bisa dipantau kapan saja.
  6. Jika Anda pergi keluar kota, titipkan burung pada tetangga atau satpam.
  7. Waspada di waktu-waktu tertentu, seperti waktu Subuh hingga terbit matahari, siang hari saat semua orang istirahat atau kerja, dan malam hari ketika lingkungan sepi saat ditinggal keluar atau solat Tarawih.

Demikian beberapa kategori pencuri burung dan modus pencurian burung yang harus diwaspadai kicau mania. Semoga informasi serta tips tadi dapat menambah wawasan dan menjadikan Anda lebih berhati-hati terhadap aksi pencurian burung.

Komentar

Loading Facebook Comments ...

Komentar