Press "Enter" to skip to content

Bea Cukai Tangkap Burung Merpati dengan Tas Kecil Berisi 178 Obat Terlarang

Burungnya.com – Burung Merpati sudah lama dimanfaatkan untuk mengirim pesan, bahkan sejak zaman Romawi. Tak hanya itu, burung Merpati diketahui dapat menyampaikan pesan hingga ratusan kilometer. Burung dengan nama ilmiah Columbidae ini mempunyai daya ingat yang bagus, terutama mengingat lokasi dan tempat-tempat tertentu tanpa tersesat.

Sayangnya, keahlian yang dimiliki burung Merpati telah tergantikan dengan berbagai jasa kurir di Indonesia. Ya, sekarang semua serba digital. Pengiriman barang apapun bisa dikirim melalui perangkat mobile seperti smartphone dan telepon. Namun, baru-baru ini muncul oknum yang memanfaatkan jasa pengiriman burung Merpati untuk tindakan kejahatan.

Dikatakan sebagai tindakan kejahatan karena burung-burung Merpati ini disuruh membawa ratusan obat terlarang, lalu mengirimkannya ke tempat tertentu. Nah, kebetulan salah satu dari burung-burung tersebut ditangkap oleh pihak Departemen Bea dan Cukai Kuwait. Dari seekor burung Merpati yang tertangkap tadi ditemukan tas kecil di bagian punggungnya.

Burung Merpati membawa 178 pil di bagian punggungnya

Burung Merpati mengirim nark0ba (Twitter.com-CassLowe)
Burung Merpati mengirim nark0ba (Twitter.com-CassLowe)

Setelah dibuka, ternyata terdapat 178 pil ekstas1. Ratusan pil obat terlarang ini diduga berjenis ketamin yang berfungsi sebagai obat penghilang rasa sakit.

Seperti yang dikutip dari BBC.com (25/5/2017), total sebanyak 178 pil ditemukan di saku kain yang menempel di punggung burung Merpati. Burung tersebut tertangkap di dekat gedung Pabean di Kota Abdali yang berbatasan dengan Irak.

Burung Merpati dengan tas kecil berisi nark0ba (Alrai.com)
Burung Merpati dengan tas kecil berisi nark0ba (Alrai.com)

Coba bayangkan, ini masih seekor burung Merpati yang tertangkap. Bagaimana jika pelaku kejahatan mengirim obat-obat terlarang menggunakan ribuan burung Merpati? Pastinya, jejaknya sulit sekali diendus pihak kepolisian.

Hal seperti ini harus diwaspadai oleh pihak kepolisian di Indonesia. Para pelaku pengedar obat terlarang sudah tidak menggunakan jasa kurir manusia lagi, melainkan hewan-hewan yang sulit dideteksi seperti burung Merpati. Burung-burung ini sulit terdeteksi karena saat terbang, mereka tidak akan terlihat membawa tas berisi obat terlarang. Jadi, orang-orang awam tidak akan menyadari bahwa burung-burung tersebut merupakan kurir yang mengirim obat terlarang.

Terlebih lagi, jika burung Merpati sudah tertangkap dan kedapatan membawa nark0ba, pihak kepolisian akan kesulitan melacak pengirimnya. Ini artinya pengiriman obat terlarang menggunakan burung Merpati sangat aman dan tanpa risiko sama sekali.

Burung Merpati sering dipakai untuk mengirim obat terlarang

Kasus pengiriman obat terlarang menggunakan burung Merpati di Kuwait, bukanlah yang pertama. Sebab, beberapa tahun lalu sudah ada gembong nark0ba yang menggunakan metode serupa.

Pada tahun 2015 lalu, penjaga penjara di Kosta Rika dikabarkan menangkap seekor burung Merpati yang kedapatan membawa koka1n dan g4nja di kantong plastik.

Tak hanya di Kosta Rika, pada tahun 2011 polisi di Kolombia juga menangkap seekor burung Merpati yang diketahui sebagai kurir obat terlarang. Burung Merpati ini tertangkap dikarenakan tidak kuat terbang melewati dinding penjara. Menurut penuturan polisi, burung Merpati tersebut ditangkap dengan mudah karena dia tidak sanggup membawa paket koka1n dan g4nja yang diikat pada tubuhnya.

Cara burung Merpati mengantarkan surat tanpa tersesat

Buat kicau mania yang penasaran dengan kemampuan burung Merpati (Merpati Pos) dalam mengirim surat, kami akan jelaskan sedikit bagaimana burung Merpati bisa mengantarkan surat tanpa tersesat.

Berdasarkan sebuah penelitian yang disadur dari Soktau.com, burung Merpati diketahui memiliki indera penciuman yang sangat tajam dan mampu merasakan medan magnet. Nah, burung Merpati memanfaatkan medan magnet bumi untuk memandu arah terbang mereka sehingga tidak tersesat.

Hal ini telah dibuktikan oleh seorang pakar biologi di Universitas North Carolina di Chapel Hill yang bernama Cordula Mora. Dia melakukan serangkaian penelitian untuk membuktikan bahwa burung Merpati mempunyai kemampuan dalam merasakan medan magnet bumi.

Hasilnya, ternyata burung Merpati memang bisa merasakan medan magnet bumi. Cordula Mora mengatakan bahwa pada paruh burung Merpati terdapat butiran magnet yang berfungsi sebagai pusat indera magnetik. Bahkan, konon katanya walau burung Merpati sudah dioperasi untuk menghilangkan indera penciumannya, burung tersebut tetap mampu merasakan medan magnet bumi sebagai pemandu arah terbangnya.

Oleh karena itu, burung Merpati tidak pernah tersesat dalam mengirim surat dan selalu pulang dengan selamat.

Baca juga: 10 Jenis Burung Unik dengan Sistem Pertahanan Terbaik

Asal Anda tahu, burung-burung yang melakukan migrasi, termasuk burung Merpati bisa memanfaatkan benda-benda yang mereka lihat untuk memandunya. Burung-burung tersebut bisa merekam bagian-bagian permukaan bumi yang memiliki ciri khusus di dalam otaknya, dan juga bisa memanfaatkan matahari, bulan, serta bintang sebagai penunjuk arah.

Berikut video burung Merpati mengirim surat pada tahun 1952:

Semoga info ini berguna untuk kicau mania. Share jika dirasa informasi yang kami berikan bermanfaat untuk orang lain. Terima kasih.

One Comment

  1. superboy2017 20 September 2017

    kalo burungnya ketangkap mudah deteksinya burungnya dikasih alt tuk kirm sinyal tinggal ikutin kemana

Comment here