Burung Murai Batu (flickr.com)

Berkat Sang Istri, Suami Gajian Rp 70 Juta Per Bulan dari Burung Murai Batu, Begini Kisahnya

Burungnya.com – Kesuksesan bisa didapat dari mana saja, termasuk memelihara burung Murai Batu. Siapa sangka, dari hobi memelihara burung Murai Batu bisa mendapat untung hingga Rp 70 juta per bulan. Burung Murai Batu sendiri mempunyai dua kelebihan yang paling digemari kicau mania, yakni suara kicauannya yang merdu dan ekornya yang panjang.

Asal Anda tahu saja, ekor Murai Batu dapat memanjang hingga 30 cm. Bahkan, saat ini tercatat ekor Murai Batu terpanjang bisa mencapai 33 cm. Katanya, semakin panjang ekor Murai Batu maka harga Murai Batu semakin mahal.

Burung dengan nama ilmiah copsychus malabaricus ini dapat meniru suara kicau burung lain dan suara hewan dari sekitar. Sebagai contoh, burung Murai Batu bisa meniru suara burung masteran di dekatnya dan beberapa jenis hewan, seperti ayam, kucing, hingga kera. Nah, kemampuan menirukan suara inilah yang menjadikan kicau mania membudidayakan burung Murai Batu.

Kesuksesan ternak Murai Batu berkat sang istri

Salah satu pembudidaya atau penangkar burung Murai Batu yang menjadi inspirasi kicau mania adalah Agus Setiawan asal Medan Deli, Sumatra Utara. Agus mengawali kisah sukses beternak Murai Batu sejak tahun 2010. Sebenarnya, dia tidak ada niat untuk membudidayakan burung Murai Batu dan tak menyangka akan kaya raya seperti sekarang.

Agus awalnya hanya hobi memelihara burung Murai Batu di depan rumahnya. Seiring berjalannya waktu, sang istri menyarankan untuk membudidayakan burung Murai Batu agar mendapatkan untung yang besar. Pasalnya, harga burung Murai Batu sendiri juga terbilang mahal. Untuk melihat harga Murai Batu terbaru, Anda bisa klik tautan Daftar Harga Burung Kicau Terbaru di Indonesia Update Setiap Bulan.

Saat itu, untuk yang masih anakan saja, Agus menjual burung Murai Batu seharga Rp 1,2 juta per ekor. Sedangkan untuk indukan burung Murai Batu, ia membanderol Rp 3,7 juta per ekor. Jika burung Murai Batu miliknya sering menang lomba, Agus menjual seharga lebih dari Rp 5 juta (harga lama, sekarang bisa lebih mahal).

Kisah sukses beternak Murai Batu

Sedikit cerita tentang kesuksesan Agus Setiawan dalam beternak Murai Batu. Pada tahap awal, Agus membeli tiga pasang burung Murai Batu langsung ke penangkaran unggulan burung Murai Batu di Medan. Sejak saat itu, jumlah burung Murai Batu di penangkarannya terus bertambah hingga ratusan ekor.

Agus membudidayakan Murai Batu di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi. Agus juga mengklaim, dari hasil penangkarannya, ia bisa menjual sekitar 20 ekor-30 ekor Murai Batu per bulan. Pembeli burung Murai Batu dari luar pulau dan dari negeri tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Maka tak heran, omzet usaha penangkaran Murai Batu miliknya ini bisa mencapai Rp 70 juta per bulan.

Baca juga: 5 Cara Mengetahui Ekor Murai Batu Palsu, Jangan Sampai Tertipu

Pemenang kontes Murai Batu bisa jadi indukan 

Agar tingkat keberhasilan budidaya burung Murai Batu sangat besar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan para peternak. Selain pemilihan kandang, peternak juga harus memilih indukan Murai Batu yang unggul. Indukan bisa diambil dari pemenang kontes burung berkicau atau habitat aslinya.

Selain itu, pemilihan tempat budidaya burung Murai Batu juga penting. Idealnya, penangkaran burung Murai Batu membutuhkan tempat penangkaran berupa kandang yang luas. Hal ini agar sirkulasi udara lebih bagus dan burung bisa leluasa bergerak.

Namun, jika Anda tak memiliki lahan yang luas, maka Anda bisa melakukan penangkaran di dalam kandang minimalis dengan panjang 150 cm, lebar 70 cm, dan tinggi 70 cm. Dikatakan kandang minimalis karena umumnya kandang ternak Murai Batu berukuran panjang 150 cm, lebar 90 cm, dan tinggi 250 cm, seperti yang disadur dari Wartaargo.

Baca juga: 12 Daftar Panjang Bulu Ekor Murai Batu Berdasarkan Habitat Aslinya

Tak hanya kandang, pemberian pakan juga harus diperhatikan. Pakan diberikan dua kali sehari pada pagi dan sore. Pakan untuk ternak Murai Batu, antara lain, jangkrik, ulat bambu, dan voer. Pengeluaran untuk biaya pakan cukup besar. Setidaknya, para peternak bisa mengeluarkan biaya Rp 10 juta per bulan untuk pakan saja. Ini belum termasuk vitamin yang harus diberikan setiap hari dan menelan biaya sekitar Rp 2 juta per bulan.

Seperti menghidupi keluarga bukan? Ya, bisnis ternak Murai Batu memang sangat menjanjikan. Pengeluaran untuk biaya perawatan harian seperti itu tak sebanding dengan keuntungan yang akan didapat. Bayangkan saja, sebulan bisa dapat Rp 70 juta per bulan. Kalau cuma dikeluarkan Rp 10 juta per bulan untuk pakan, maka peternak masih untung Rp 60 juta.

Jadi, bagaimana, tertarikkah Anda beternak burung Murai Batu?

One thought on “Berkat Sang Istri, Suami Gajian Rp 70 Juta Per Bulan dari Burung Murai Batu, Begini Kisahnya

Komentar