Mutasi Lovebird (Pinterest)

Cara Mengetahui Hasil Mutasi Lovebird Menggunakan Software Genetic Calculator

Burungnya.com – Biasanya, burung kicau dipelihara untuk dinikmati suaranya. Namun, berbeda dengan Lovebird, burung yang indah ini selain dinikmati suara ngekeknya, dia juga sering dipelihara untuk menciptakan warna-warna baru. Itulah mengapa, kini Lovebird memiliki berbagai jenis warna yang bervariasi.

Saat ini, sedikitnya terdapat 43 spesies hasil mutasi Lovebird yang pernah disilangkan oleh pecinta Lovebird. Padahal, dahulu kala hanya terdapat 9 spesies murni Lovebird. Peningkatan spesies hasil mutasi yang berkali-kali lipat ini tak terlepas dari kerja keras penangkaran Lovebird di Becky Anderson Bird Farm, Michigan, Amerika Serikat pada tanggal 18 Januari 1997 silam.

Ya, untuk pertama kalinya Becky Anderson Bird Farm berhasil menetaskan mutasi warna Lovebird yang berbeda dari kedua indukan sejenis, yakni Lovebird Muka Salem atau Peach-faced Lovebird (Agapornis Roceicollis).

Saat itu, dua ekor Lovebird Muka Salem yang disilangkan melahirkan Lovebird berwarna hijau dengan muka warna orange. Namun, warna hijau di tubuh Lovebird tersebut lebih terang dan warna orange di mukanya menjalar hingga ke seluruh bagian kepala. Hasil mutasi Lovebird warna baru inilah yang sekarang sering disebut Lovebird Green Opaline.

Lovebird hasil mutasi (Omkicau.com)
Lovebird hasil mutasi (Omkicau.com)

Baca juga: 12 Fakta Menarik Tentang Lovebird yang Mungkin Belum Diketahui Banyak Orang

Sejak saat itu, para penangkar Lovebird mencoba menyilangkan berbagai jenis Lovebird untuk menghasilkan mutasi warna baru. Sayangnya, hasil mutasi warna Lovebird masih menjadi misteri hingga sekarang. Warna mutasi bulu Lovebird tidak bisa diprediksi karena faktor genetik yang tak sama antara Lovebird satu dengan yang lain.

Meski begitu, Anda jangan putus asa dulu. Sebab, sekarang terdapat software Genetic Calculator yang mampu memprediksi warna anakan Lovebird hasil persilangan dua indukan Lovebird. Software ini bisa diakses secara online melalui situs www.gencalc.com.

Genetic Calculator
Genetic Calculator

Jika Anda ingin mengetahui hasil mutasi Lovebird, maka Anda bisa memilih spesies Lovebird di kolom berwarna kuning. Setelah itu, Anda tinggal memilih salah satu dari tiga jenis spesies Lovebird. Tiga jenis spesies tersebut, antara lain Peach-faced Lovebird, Abysinnian Lovebird, dan White eye-ring group Lovebirds.

Agar Anda tidak bingung, kami akan memberikan contoh cara menggunakan software Genetic Calculator 1.3. Namun, sebelumnya, Anda harus mengetahui setiap keterangan di tabel Genetic Calculator.

Keterangan arti simbol di software Genetic Calculator 1.3

  1. Baris pertama terdapat kolom dengan keterangan 1.0 dan 0.1
    Kolom 1.0 untuk Lovebird jantan
    Kolom 0.1 untuk Lovebird betina
  2. Baris kedua terdapat beberapa kolom keterangan
    symbol = lambang sebuah burung atau kode genetik seperti D (Dark), Ino (lutino), Cin (Cinnamon) dan lain-lain
    Mutation = mutasi yang tersedia, seperti violete, aqua, turquoise dan lain-lain
    Inherit mode = pewarisan/ mewariskan dengan kode dari indukan, seperti Res (Resesif), dom (dominant), In (incomplate dominant), Se (sex-linked)
    Visual = burung yang kelihatan secara nyata atau visual
    Split to 1.0 = split dari burung jantan
    Split to 0.1= split dari burung betina
  3. Kolom kedua terdapat simbol kamera untuk melihat warna bulu Lovebird
  4. Lingkaran putih di kolom 1.0 dan 0.1 untuk penanda pilihan
  5. Generate = tombol untuk melihat hasil mutasi Lovebird yang telah Anda pilih
  6. Reset = tombol untuk mengatur kembali ke awal
  7. Visual only (no splits) = menampilkan hasil yang keluar hanya secara visual
  8. Show genetic code = menampilkan hasil beserta kodenya

Setelah memahami keterangan di software Genetic Calculator 1.3. Anda dapat mempelajari beberapa istilah genetika terkait mutasi Lovebird, seperti normal, visual, single factor, double factor, fenotip, genotip, dominan, dan resesif, sebagaimana yang disadur dari Omkicau.

Istilah genetika terkait mutasi Lovebird

1. Normal

Normal adalah tipe asli, original, murni atau tipe burung ketika masih di alam liar. Contohnya, Lovebird Muka Salem atau Peach-faced Lovebird (Agapornis roseicollis) yang normal adalah Lovebird berwarna hijau (green). Setiap jenis Lovebird memiliki tipe normal yang berbeda-beda.

Tipe normal pada umumnya bersifat dominan. Jadi, jika induk jantan tipe normal dikawinkan dengan induk betina bukan normal (misalnya lutino, albino, opaline, dan lain-lain), maka gen induk jantan bersifat dominan. Sehingga gen induk betina akan tertutupi (resesif) oleh gen normal yang dominan. Kendati demikian, ada beberapa kasus tertentu di mana gen normal tidak bersifat dominan.

2. Visual

Visual adalah tipe individu Lovebird yang secara fenotip (terlihat mata) seperti tipe normal, tetapi secara genetik (melalui pemeriksaan DNA), sebenarnya mengandung dua gen: normal dan gen resesif. Hal ini biasa terjadi pada perkawinan induk A tipe normal dan induk B resesif. Selain itu, karena normal bersifat dominan, dia menutupi gen resesif.

Visual juga bisa terjadi antara dua induk yang semuanya bukan tipe normal. Misal, induk jantan dengan gen A yang bersifat dominan dikawinkan dengan induk betina dengan gen B yang resesif. Anaknya secara visual terlihat sebagai gen A, meski dalam darahnya terdapat juga gen B.

Dalam ilmu genetika, visual adalah individu carrier atau (pembawa sifat/ gen tertentu, tapi tak muncul dalam penglihatan manusia. Dalam perkawinan silang Lovebird atau burung parrot lainnya, istilah visual biasanya diikuti dengan kata “split” atau “split to”. Misalnya normal split blue, ini berarti anakan memiliki warna normal, tetapi sebenarnya secara genetik juga mengandung gen tipe biru.

3. Factor

Factor adalah istilah untuk gen atau pasangan gen (alel) yang membawa sifat-sifat tertentu. Ada dua jenis factor di sini, yaitu single factor (SF) dan double factor (DF).

Jika alel terdiri atas dua gen yang berbeda (heterozigot), maka yang muncul adalah single factor. Misalnya 50 persen normal dan 50 persen tipe biru, maka normal termasuk dalam single factor. Jika alel terdiri atas dua gen yang sama (homozigot), maka akan muncul double factor. Single factor dan double factor ini nantinya juga banyak digunakan dalam mutasi dominan.

4. Fenotip dan Genotip

Fenotip adalah penampilan Lovebird seperti yang terlihat oleh mata (sama seperti penjelasan visual). Peach-faced Lovebird tipe normal ketika dikawinkan dengan lutino, misalnya, menghasilkan anakan yang terlihat hijau alias normal. Jadi, apa yang terlihat itu adalah fenotip.

Namun, tidak semua anakan yang terlihat hijau itu hanya mewarisi gen hijau. Sebagian juga mewarisi gen lutino, hanya saja tidak terlihat (karena bersifat resesif terhadap normal yang dominan). Nah, inilah yang disebut genotip. Keberadaan gen lutino baru bisa diketahui melalui pemeriksaan DNA.

5. Dominan dan Resesif

Sifat dominan selalu menutupi resesif. Jika burung yang memiliki gen dominan dijodohkan dengan burung dengan gen resesif, maka semua anaknya terlihat dengan warna gen dominan. Meski demikian, sebagian anaknya mewarisi gen resesif, namun secara visual tidak muncul. Biasanya ditulis dengan A split B. A adalah gen dominan, B adalah gen resesif.

Untuk bisa memunculkan sifat resesif, sehingga terlihat oleh mata manusia, maka induk jantan dan induk betina yang mau dikawinkan harus memiliki sifat resesif. Jadi kedua induk harus memiliki gen A split B.

Demikian, beberapa penjelasan tentang istilah dalam mutasi Lovebird, sekarang saatnya menjajal software Genetic Calculator 1.3.

Cara menggunakan Genetic Calculator 1.3

Sebagai contoh, kami memilih persilangan Peach-faced Lovebird (Agapornis roseicollis) pada mutasi Lovebird orange face antara visual jantan dan splits to betina. Jadi, beri tanda atau centang di bagian orange face visual 1.0 dan splits to 0.1. Setelah itu, lihat hasil mutasinya dengan menekan tombol Generate. Berikut link Genetic Calculator Bahasa Inggris dan Genetic Calculator Bahasa Indonesia.

Uji Coba Genetic Calculator
Uji Coba Genetic Calculator

Hasilnya, seperti gambar di bawah ini, 50 persen green orange face dan 50 persen green /orange face dari jantan. Kemudian, 50 persen green orange face dan 50 persen green /orange face dari betina. Artinya, secara visual tetap terlihat orange face seperti indukan jantan, tapi secara genetik bisa memiliki gen seperti indukan jantan maupun betina dengan persentase 50 persen – 50 persen.

Hasil Genetic Calculator
Hasil Genetic Calculator

Mungkin hasil mutasi Lovebird ini tidak 100 persen valid. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba daripada kebingungan memikirkan anakan Lovebird yang akan dilahirkan dari indukan yang Anda silangkan.

2 thoughts on “Cara Mengetahui Hasil Mutasi Lovebird Menggunakan Software Genetic Calculator

  1. I see your page is similar to my page. Do you allow guest posts?
    I can write hi quality articles for you. Let me know if you are interested.

Komentar