Pelaku yang babak belur dihajar warga (www.difatvonline.com)

Harga Burung Kacer Rp 5 Juta Ditawar Rp 500 Ribu, Pria Ini Tewas Dihajar

Burungnya.com – Kisah yang dialami pembeli burung ini harus dijadikan pembelajaran. Harga burung yang diajukan penjual jangan ditawar terlalu rendah karena penjualnya bisa marah. Terlebih, jika Anda berniat membawa kabur burung tersebut karena tak punya uang, akibatnya malah semakin parah.

Kejadian yang menewaskan seorang pria bernama Damiri (38) ini terjadi di Kampung Untoro, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah. Saat itu, Damiri akan membeli burung Kacer milik Andi. Namun, tidak terjadi kesepakatan soal harga.

Baca juga: Pernah Ditawar Rp 60 Juta, Kacer Mahal Ini Ternyata Harganya Rp 118.888.888

Kronologi kejadian

Andi membuka harga Rp 5 juta, sementara penawaran Damiri jauh lebih rendah, yakni hanya Rp 500 ribu. Tentu penawaran Damiri ditolak oleh Andi. Tapi entah kenapa, Damiri malah berusaha membawa kabur burung Kacer tersebut. Kemungkinan, Damiri sudah terpikat dengan burung Kacer milik Andi, tetapi dia tidak punya cukup uang. Sontak Andi berteriak karena melihat burungnya dibawa kabur Damiri.

“Pelaku (Damiri), menurut keterangan saksi mata, membawa kabur burung Kacer milik Andi dengan menggunakan sepeda motor. Andi berteriak dan mengundang masyarakat yang ada di sekitar lokasi,” terang Rohmad selaku Kepala Kampung Untoro seperti yang disadur dari Lampung.Tribunnews.com (10/6/2017).

Baca juga: 5 Kategori Pencuri Burung dan Modus Pencurian Burung yang Harus Diwaspadai

Pelaku tak bisa kabur

Damiri hampir saja sukses membawa kabur burung tersebut. Namun sayang, ban sepeda motor Damiri pecah. Tak pelak, massa langsung menangkap Damiri dan menghajarnya hingga babak belur. Aksi massa baru berhenti saat petugas Polsek Trimurjo tiba di lokasi.

Pelaku tewas di rumah sakit

Damiri kemudian dibawa ke mapolsek dan selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulau Raya (RSUDDSR) untuk mendapatkan perawatan medis. Meski sempat dirawat secara intensif, nyawa Damiri tak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.00 WIB.

“Kabar yang kami terima, setelah beberapa jam mendapatkan perawatan, sekitar jam tujuh malam Damiri meninggal dunia,” terang salah seorang kerabat Damiri.

Kanit Reskrim Polsek Trimurjo Ajun Inspektur Satu, Akhirudin membenarkan petugas telah berupaya menyelamatkan nyawa Damiri, tapi ajal berkata lain.

”Sejumlah barang bukti sudah kita amankan, seperti kandang burung dan sepeda motor milik Damiri,” ujar Akhirudin.

Tujuh pelaku pengeroyokan ditangkap

Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Tengah langsung bergerak cepat untuk menyelidiki kasus pencurian burung yang berujung tewasnya pelaku. Hasilnya, tak sampai 24 jam pasca kejadian, petugas mengamankan tujuh warga yang diduga turut melakukan pengeroyokan.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Resky Maulana mengatakan, ke-tujuh warga ditangkap berdasarkan penuturan saksi-saksi di lokasi kejadian serta pengembangan perkara. Tujuh warga yang diamankan adalah BR (58), SR (41), KS (47), NT (47), SG (32), GM (45), dan SS (40).

”Ke-tujuh warga itu akan dikenai pasal 170 ayat 2 dan ayat 3 tentang pengeroyokan. Ada satu lagi yang masih dalam pemeriksaan intensif. Tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi tersebut. Selain itu, kita amankan juga barang bukti berupa balok kayu, besi, dan cangkul,” terang Resky Maulana.

Hikmah dari kejadian

Dari kejadian tadi dapat diambil hikmahnya bahwa tawar menawar harga burung seharusnya tidak boleh terlalu jauh. Di samping itu, kalau Anda tidak mempunyai uang, sebaiknya tidak memaksakan untuk memiliki burung tersebut. Lebih baik, Anda menabung terlebih dahulu hingga uangnya cukup, baru membeli burung tersebut.

Jangan memaksakan diri dengan cara membawa kabur burung milik penjual. Nanti akibatnya bisa fatal seperti kisah yang dialami oleh Damiri. Tak hanya itu, para pengeroyok juga harus berpikir ulang. Kami sarankan untuk tidak main hakim sendiri. Berikan sedikit pelajaran saja kepada pelaku, setelah itu langsung dibawa ke kantor polisi.

Hukuman yang berat

Kalau pelaku dihajar sampai mati, Anda bisa dikenai sanksi pasal 170 (KUHP) Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang berbunyi demikian:

  1. Barang siapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan (5 tahun 6 bulan).
  2. Tersalah dihukum:
    1. Dengan penjara selama-lamanya tujuh tahun (7 tahun), jika ia dengan sengaja merusakkan barang atau kekerasan yang dilakukannya itu menyebabkan sesuatu luka.
    2. Dengan penjara selama-lamanya sembilan tahun (9 tahun), jika kekerasan itu menyebabkan luka berat pada tubuh
    3. Dengan penjara selama-lamanya dua belas tahun (12 tahun), jika kekerasan itu menyebabkan matinya orang.

Nah, melihat pasal 170 KUHP yang sangat berat, sebaiknya Anda berpikir dua kali sebelum mengeroyok pelaku atau tersangka. Pasalnya, hukumannya bisa dipenjara selama 12 tahun. Itu waktu yang sangat lama. Hal ini tentunya bakal mengorbankan waktu Anda bersama keluarga dan sahabat.

 

One thought on “Harga Burung Kacer Rp 5 Juta Ditawar Rp 500 Ribu, Pria Ini Tewas Dihajar

  1. salah kaprah hikmahnya,..ini murni 100% pencurian,.kalaupun si korban nawar 300rb,.kalau dia ga ampe nyuri tu burung ga akan terjadi ini semua,..harga jual burung/ikan hias itu berdasarkan feeling dan jodoh2an,..saya rasa masih normal nawar 500rb..yg bikin penjual marah adalah insiden pencuriannya BUKAN soal tawar menawarnya

Komentar