Press "Enter" to skip to content

Maling Burung Kelas Kakap, Puluhan Indukan Murai Batu Jawmin BF Kudus Disikat Habis

0

Burungnya.com – Seharusnya, Jumat pagi merupakan hari yang menyenangkan bagi Om Ifa Kudus. Tapi siapa sangka, ketika melihat kandang Murai Batu miliknya, ternyata semuanya sudah kosong mlompong.

Puluhan kandang indukan Murai Batu Jawmin BF Kudus yang dikelola H. Ifa Kudus dibobol maling. Kejadian pencurian burung Murai Batu berkelas asal Sumatera Barat ini diduga terjadi pada hari Kamis malam atau Jumat dini hari (25/8/2017).

Baca juga: Penangkaran Murai Batu Ekor Terpanjang di Dunia Ternyata Ada di Indonesia

Maling menjebol tembok

Pertanyaannya, bagaimana cara maling mencuri puluhan burung dalam semalam? Bukankah, kandang indukan Murai Batu berada di dalam pekarangan rumah Om Ifa?

Setelah melihat sekeliling, ternyata pelaku menjebol tembok di sisi belakang rumah. Ukuran lubangnya cukup besar, hingga orang dewasa bisa keluar masuk dengan mudah.

Modus pencuri burung dengan cara menjebol tembok (facebook.com)
Modus pencuri burung dengan cara menjebol tembok (facebook.com)

Jelas ini aneh, karena menjebol tembok dengan lubang sebesar itu pastinya menimbulkan suara yang keras. Namun, saat itu sepertinya orang rumah tidak ada yang mendengarnya. Mungkin juga, para maling menggunakan cara lain supaya tidak terdengar saat tembok dijebol.

Selain itu, menjebol dinding harusnya membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, mengapa mereka bisa melakukannya dalam waktu yang singkat?

Baca juga: 5 Cara Mengetahui Ekor Murai Batu Palsu, Jangan Sampai Tertipu

Kasus maling bobol tembok pakai air cuka para

Perkiraan sementara, kemungkinan maling burung kelas kakap ini menggunakan air cuka para (air keras) agar proses penjebolan tembok lebih cepat.

Baca juga:  Murai Batu Black Dragon Terjual Seharga Rp 200 Juta, Pemilik Barunya Langsung Juara

Tiga tahun lalu, juga ada kasus serupa tapi malingnya menjebol tembok untuk menguras mesin ATM. Menurut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku membobol dinding toko menggunakan linggis.

Kemudian, dinding disiram cuka para (air keras) biar lebih cepat. Ada kemungkinan, dinding menjadi lunak hingga tak bersuara kalau dihancurkan dengan linggis.

Sedikit penjelasan tentang cuka para yang ternyata mempunyai beberapa nama lain, di antaranya asam formiat, asam metanoat, dan asam semut. Sifat dari asam formiat ini mudah terbakar, tidak berwarna, berbau tajam atau menusuk, dan mempunyai sifat korosif yang cukup tinggi.

Ini yang menjadi alasan mengapa cuka para tidak boleh sampai terkena kulit. Pasalnya, kulit yang terkena cuka para atau air keras akan langsung terbakar.

Baca juga: 12 Daftar Panjang Bulu Ekor Murai Batu Berdasarkan Habitat Aslinya

Modus pencurian menjebol tembok menggunakan dexpan

Tak hanya cuka para, ternyata kawanan maling juga menggunakan dexpan untuk menjebol tembok. Bahan kimia ini sudah dipakai maling sejak beberapa tahun lalu untuk menjebol tembok.

Proses menjebol tembok menggunakan dexpan tidak membutuhkan linggis ataupun martil. Sebab, tembok yang disiram dexpan bisa langsung hancur tanpa mengeluarkan suara.

Bahkan, Media2give.com mengatakan bahwa cairan kimia dexpan mampu merusak tembok beton tanpa alat berat. Batu yang keras pun juga bisa retak dan hancur setelah terkena dexpan.

Baca juga:  8 Jenis Burung Paling Beracun di Dunia terdapat di Papua

Dari situs tersebut juga diketahui bahwa harga dexpan relatif mahal, yaitu sekitar Rp 3 jutaan untuk 1 ember ukuran sedang.

Penggunaan dexpan sendiri sebenarnya untuk keperluan konstruksi bangunan. Biasanya, dexpan dipakai untuk menghancurkan semen dan beton.

Kasus pencurian burung yang dialami Om Ifa Kudus bisa dijadikan pelajaran bagi para peternak burung lainnya. Ini sekaligus untuk perhatian bahwa tembok yang tebal dan tinggi pun ternyata masih belum aman. Dengan begitu, peternak burung yang lain bisa lebih waspada.

Baca juga: 5 Kategori Pencuri Burung dan Modus Pencurian Burung yang Harus Diwaspadai

Mari membantu Om Ifa Kudus

Melihat kasus pencurian yang menimpa H. Ifa Kudus, kita bisa berempati dengan cara melaporkan segala sesuatu yang berhubungan dengan burung Murai Batu milik Jawmin BF Kudus.

Bagi Anda yang merasa ditawari burung Murai Batu dengan harga miring atau murah. Anda bisa menghubungi Om Ifa, siapa tahu burung tersebut milik Jawmin BF Kudus.

“Mohon infonya juga bantuannya sedulur semua misal ada yang jual Murai Batu murah-murah miring tolong difoto dan inbox ke saya, semalam kandang saya di bobol maling,” tulis Om Ifa Liku Romansyah di Facebook.

Ciri-ciri burung Murai Batu milik Jawmin BF Kudus

Peternak Jawmin BF Kudus sudah memulai breeding sejak tahun 2012 lalu. Dua tahun kemudian, mereka sudah mulai produksi. Saat ini, jumlah kandang Murai Batu sudah lebih dari 30.

Baca juga:  Unik, Burung Ini Bisa Menyamar Jadi Ulat Beracun saat Terancam

Burung-burung Murai Batu Jawmin BF Kudus dapat dikenali melalui ring di kakinya. Awalnya burung Murai Batu memakai ring Ebod Jaya, sejak tahun 2016 berganti satu kaki memakai Jawmin, dan satu kakinya lagi memakai Ronggolawe Nusantara, seperti yang dikutip dari Burungnews.com (25/8/2017).

Kami dari tim Burungnya.com hanya bisa berdoa agar pelakunya segera tertangkap. Demikian kasus pencurian burung Murai Batu yang menimpa Om Ifa Kudus.

Jika info ini dirasa penting, jangan lupa like dan share. Terima kasih.

Comment here