Burung Elang naik pesawat (reddit.com)

Orang Kaya Ini Ajak 80 Burung Elang Naik Pesawat dengan Biaya Ratusan Juta

Burungnya.com – Belakangan ini, dunia penerbangan dihebohkan dengan kehadiran 80 ekor burung Elang di dalam pesawat terbang Airbus tujuan Jeddah, Arab Saudi. Burung-burung pemangsa ini duduk di kursi penumpang berdampingan dengan para penumpang yang lain.

Hal seperti ini dianggap biasa oleh warga Timur Tengah karena beberapa maskapai penerbangan di sana memperbolehkan penumpang membawa burung Elang di dalam kabin pesawat terbang.

Namun, kalau di Indonesia tentunya kejadian ini sangat langka, bahkan tidak pernah dijumpai sebelumnya. Sebab, maskapai penerbangan di Indonesia mayoritas tidak memperbolehkan membawa hewan di dalam kabin pesawat. Kalau di dalam bagasi pesawat masih diperbolehkan selama hewan tersebut bukan dari jenis mamalia.

Seperti halnya maskapai penerbangan Garuda Indonesia, mereka tidak mengizinkan penumpang mengangkut hewan mamalia, seperti anjing, kucing, dan lain-lain di kabin pesawat maupun di bagasi pesawat. Sementara, hewan selain mamalia, seperti burung boleh ditempatkan di dalam bagasi pesawat, itu pun harus dimasukkan ke dalam sangkar atau kandang yang dapat dikunci.

Kalau beberapa maskapai pesawat di Timur Tengah, peraturannya tidak begitu ketat. Burung Elang boleh ditempatkan di kabin utama pesawat asalkan memiliki dokumen dan surat-surat yang lengkap.

Beberapa maskapai pesawat yang memperbolehkan membawa burung Elang di kabin pesawat di antaranya Etihad Airways, Qatar Airways, serta Flydubai. Semua maskapai tersebut memiliki aturan masing-masing.

  • Etihad Airways memperbolehkan membawa burung Elang asalkan seluruh dokumen yang dibutuhkan telah lengkap.
  • Qatar Airways mengizinkan penumpang membawa burung Elang di kabin pesawat tapi maksimal enam ekor. Harga tiket pesawat untuk setiap burung di kelas ekonomi sebesar Rp 1,4 juta hingga Rp 8,5 juta.
  • Flydubai sangat memperbolehkan penumpang membawa burung Elang di kabin pesawat, tetapi setiap burung harus menggunakan kursi sendiri-sendiri untuk menghindari insiden.

Perlu Anda ketahui, Uni Emirat Arab sendiri sudah sejak lama memberlakukan paspor khusus burung Elang. Maka tak heran, burung Elang diperbolehkan duduk di kabin utama pesawat.

Bahkan, pada tahun 2012-2013, media lokal Gulf News pernah melaporkan bahwa Uni Emirat Arab merilis 28.000 paspor untuk burung Elang yang berlaku selama tiga tahun. Paspor burung Elang sengaja diberlakukan dengan tujuan memerangi penyelundupan dan perdagangan ilegal.

Orang kaya yang membawa 80 ekor burung Elang

Lantas, siapakah yang membawa 80 ekor burung Elang ke dalam pesawat terbang Airbus? Apakah dia termasuk orang yang kaya raya hingga rela membeli tiket 80 kursi untuk burung-burung peliharaannya? Pemilik burung-burung tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, ada kemungkinan yang membawa burung Elang tadi adalah pangeran Arab Saudi.

Foto yang diunggah Ahmet Yasar menunjukkan bahwa sosok yang terlihat seperti pangeran Arab Saudi tengah membawa 80 ekor burung Elang di dalam kabin pesawat. Burung-burung ini diikat kakinya dan ditutup kepalanya agar tidak terbang ke sana ke mari.

Ahmet berkata ke BBC (2/2/2017) bahwa biaya untuk membawa 80 ekor burung Elang naik pesawat Airbus diperkirakan sebesar US $ 8.000 atau sekitar Rp 107 juta. Puluhan burung Elang tersebut sengaja dibawa naik pesawat terbang untuk kepentingan perburuan.

“Foto ini diambil oleh teman saya yang berprofesi sebagai pilot pesawat Airbus. Sayangnya, saya tidak tahu asal mereka dan hanya mengetahui tujuan dari penerbangan tersebut, yakni Jeddah, Arab Saudi. Penerbangan tersebut diperkirakan menghabiskan biaya senilai US $ 8.000 atau sekitar Rp 107 juta,” kata Ahmet Yasar.

Diketahui, beberapa tahun belakangan terutama tahun 2015, aktivitas berburu di Timur Tengah memang sedang populer, terutama berburu menggunakan burung Elang. Orang-orang kaya di sana memiliki hobi menangkap burung Houbara Bustard yang biasanya ditemukan di negara Maroko, Irak, Pakistan, dan Afghanistan.

Apakah aktivitas berburu semacam itu juga ada di Indonesia?

Komentar