Press "Enter" to skip to content

Pahlawan Indonesia! Burung Merpati Pos Ini Diberi Penghargaan Letnan Anumerta

0

Burungnya.com – Museum Brawijaya Malang menyimpan semua kenangan para pahlawan yang berjuang untuk Indonesia. Jika Anda pernah berkunjung ke Museum Brawijaya Malang Jawa Timur, pastinya Anda akan disambut oleh tank perang buatan Jepang yang dirampas arek-arek Suroboyo pada bulan Oktober 1945.

Tak hanya itu, begitu masuk ke dalam museum, banyak sekali senjata zaman perang berjajar rapi di hampir seluruh penjuru ruangan. Namun, di antara peninggalan sejarah tadi ada salah satu jenis burung yang diawetkan di dalam lemari Museum Brawijaya Malang.

Burung Merpati Pos yang bertugas sebagai kurir

Burung ini merupakan jenis Merpati Pos yang dulu pernah digunakan sebagai kurir di daerah Komando Ronggolawe, Lamongan, Bojonegoro.

Burung Merpati Pos di Museum Brawijaya Malang (enggar.net)
Burung Merpati Pos di Museum Brawijaya Malang (enggar.net)

Dalam keterangannya tertulis, “Burung Merpati Pos yang pernah digunakan sebagai kurir di daerah Komando Ronggolawe, Lamongan/Bojonegoro dengan front Surabaya pada tahun 1946.”

Perjuangan burung Merpati Pos

Berarti burung Merpati Pos ini sangat berjasa bagi para pahlawan Indonesia. Dia ditugaskan untuk menyampaikan pesan secara sembunyi-sembunyi biar tidak ketahuan tentara Belanda.

Wilayah penugasan burung Merpati Pos tersebut berada di kawasan Lamongan hingga Surabaya. Dengan begitu, dapat dipastikan komunikasi antar pejuang Indonesia di wilayah tersebut, semuanya dilakukan melalui jasa burung Merpati Pos.

Sayangnya, tugas yang diemban burung Merpati Pos ini tidak berlangsung lama. Pada saat menyampaikan misi rahasia, ternyata burung berpangkat Letnan ini sudah terendus tentara Belanda.

Penembak jitu tentara Belanda menembak Letnan Merpati Pos hingga akhirnya pelor menembus tubuhnya. Kepakan sayap Merpati Pos melemah dan darahnya mengucur deras.

Namun, misi rahasia harus tetap disampaikan. Letnan Merpati Pos terus berjuang dan terbang hingga sampai ke tujuan. Begitu sampai, di depan Komandan Tentara Republik, Letnan Merpati Pos jatuh dan akhirnya mati.

Baca juga:  5 Cara Menetralisir Efek Doping Pleci untuk Mengembalikan Performanya

Sebagai tanda terima kasih, burung Merpati Pos ini diberi penghargaan Letnan Anumerta.

Kemudian, bangkai burung Merpati Pos diawetkan untuk mengenang jasanya. Perwira pejuang kemerdekaan saat itu langsung menyerahkan burung Merpati Pos ke Museum Brawijaya Malang. Sampai sekarang, burung Merpati Pos ini dianggap sebagai salah satu pahlawan Indonesia.

Keterangan lebih lengkap tentang burung Merpati Pos ini termuat dalam buku ‘Album Perang Kemerdekaan 1945-1950’, yang diterbitkan Badan Penerbit Almanak RI, seperti yang disadur dari Kumparan.com (15/8/2017).

Cara melatih burung Merpati Pos mengantar surat

Burung Merpati Pos yang diberi penghargaan Letnan Anumerta tadi tentunya sudah menjalani serangkaian latihan yang berat.

Sejak masih anakan, burung Merpati Pos harus dilatih biar bisa mengirim surat. Caranya, anak burung Merpati Pos harus dikenalkan dengan manusia, minimal mengenal pemiliknya.

Proses pengenalan dengan manusia

Bagaimana cara membuat burung Merpati Pos dekat dengan manusia? Mudah saja, burung Merpati Pos harus sering dipegang secara lembut agar dia tidak takut pada manusia.

Hal ini dapat dilakukan ketika kandang Merpati Pos dibersihkan. Di samping itu, anak burung Merpati Pos harus dibiasakan melihat tangan kita agar tidak takut.

Perlakuan seperti ini akan membuat burung Merpati Pos merasa aman dan nyaman, terlebih jika dilakukan rutin hingga dia tumbuh dewasa.

Kalau sudah begini, burung Merpati Pos akan lebih mudah mengenali pemilik dan rumahnya. Jadi, kalau burung ini sedang terbang jauh untuk berjalan-jalan, pasti dia akan kembali ke kandang tempat ia dibesarkan.

Proses pemberian perintah

Setiap anakan burung Merpati Pos pasti akan melalui fase di mana dia tidak mendapatkan asupan makanan lagi dari induknya. Nah, pergunakan fase ini untuk meloloh makanan langsung ke paruhnya.

Baca juga:  5 Kategori Pencuri Burung dan Modus Pencurian Burung yang Harus Diwaspadai

Sambil meloloh di luar kandang, Anda bisa memberi latihan dengan cara memperdengarkan bunyi-bunyian seperti peluit atau benda yang dipukul (kentongan, kaleng, lonceng, dan lain-lain).

Tujuannya, agar anak burung Merpati Pos mengenali bahwa bunyi-bunyi tadi merupakan perintah untuk menyuruhnya masuk ke dalam kandang.

Melatih burung Merpati Pos kembali ke rumah setelah dilepaskan

Kalau latihan masuk ke dalam kandang sudah selesai, Anda bisa melanjutkan dengan melatih burung Merpati Pos kembali ke rumah setelah dilepaskan.

Burung Merpati Pos boleh menjalani latihan ini saat dia sudah berusia 6-8 minggu. Caranya, bawalah burung Merpati Pos sejauh 1,6 km dari rumah, kemudian lepaskan.

Lakukan latihan pelepasan selama beberapa kali dalam seminggu. Kalau sudah hafal dengan rumahnya, jarak pelepasan bisa ditambah, misal sejauh 8 km per minggu. Minggu berikutnya, tambah lagi jaraknya dengan arah yang berbeda dari minggu-minggu sebelumnya.

Tapi ingat, jangan menambah jarak pelepasan terlalu cepat atau terlalu jauh. Biasanya, kalau terlalu jauh, burung Merpati Pos menjadi lupa dan kebingungan mencari jalan pulang.

Untuk menanggulangi burung hilang di perjalanan, sebaiknya pasanglah ring atau cincin pada kakinya. Ini dilakukan biar orang yang menemukan burung Merpati Pos Anda bisa mengembalikannya ke rumah Anda.

Kalau mau lebih aman, gunakan cincin yang dilengkapi dengan sistem pelacakan atau Global Positioning System (GPS). Dengan cincin tersebut, Anda bisa melacak di mana lokasi burung Anda melalui smartphone atau laptop.

Berikan hadiah ke burung Merpati Pos

Setiap burung Merpati Pos selesai menjalankan tugas atau setiap pulang ke kandang, berilah makanan lezat atau perlakukan seperti raja. Semua ini dilakukan semata-mata agar burung Merpati Pos merasa nyaman.

Baca juga:  Video Penampakan Burung Perkutut Bertanduk, Asli atau Palsu?

Melatih burung Merpati Pos mengirim surat ke tujuan

Jangan lupa buatkan kandang yang bagus dan nyaman. Nantinya, setelah burung Merpati Pos sudah terlatih pulang ke rumah, maka Anda harus membuatkan kandang satu lagi yang sama bagusnya sebagai lokasi tujuan.

Dengan begitu, ketika burung Merpati Pos dilepas, tujuannya tidak lain adalah kandang satunya. Jika kedua kandang nyaman dan penuh dengan makanan lezat, pastinya burung Merpati Pos tidak akan keberatan untuk pulang pergi mengantarkan surat Anda.

Pesan atau surat Anda bisa disisipkan di kaki burung Merpati Pos. Cara lainnya, Anda bisa membuatkan tas ransel kecil sebagai kantong pembawa pesan. Yang terpenting, tas ransel tadi jangan sampai menyakiti tubuh burung Merpati Pos. Sehingga, dia bisa terbang dengan nyaman tanpa merasa kesakitan.

Burung Merpati Pos mengirim memori SD Card (dailymail.co.uk-Barry Bland-Bacroft USA)
Burung Merpati Pos mengirim memori SD Card (dailymail.co.uk-Barry Bland-Bacroft USA)

Kemampuan burung Merpati Pos disalahgunakan

Namun sayang, beberapa waktu lalu kemampuan burung Merpati Pos dalam mengirim surat telah disalahgunakan. Burung-burung Merpati Pos ini disuruh membawa ratusan obat terlarang, lalu mengirimkannya ke tempat tertentu.

Burung Merpati dengan tas kecil berisi nark0ba (Alrai.com)
Burung Merpati dengan tas kecil berisi nark0ba (Alrai.com)

Pihak Departemen Bea dan Cukai Kuwait berhasil menangkap salah satu ekor burung Merpati Pos yang kedapatan membawa tas ransel kecil berisi 178 pil ekstas1.

Burung Merpati mengirim nark0ba (Twitter.com-CassLowe)
Burung Merpati mengirim nark0ba (Twitter.com-CassLowe)

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca berita berjudul Bea Cukai Tangkap Burung Merpati dengan Tas Kecil Berisi 178 Obat Terlarang.

Demikian informasi tentang burung Merpati Pos yang bertugas di medan perang dan menjadi salah satu pahlawan Indonesia.

Jika informasi ini menarik, jangan lupa like dan share. Terima kasih.

Comment here