5 Alasan Istri Tidak Suka Suami Pelihara Burung Kicau

Burungnya.com – Kali ini bukan tentang tips merawat burung atau daftar menu makanan burung, tapi tentang keluarga. Dalam bekeluarga kita harus sama-sama bahagia. Artinya suami bahagia, istri juga harus bahagia.

Kalau suami hobi burung, kalau bisa istri bisa mendukung. Nah, bila istri tidak suka burung bagaimana? Suami harus tenggang rasa dengan cara membagi waktunya dengan istri atau mencarikan istri hobi lain, seperti berkebun misalnya.

Di sisi lain, ada saja yang membuat istri marah saat suami lagi asyik merawat burung. Mungkin saja ini berkaitan dengan nafkah keluarga atau hilangnya komunikasi karena suami terlalu sibuk merawat burung-burungnya.

Nah, kali ini kami akan sedikit membahas tentang masalah keluarga, tapi masih berkaitan dengan burung. Walau tidak begitu penting, tapi masalah sepele seperti ini bisa berakibat fatal bila tidak diselesaikan dengan baik.

Baca juga: Suami Lebih Sayang Burung, Istri dan Anak Bunuh Diri di Sungai Pemali Brebes

Alasan Istri Tidak Suka Suami Pelihara Burung

1. Suara Burung Berisik

Ada beberapa jenis burung yang suaranya berisik dan keras sekali. Mungkin di telinga suami sangat enak karena suara burung tersebut gacor dor tak kowor-kowor.

Tapi bagi orang yang tidak suka burung, hal tersebut dianggap berisik dan mengganggu. Jadi, tenggang rasa harus tetap dilakukan.

Solusinya burung dikeluarkan saat masih pagi sampai menjelang siang. Nanti saat jam-jam istirahat, burung dikerodong biar tidak terlalu berisik.

2. Kotoran Burung

Walau sudah ada tebok atau tempat kotoran burung, terkadang kotoran masih berserakan jatuh ke bawah. Apalagi kalau burung ditaruh di ruang tamu, bisa jadi lantai dan dinding ruang tamu terkena kotoran burung.

Belum lagi bila kotoran burung sangat bau, terutama untuk burung kicauan berukuran besar. Pasti ini sangat mengganggu orang sekitar, terutama istri yang tidak hobi burung.

Solusinya, berani memelihara berarti berani merawat. Anda harus membersihkan kandang burung setiap hari. Jangan sampai ada kotoran yang berceceran di lantai atau dinding.

Baca juga: 10 Cara Membuat Istri Menyukai Burung Peliharaan Suami

3. Makanan Burung Berceceran

Sebagian burung gemar mengacak-acak makanan. Mungkin makanannya diberikan terlalu banyak, sehingga burung membuangnya.

Ada juga alasan burung membuang makanan, mungkin karena tidak suka atau sudah basi dan jarang diganti. Anda harus sigap dan segera mencari jalan keluar.

Solusinya, wadah pakan burung dibuat yang ada bibirnya agar lubangnya sempit seukuran kepala burung. Porsi pakan diberikan sedikit saja, sekitar 30 persen.

4. Harga Burung Mahal

Istri merasa tidak pernah dibelikan perlengkapan makeup, tapi setiap minggu suami beli burung baru dan harganya mahal. Ini yang membuat istri kesal dan marah.

Solusinya mudah, misal uang Anda Rp 1 juta, belikan istri makeup senilai Rp 500 ribu dan burung Rp 500 ribu. Istri akan tersenyum bahagia dan Anda bisa membeli burung bahan yang berkualitas bagus.

Jadi, jangan paksakan beli burung langsung jadi gacor dor tak kowor-kowor. Bagikan setengahnya untuk istri biar dia mendukung hobi burung kalian.

Baca juga: Kisah Sukses Pengusaha Sarang Burung Walet yang Punya 10 Istri, Omzet Per Tahun Rp 2 Miliar

5. Kurang Ada Waktu untuk Keluarga

Biasanya kalau suami sudah hobi burung, setiap pagi mandikan burung, jemur, dan kasih makan. Tidak terasa sudah waktu sudah menjelang siang.

Istri mungkin sibuk di dapur menyiapkan anak sekolah, sementara suami cuma merawat burung. Kalau dipikir, kan cuma kasih makan burung sama bersihkan kotoran, kenapa istri marah?

Loading...

Tapi di pikiran istri, ‘suamiku kok tidak mau membantu sama sekali’. Istri sudah menyiapkan segala keperluan di rumah, untuk keluarga dan anak, tapi suami cuma fokus sama burung kesayangan.

Anak tidak pernah disentuh, tapi burung dielus-elus. Malam minta jatah terus, tapi paginya tidak dibantu sama sekali.

Alasan Istri Tidak Suka Suami Pelihara Burung (apakabaronline.com)
Alasan Istri Tidak Suka Suami Pelihara Burung (apakabaronline.com)

Solusinya, pagi-pagi buta bangun, ibadah, terus embun burung. Biarkan burung sendiri dulu, kemudian luangkan waktu membantu istri, misal cuci piring, temani beli sayur ke pasar, atau menyapu rumah.

Kalau perlu masak nasi dan cuci baju di mesin cuci. Lalu bangunkan anak dan mandikan. Selesai membantu istri, dia tidak akan marah karena tugasnya lebih ringan.

Istri tinggal masak dan menyiapkan kebutuhan suami kerja serta anak sekolah. Kemudian menyuapi anak sarapan.

Suami bisa kembali memandikan burung-burung, membersihkan sangkar, dan menjemurnya. Ini lebih baik, karena porsi suami dan istri bisa dikatakan seimbang.

Kalau Anda suka pergi ke gantangan, lebih baik mulai sekarang dikurangi saja, jadi seminggu sekali. Sabtu ke gantangan, minggu ajak istri dan anak jalan-jalan.

Baca juga: Pagi Siang Malam Main Burung, Pria Ini Diusir Istrinya dari Rumah

Kesimpulan

Sebenarnya masih banyak lagi permasalahan keluarga yang disebabkan oleh burung. Namun, kami rasa hanya poin-poin di atas yang perlu dibahas dan dijadikan renungan.

Ingat Anda boleh bahagia saat menyalurkan hobi main burung, tapi sekeliling Anda juga harus bahagia. Jangan egois untuk menang sendiri karena sudah mencari nafkah keluarga.

Anda mungkin kepala rumah tangga dan kerja keras mencari uang untuk keluarga. Setiap hari ke kantor, perjalanan jauh, di kantor kerjaan numpuk, dimarahi juga sama atasan.

Di rumah Anda ingin istirahat sambil meringankan pikiran dengan main burung. Tapi istri mengomel terus dan marah-marah katanya suami cuma hobi burung.

Baik suami dan istri memiliki pandangan masing-masing. Menurutnya aktivitas yang dia lakukan berat, tapi suami atau istri kok cuma gitu-gitu aja.

Baca juga: Gara-gara Sandal Istri, Cucak Ijo Rp 850 Ribu Ditawar Rp 7 Juta

Inilah pentingnya komunikasi di malam hari menjelang tidur. Kalau malam jangan cuma ena-ena aja. Sebelumnya Anda bisa saling curhat masalah yang dialami seharian dan dicari solusi bersama.

Minta pendapat ke suami dan minta pendapat ke istri, “aku selama ini sudah baik atau belum, aku kurangnya apa dan harus gimana?”. Suami dan istri harus bisa memberi saran terbaik dan jangan menang sendiri.

Dengan begitu keluarga akan harmonis dan hobi burung berjalan lancar. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang mengalami masalah keluarga.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!