Anggaran Jaring Rp 140 Juta untuk Basmi Burung Pipit Jadi Sorotan

Burungnya.com – Komisi C DPRD Sleman berencana tambah anggaran sektor pengendalian hama. Anggaran ini untuk jaring menangkap burung pipit atau emprit.

Rencana ini didukung Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman. Namun, kelompok pegiat lingkungan Yayasan Wahana Gerakan Lestari Indonesia (Wagleri) di Moyudan, Sleman mengecam keras langkah tersebut.

Menurut ketua Wagleri, Hanif Kurniawan, rencana anggota dewan merupakan kemunduran dalam menjaga ekosistem.

“Jadi kebijakan yang saat ini ada tentang pembasmian emprit itu tidak didahului oleh kajian secara ilmiah. Kajian ekologisnya seperti apa kan tidak ada. Apakah kita mau mengulang kebodohan kebijakan Mao Zedong di China yang juga melakukan hal serupa,” kata Hanif, seperti yang disadur Burungnya.com dari Detik.com (25/3/2021).

Basmi Burung Emprit Bisa Ganggu Ekosistem

Tahukah Anda membasmi burung pipit yang salah bisa mengganggu rantai makanan dan ekosistem. Nah, yang ditakutkan pegiat lingkungan adalah apabila pemerintah salah dalam penanganannya.

Akibatnya burung emprit atau pipit musnah, kemudian hama serangga justru membabi buta. Lahan pangan manusia habis dan manusia menjadi kelaparan. Terus dampak terparah bisa Anda baca pada kasus yang dialami Mao Zedong di China.

Anggaran Jaring Rp 120 Juta – Rp 140 Juta

Sementara yang menjadi sorotan adalah anggaran untuk jaring burung pipit yang nilainya mencapai Rp 120 juta – Rp 140 juta.

Wakil Ketua DPRD Sleman Arif Kurniawan menjelaskan bahwa dia sudah mendengar protes dari pegiat lingkungan terutama soal anggaran jaring.

Namun, anggaran tersebut masih belum final. Jadi kemungkinan masih bisa diubah lagi.

“Kalau kemarin belum (diketok) ini masih bagian dari pengajuan dari Dinas Pertanian. Dinas mengajukan beberapa program anggaran, mata anggaran baru kaitannya untuk penanganan hama,” kata Arif.

Dia juga menambahkan bahwa pembuatan jaring atas dasar keluhan petani karena hama burung pipit. Pihaknya sampai sekarang masih menungg kajian burung pipit masih kategori hama atau bukan.

“Kita belum bisa menyampaikan apakah burung emprit itu masuk dalam kategori hama seperti tikus, wereng, dan itu dibasmi. Tapi fakta itu mengganggu. Ketika sudah hampir panen pasti habis dimakan oleh burung emprit itu,” pungkasnya.

Mengusir Hama Burung Pipit dengan Jaring (8villages.com)
Mengusir Hama Burung Pipit dengan Jaring (8villages.com)

Penjelasan Pihak DP3

Menurut Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Haru Saptono, usulan tersebut muncul dari anggota dewan dan dinas mendukungnya.

Loading...

“Jadi anggaran itu kan memang diinisiasi dari teman-teman dewan karena memang di beberapa tempat itu gagal panen karena memang adanya serangan burung emprit,” kata Heru.

Jaring untuk basmi burung emprit diadaptasi dari budidaya ikan nila. Di atas kolam ditempatkan jaring agar ikan tidak dimakan oleh burung predator.

Jadi kemungkinan, jaringnya memang untuk menutupi padi saja bukan menjaring burung pipit. Meski begitu, pasti ada burung pipit yang terjerat dan akhirnya mati.

Ditambah lagi populasi yang menyerang lahan padi di Sleman sangat banyak. Menurut perkiraan Heru, dalam sekali datang, bisa ada ribuan burung pipit yang menyerang padi. Alhasil petani menjadi gagal panen.

Solusi yang Selama Ini Dilakukan Petani

Selama ini petani sudah mencoba menghalau burung pipit dengan orang-orangan sawah tapi kalau jumlah burung terlalu banyak, maka sulit untuk membasminya.

Kalau di Bali penanganan burung pipit dengan cara membuatkan mereka sarang. Setelah burung menetas langsung dipanen untuk mengontrol populasi. Jadi tidak perlu membasmi burung pipit.

Keberadaan burung pipit semakin merajalela karena jumlah burung Cendet atau Pentet menurun. Soalnya, Cendet suka sekali makan burung pipit, tapi sekarang Cendet sering diburu manusia.

Baca juga:

Kesimpulan

Dari sini kita mengambil pelajaran bahwa rantai makanan dan ekosistem lingkungan sangat penting. Apabila rantai tersebut putus, tentu bagian yang lain akan berantakan.

Lebih baik atur rantai makanan agar kembali normal agar tidak perlu ada dampak yang mengerikan.

Kami pernah mendengar suatu saran di wilayah Kalimantan. Orang-orang di sana mengusir burung emprit dan tikus dengan cara menghentikan menanam padi selama 3 bulan.

Dengan begitu, burung pipit dan tikus akan pergi sendiri karena tidak ada makanan. Namun ada kemungkinan hal tersebut bisa menghambat perekonomian para petani.

Apakah di antara Anda ada yang memiliki solusi terkait kasus pembasmian burung pipit?

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!