Belibis Diburu Setiap Malam Dijadikan Cuwiwi

Burungnya.com – Siapa sangka ternyata burung Belibis yang hidup liar di area pedalaman jadi buruan masyarakat dan dijadikan makanan layaknya bebek.

Apakah daging burung Belibis enak dan empuk? Rasanya kurang lebih seperti bebek. Nah, karena daging Belibis tidak diternak, kemungkinan lebih murah dari Bebek.

Sehingga sebagian warga berpikir bahwa berburu burung Belibis akan menguntungkan.

Terlebih bila mereka bisa menjual atau memasok daging belibis ke rumah makan di Kalimantan Timur.

Tentunya untungnya akan semakin berlipat. Namun, keuntungan ini pastinya tidak bertahan lama karena populasi burung Belibis terancam.

Baca juga:

Berburu Belibis Dijadikan Cuwiwi

Makanan Burung Belibis Jadi Cuwiwi atau Cawiwi
Makanan Burung Belibis Jadi Cuwiwi atau Cawiwi

Bayangkan, setiap malam ratusan ekor burung Belibis ditangkap dan esoknya dijual di rumah makan dengan nama Cuwiwi.

Seperti yang disadur dari Kompas 2009, perburuan burung Belibis khususnya di kawasan pedalaman Mahakam, Kalimantan Timur, sering kali terjadi.

Ini dikarenakan permintaan masyarakat yang ingin menyantap daging burung Belibis. Nilai ekonomi burung Belibis sangat tinggi. Wajar saja, burung ini selalu diburu.

Jenis Beliblis di Indonesia

Burung belibis terdiri dari beberapa jenis, yaitu burung belibis kembang atau Dendrocygna arcuata dan burung belibis batu atau Dendrocygna javanica.

Perbedaan kedua jenis burung ini adalah belibis batu memiliki warna bulu coklat kemerahan, tidak terdapat warna hitam dan putih pada bulu tepi, dan berukuran lebih kecil dibandingkan belibis kembang.

Sedangkan belibis kembang memiliki ciri-ciri bulu berwarna kecoklat-coklatan dan berukuran sedikit lebih besar.

Jenis Belibis di Indonesia
Jenis Belibis di Indonesia

Jenis Belibis di Dunia dan Indonesia

Ada satu lagi jenis Belibis di Indonesia yaitu Dendrocygna guttata. Sementara jenis burung Belibis di dunia masih banyak, yaitu sebagai berikut:

  1. Belibis kembang, Dendrocygna arcuata (*)
  2. Belibis kecil, Dendrocygna javanica (*)
  3. Dendrocygna guttata (*)
  4. Dendrocygna autumnalis
  5. Dendrocygna bicolor
  6. Dendrocygna eytoni
  7. Dendrocygna viduata
  8. Dendrocygna arborea

Tanda bintang menunjukkan jenis Belibis di Indonesia.

Keunikan Burung Belibis

Burung ini memang jarang terbang, tetapi jika burung ini terbang, burung belibis mampu terbang jauh sekali.

Biasanya belibis kembang terbang bersama kelompok dengan susunan khusus, sambil mengeluarkan suara seperti siulan.

Orang Inggris sampai memanggil burung Belibis sebagai Wandering Whistling Duck, atau itik bersiul.

Tak hanya bisa terbang jauh, burung ini juga bisa berenang cepat di air.

Oh iya, burung ini dikenal sebagai burung pengembara yang suka berpindah-pindah tempat. Burung Belibis suka terbang jauh di malam hari. Ini disampaikan oleh Mahardjo et al, 1976.

Terbang di malam hari dilakukan mungkin untuk menghindari pemangsa, angin kencang, dan silau sinar matahari.

Keunikan Burung Belibis
Keunikan Burung Belibis

Status Kepunahan Burung Belibis

Setelah diburu sekian banyak untuk dijadikan santapan warga Kalimantan Timur, apakah burung Belibis dinyatakan punah?

Ternyata Belibis kembang dan belibis batu masuk dalam kategori least concern (IUCN) International Union for Conservation of Nature sebagai burung tidak berada dalam ambang batas kepunahan.

Walau belum masuk kategori burung langka, kalau setiap hari diambil terus, lama-lama burung Belibis bisa punah.

Kesimpulan

Demikian kisah hidup burung Belibis yang diburu ratusan ekor setiap malam untuk dijadikan Cuwiwi di rumah makan.

Sebaiknya burung ini segera dilestarikan mengingat kebanyakan masih memburu Belibis liar dari alam.

Beda ceritanya dengan bebek, walau setiap hari dimasak jadi lalapan bebek, bebek goreng, bebek bakar, dan penyetan bebek, tapi bebek tidak akan punah karena diternak terus dan dilestarikan warga.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa perburuan Belibis besar-besaran akan terhenti suatu saat nanti. Kemudian warga di sana akan menyesal karena dulu tidak sempat beternak Belibis.

Nanti anak cucu kalian tidak akan pernah melihat Belibis. Bahkan, mereka juga tidak akan pernah merasakan daging belibis atau cuwiwi.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Referensi

  • siat.ung.ac.id
  • greeners.co
Loading...

Berikan komentar

error: Stop copy and paste because it is an illegal act.