Cara Memberikan Obat Cacing pada Kucing yang Benar

Burungnya.com – Hati-hati saat kucing cacingan karena cukup berbahaya. Anda harus tahu cara memberikan obat cacing pada kucing yang benar. Nah, kebetulan Drh. Lavinta Viena seorang dokter hewan berbagi tips memberikan obat cacing pada kucing.

Di awal dokter ini memberikan penjelasan bahwa ada berbagai jenis cacing yang sering menyerang kucing. Namun, ada cacing yang sering masuk ke tubuh kucing, yaitu Toxocara cati atau roundworm dan Diphylidium caninum atau tapeworm.

Gejala Awal Kucing Cacingan

Biasanya kucing yang cacingan tidak mengalami gejala klinis. Tapi bila kucing mengalaminya berarti cacing di dalam tubuh kucing sudah cukup banyak. Berikut ciri kucing cacingan yang perlu diketahui.

  • Diare
  • Kucing menjadi kurus
  • Bulu jadi kusam dan kasar
  • Kalau sudah parah cacingnya akan keluar lewat anus dan bercampur di kotorannya dan kadang juga keluar pas muntah.
  • Kucing lihat muntahannya sendiri
  • Anus kucing jadi bengkak.
  • Apabila sampai terjadi pendarahan pada anus berarti sudah berbahaya.

Penyebab Kucing Cacingan

  • Biasanya kucing terlalu sering main di tanah.
  • Apabila induk kucing sedang hamil cacingan biasanya transplasentanya bisa menular ke anaknya.
  • Anak kucing yang menyusui juga bisa tertular cacing dari induknya.

Oleh karena itu apabila kucing sedang hamil sebaiknya anaknya nanti yang sudah berusia 6 minggu dikasih obat cacing.

Waspada Penyakit Cacing Kucing Menular ke Manusia

  1. Pemilik kucing harus sering membersihkan tangan dengan sabun.
  2. Kita harus membersihkan tangan setelah membersihkan litter box.
  3. Saat keluar rumah harus memakai sandal atau sepatu.
  4. Sering membersihkan kandang, rumah, dan lingkungan.
  5. Kucing di dalam rumah harus diberi obat cacing minimal 3 bulan sekali. Apabila kucing outdoor pemberian obat cacing ke kucing 2 bulan sekali.

Obat Cacing Kucing

Drontal obat cacing kucing (tokopedia)
Drontal obat cacing kucing (tokopedia)

Ada beberapa obat cacing kucing yang bagus. Drh. Lavinta Viena telah membagikan informasi tentang obat cacing kucing yang bagus.

  • Drontal: kucing harus berusia 6 minggu atau minimal berat 1 kg. Kucing hamil tidak boleh diberi Drontal. Dosis : 1 tablet per 4 kg berat badan.
  • Revolution: tidak hanya untuk obat cacing, tapi juga kutu dan bakteri.

Apakah Kucing Boleh Diberi Combantrin?

Menurut penuturan dokter Drh. Lavinta Viena dari channel YouTube miliknya, kucing boleh diberi Combantrin. Tapi obat ini hanya bisa membunuh cacing Toxocara cati atau roundworm.

Tapi kan kita tidak tahu kucing sedang terkena cacing jenis apa. Jadi pemberian Combantrin kurang maksimal ya untuk kucing.

Jadi obat cacing kucing yang bagus dan lengkap bisa memakai Drontal saja.

Beli Obat Drontal

Cara Memberikan Obat Cacing pada Kucing

Pemberian obat cacing kucing sebaiknya dilakukan seminggu sekali, kalau sedang parah. Jadi hari ini kucing dikasih obat, seminggu kemudian kucing diberi obat cacing lagi.

Lihat kemasan Drontal untuk mengetahui takaran obat sesuai berat badan kucing.

Kemudian cara memberikan obatnya cukup mudah. Kita harus berada di belakang kucing.

Kucing bisa diselimuti handuk terlebih dahulu apabila dia sulit dikendalikan. Kemudian tangan kiri membuka mulut bagian atas.

Tangan kanan untuk memasukkan obat Drontal ke mulut kucing bagian dalam.

Berbeda dengan obat cacing Revolution karena bentuknya cair. Kalau Revolution pemberiannya di bagian tengkuk kucing.

Buka dulu bulu di bagian tengkuk dengan cara disingkapkan, kemudian klik dulu obatnya sampai bunyi klik. Lalu teteskan obatnya di tengkuk kucing biar kucing tidak bisa menjilatnya.

Setelah diberi obat Revolution, kucing jangan dipegang selama 24 jam. Tujuannya biar obat kucing meresap.

Semoga kucing Anda lekas sembuh dan tidak cacingan lagi. Pemberian obat cacing harus rutin walau kucing tidak sakit sekalipun.

Jadi setiap 3 bulan sekali, kucing sebenarnya harus diberi obat cacing. Untuk pencegahan apabila kucing terkena cacing.

Kesimpulan

Demikian tadi beberapa cara memberikan obat cacing pada kucing. Anda juga bisa subscribe channel youtube dokter hewan Lavinta Viena untuk mendapat banyak informasi seputar perawatan kucing.

Kami di sini hanya menyampaikan info perawatan hewan saja. Untuk pengobatan kucing sakit, sebaiknya tetap dibawa ke klinik atau dokter hewan.

Terima kasih telah membaca artikel Burungnya.com. Jangan lupa follow Instagram @burungnyadotcom dan Google News.

Artikel terkait

Leave a Comment