10 Cara Mengatasi Murai Batu Terlalu Jinak dan Tidak Bunyi

Burungnya.com – Sebagian orang mungkin ingin Murai Batu jinak dan gacor. Namun, pada kenyataannya rata-rata Murai Batu yang terlalu jinak justru tidak mau bunyi. Solusinya gimana?

Kalau burung sudah tidak mau bunyi gara-gara jinak, terlalu membutuhkan perawatan khusus. Pasalnya, bila keterusan, nanti burung merasa nyaman dan tidak mau bunyi selamanya.

Oleh karena itu, diperlukan perawatan yang lumayan keras, agar burung Murai Batu tidak lembek, loyo, dan over jinak. Meski begitu, tetap jaga kondisi tubuh Murai Batu dan jangan digembleng terlalu supaya burung tidak stres dan jatuh sakit.

Sebelum membahas tentang cara mengatasi Murai Batu terlalu jinak, kita perhatikan dulu penyebabnya apa saja. Dengan mengetahui penyebabnya, tentu Anda bisa menganalisis jalan keluarnya.

Baca juga: 5 Karakter Dasar Murai Batu untuk Menentukan Perawatan

Penyebab Murai Batu Terlalu Jinak

Cara Merawat Murai Batu Agar Tidak Jinak (twitter.com)
Cara Merawat Murai Batu Agar Tidak Jinak (twitter.com)

1. Proses Meloloh Murai Batu

Semua burung Murai Batu tertanakan tentu melewati masa loloh. Di masa ini pemiliki penangkaran biasanya akan meloloh burung-burungnya satu persatu.

Nah, ada kemungkinan proses meloloh Murai Batu ini terlalu lama sehingga burung jadi semakin manja. Naluri untuk berburu mangsa menjadi hilang dan akhirnya burung jadi manja.

Kalau sudah begini, burung harus dilatih militer. Namun, tidak seperti TNI ya latihannya. Latihan militer untuk Murai Batu cuma sebatas keras di vokal saja dan keras di fisik tapi sebatas umbaran.

Apabila proses meloloh ini dilakukan terlalu lama, nanti sampai burung dewasa, dia akan manja sekali. Untuk makan, kebanyakan minta diloloh. Terkadang burung tidak mau makan sendiri di wadah.

2. Sering Menggoda Burung

Dapat burung baru, pemiliknya terlalu bahagia dan digoda terus pagi, siang, malam. Jelas hal tersebut membuat burung semakin jinak.

Namun, hal seperti kurang baik karena burung terlalu jinak bisa menurun kualitas mental. Nanti burung menjadi kurang garang di lomba.

Apabila menghadapi lawan, dia cuma diam dan kurang fighter. Walau ada kemungkinan isian suara lebih banyak, tapi kalau bertemu lawan diam saja, tentu kurang baik.

Baca juga: Tips Perawatan Murai Batu Sebelum dan Sesudah Lomba

3. Perawatan Terlalu Istimewa

Dalam merawat burung Murai Batu, tidak perlu ada yang diistimewakan. Semua perawatan disamakan saja. Nanti burung yang merasa diistimewakan bakal sulit diseting atau istilahnya susah dilatih.

Burung jadi seenaknya sendiri. Kalau malas bunyi ya diam, diminta latihan umbaran juga diam, dan lain-lain. Burung baru bunyi saat sendirian.

Murai Batu mempunyai insting tinggi, dia sedang dianggap istimewa oleh pemiliknya atau tidak. Kalau Anda selalu mengistimewakan burung, nanti dia ada dua kemungkinan. Pertama dia lebih sayang Anda, kedua dia justru kurang menghormati Anda.

Makanan Burung Murai Batu yang Bagus (youtube.com)
Makanan Burung Murai Batu yang Bagus (youtube.com)

4. Pemilik Memanjakan Burung

Burung Murai Batu terlalu dimanja sejak anakan. Misal, sejak kecil burung diloloh sampai dewasa. Burung diajak duduk bersama dan menggodanya dengan tangan.

Kalau bertemu burung sering disapa atau sekadar bersiul. Perlakuan seperti ini sudah membuat burung bahagia dan merasa dimanja.

Jangkrik yang biasanya diberi 3-5 ekor jadi diberi banyak sekali sampai kenyang. Makanan super enak dan tidak pernah kekurangan.

Sangkar bagus dan bersih, pakan EF lengkap, dikasih untulan, serta perawatan mandi jemur rutin. Burung mana yang tidak meleleh bila diperlakukan seperti ini.

5. Burung Dirawat Wanita

Sekarang banyak wanita yang ikut merawat burung Murai Batu. Kembali lagi kami ingatkan bahwa burung memiliki insting tersendiri.

Loading...

Apabila perawatnya lemah lembut dan penyayang, pasti dia jadi manja serta terlalu jinak. Jadi bila istri Anda ikut merawat burung, pastikan dilakukan biasa saja.

Jangan sampai burung merasa dimanja berlebihan oleh istri Anda. Misalnya, makan selalu diloloh, bulu minta dielus, kalau ketemu minta digoda, dan burung hanya mau bunyi di depan istri Anda.

Baca juga: Cara Mengatasi Murai Batu Tidak Mau Bunyi dan Penyebabnya

Cara Mengatasi Murai Batu Terlalu Jinak

Murai Batu Gacor (dayaternak.com)
Murai Batu Gacor (dayaternak.com)

1. Perawatan Keras

Nah yang dimaksud perawatan keras adalah perawatan yang lumayan bernada tegas dan seperti menakut-nakuti burung. Namun, pastikan burung tidak sampai stres.

  • Saat memberikan makan burung, pukul-pukul botol kosong ke lantai.
  • Pakan dimasukkan ke sangkar, terus mata melotot seperti marah.
  • Pukul botol kosong ke lantai dan minta burung makan sekarang.
  • Saat burung miyik dan ngelowo, pukulkan botol ke lantai lagi.
  • Lakukan berulang kali sampai burung mentalnya kuat.

2. Tidak Digoda

Ketika bertemu burung Murai Batu, coba terlihat santai dan mengacuhkannya. Beri makan biasa saja, lalu pergi.

Saat lewat di dekatnya jangan menoleh atau memandangnya. Biarkan saja dia situ seperti tidak dianggap.

Cuek lebih bagus untuk melatih burung lebih tangguh. Burung yang merasa tidak dianggap akan mengira dia tidak disayang. Kemudian burung akan menunjukkan performa terbaiknya untuk memikat hati pemiliknya.

Baca juga: 3 Gaya Bertarung Murai Batu yang Unik dan Cara Melatihnya

3. Sering Latihan Bersama Lawan

Setiap akhir pekan, ajak burung ke latberan atau gantangan dekat rumah. Dengan melatih burung bersama burung lain, jiwa fighternya akan muncul.

Namun jangan diikutkan lomba dulu. Biarkan burung melihat situasi latberan dari kejauhan. Takutnya burung semakin down bila melihat lawan yang lebih tangguh.

Lama-lama bila burung sudah terlihat antusias, baru coba diturunkan ke lapangan. Lihat reaksinya, apabila burung sudah berani berkicau melawan burung lain, berarti mentalnya sudah mulai kuat.

Tips Memilih Murai Batu Fighter (globalkicau.com)
Tips Memilih Murai Batu Fighter (globalkicau.com)

4. Burung Jangan Dimanja

Kembali lagi kami ingatkan bahwa burung tidak perlu dimanja. Berikan makanan seadanya. Jangan sampai burung merasa dimanja dan akhirnya justru terlalu jinak.

Contoh, berikan makanan jangkrik sedikit saja. Pakan voer juga sedikit, tapi minuman selalu ada. Saat memberi makan, dimasukkan dalam wadah, lalu tinggalkan.

Tidak perlu bersiul atau apapun, cukup kasih makan lalu tinggal. Cuek terhadap burung lebih bagus. Bahkan, kalau perlu keras saja.

5. Masukkan Kandang Ternak

Burung Murai Batu yang dimasukkan kandang ternak biasanya relatif lebih giras. Jadi, coba masukkan burung ke kandang ternak dan lihat perubahannya.

Di kandang ternak, burung makan sendiri di bawah dan tidak diloloh. Masukkan burung di kandang ternak 2-4 minggu, nanti dia tidak jinak lagi.

Kalau Anda tidak memiliki kandang ternak, coba ganti dengan kandang umbaran. Intinya masukkan burung ke kandang yang lebih besar.

Baca juga: 10 Cara Ternak Murai Batu Medan dengan Perhitungan Usaha yang Sukses

Kesimpulan

Demikian beberapa cara mengatasi Murai Batu terlalu jinak dan tidak mau bunyi. Semakin burung jinak, biasanya dia malas bunyi. Namun, burung jinak memiliki kelebihan yaitu langsung nyaut bila diajak berinteraksi.

Sayangnya, hal tersebut kurang bagus untuk burung lomba. Kalau burung Anda tidak dilombakan, mau jinak atau dimanja juga tidak masalah.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!