Cara Merawat Anak Burung Hantu dan Harganya (pinterest.com)

10 Cara Merawat Anak Burung Hantu yang Benar dan Harganya

Burungnya.com – Jangan samakan antara perawatan burung Hantu dewasa dan anak burung Hantu. Dilihat dari ukuran tubuh, kedua burung tersebut sudah berbeda. Sehingga cara merawatnya juga perlu disesuaikan.

Apabila Anda sudah terbiasa merawat burung kicau, maka Anda harus belajar ulang perawatan burung Hantu. Burung ini memiliki kehidupan atau aktivitas yang tidak sama dengan manusia. Sehingga perawatan harian burung Hantu mungkin akan sedikit menyulitkan.

Selain itu, jenis makanan anak burung Hantu juga berbeda-beda tergantung jenisnya. Namun, mayoritas anakan burung ini bisa diberi makan yang berukuran kecil. Dengan mengetahui hal-hal dasar tersebut, Anda dapat merawat anakan burung Hantu dengan benar.

Perawatan Anakan Burung Hantu (wildlifecenter.org)
Perawatan Anakan Burung Hantu (wildlifecenter.org)

Cara Merawat Anak Burung Hantu

1. Cari Referensi tentang Perawatan Burung Hantu

Kalau Anda belum pernah merawat anak burung Hantu, sebaiknya cari dulu referensi tentang perawatan burung tersebut. Hal ini untuk menghindari kesalahan saat proses perawatan.

Referensi apa saja yang perlu dicari untuk merawat burung Hantu kecil? Banyak poin penting dalam merawat burung Hantu, di antaranya sebagai berikut:

  • Jenis burung Hantu.
  • Perawatan burung Hantu harian.
  • Jenis makanan burung.
  • Kebiasaan burung.
  • Habitat burung Hantu.
  • Tempat hidup sehari-hari.
  • Cara memberikan makan burung Hantu.
  • Kapan pemberian pakan burung.
  • Porsi pakan burung.
  • Pelatihan burung Hantu agar jinak.
  • Proses adaptasi burung Hantu anakan.
  • Bahaya serangan burung Hantu.
  • Penyakit burung Hantu.

2. Tujuan Memelihara Burung Hantu

Anda harus menentukan tujuan merawat burung Hantu. Apakah Anda ingin melestarikan burung Hantu, cuma ingin pelihara agar kelihatan keren, atau karena hobi pelihara hewan.

Penentuan tujuan ini sebaiknya dilakukan sebelum membeli anakan burung Hantu. Jika memang, tujuannya tidak terlalu penting, sebaiknya urungkan niat Anda. Burung Hantu sebenarnya hewan liar yang tidak cocok dipelihara.

Namun, jika tujuannya untuk menjaga populasi dan untuk penangkaran burung Hantu, hal tersebut masih diperbolehkan. Burung Hantu yang dipelihara dengan baik dapat dijadikan penjaga sawah atau ladang dari gangguan tikus.

3. Lingkungan Tempat Tinggal

Pelihara burung Hantu tidak boleh sembarangan. Setidaknya Anda harus menciptakan yang mirip dengan habitat aslinya. Burung Hantu gemar bertengger di ranting pohon dan memangsa hewan kecil lain di permukaan tanah.

Sehingga Anda harus membuatkan lingkungan yang serupa. Misalnya, burung Hantu diberikan tenggeran tanpa sangkar. Kemudian makanannya dibiarkan hidup agar burung Hantu yang berburu sendiri.

4. Burung Hantu Tidak Dimasukkan Sangkar

Satu hal lagi yang penting, yakni burung Hantu tidak dipelihara dalam sangkar. Walaupun sangkar yang diberikan besar, burung Hantu pasti tidak suka. Justru anak burung Hantu bisa stres saat dimasukkan ke dalam sangkar atau kandang.

Burung Hantu tipe hewan liar yang berburu makanan di malam hari. Buatkan saja tenggeran atau beli tangkringan dengan tiang tinggi di bawahnya.

Setelah itu, ikat kaki anak burung Hantu dengan tali agar tidak kabur. Pilih tali yang kuat tapi tidak menyakiti kaki anakan burung. Sekarang sudah banyak kios burung yang menjual tali pengikat kaki burung.

Berikan wadah pakan dan minum di samping tangkringan. Tujuannya agar burung Hantu bisa sewaktu-waktu memakannya. Kalau cuma tangkringan saja, burung Hantu bisa kelaparan dan akhirnya mati.

5. Jadi Burung Hantu sebagai Teman

Perawatan burung Hantu yang benar tidak hanya memberi makan dan minum. Burung Hantu juga butuh kasih sayang. Jadi, Anda harus menganggap burung Hantu sebagai teman Anda sendiri.

Sebelum berangkat sekolah atau kerja, sapa dulu burung Hantu. Pulang sekolah atau kerja, sempatkan berbicang dengan burung Hantu.

Jangan lupa, berikan perawatan harian yang rutin, seperti mandi, bersihkan tubuhnya, mengelus pelan, dan pemberian pakan menggunakan tangan.

Loading...
Makanan Anak Burung Hantu (youtube.com)
Makanan Anak Burung Hantu (youtube.com)

6. Makanan dan Minuman Burung Hantu

Burung Hantu yang masih anakan bisa diberi pakan yang berukuran kecil. Makanan tersebut di antaranya sebagai berikut:

  • Tikus kecil.
  • Ikan kecil.
  • Katak kecil.
  • Jangkrik.
  • Potongan daging.

Kalau masih kecil, burung Hantu tidak boleh diberikan makanan dengan ukuran besar. Soalnya, burung bisa tersedak dan membahayakan pencernaannya.

Berikan makanan dalam keadaan hidup atau yang masih ada darahnya. Jangan lupa sediakan minuman walau burung Hant tidak dalam keadaan sedang makan.

7. Burung Hantu Jangan Dijemur

Anda mungkin sudah tahu bahwa burung Hantu merupakan hewan nokturnal yang aktif di malam hari. Sehingga siang hari sering dia gunakan untuk tidur dan beristirahat. Kalau Anda menjemur burung Hantu, berarti Anda telah menyiksanya.

Burung Hantu tidak suka cahaya cerah apalagi sinar matahari yang panas. Kalau dipaksakan jemur, burung Hantu bisa stres, sakit, dan akhirnya meninggal.

Sebenarnya burung Hantu bisa dikeluarkan siang hari, tapi tidak langsung terkena sinar matahari. Kalau malam, sebaiknya lampu dimatikan dan jangan membuat keributan.

8. Mengajak Burung Hantu Main

Anak burung Hantu masih membutuhkan kasih sayang. Nah, karena dia terpisah dengan orangtua, otomatis Anda yang harus menggantikannya. Ajak burung Hantu main di teras rumah, ajak jalan-jalan, dan main sambil latihan berburu mangsa.

Burung Hantu juga bisa sekalian dilatih untuk hinggap di lengan atau pundak. Namun, Anda harus tetap menjaga keamanan dengan cara memakai sarung tangan khusus.

9. Pola Tidur Seperti di Alam

Anda harus membiarkan burung Hantu tidur seperti di alam liar. Jadi, kalau siang burung Hantu jangan diajak main. Burung Hantu baru boleh diajak main kalau hari sudah gelap.

Selain itu, siang hari biarkan burung Hantu untuk istirahat atau tidur. Dengan menjaga pola tidurnya, burung Hantu akan semakin sehat dan tidak stres.

10. Letakkan Burung Hantu di Tempat yang Aman

Burung Hantu yang tidak diberi kandang bisa menjadi santapan hewan lain. Jika di sekitar rumah Anda, ada anjing, kucing, dan ular, sebaiknya Anda memberikan penjagaan ekstra. Sebab, burung Hantu mudah diserang hewan lain yang bisa menyebabkan luka atau gangguan mental.

Untuk menanggulanginya, setiap burung berada di luar rumah, awasi terus. Jangan membiarkan hewan lain mendekat, kecuali hewan yang khusus untuk dimangsa.

Baca juga:

Harga Anak Burung Hantu

Selama ini ada dua jenis burung Hantu yang cukup populer di Indonesia. Tak heran banyak sekali masyarakat yang ingin memelihara anakan burung Hantu tersebut. Nah, jenis burung Hantu yang kami maksud, seperti anakan burung Hantu Celepuk dan anak burung Hantu Barn Owl.

Dari pantauan kami, harga anakan burung Hantu bervariasi. Untuk anak burung Hantu Celepuk, harganya Rp 150.000 di Jakarta Timur. Kalau harga anakan burung Hantu Barn Owl Rp 250.000 di Banjarmasin.

Kesimpulan

Demikian beberapa cara merawat anak burung Hantu yang benar. Perawatan yang tidak didasari dengan pemahaman dan ilmu, tentu akan membuat anakan burung Hantu tidak nyaman. Sehingga Anda harus mempelajari dasar-dasar merawat burung Hantu.

Terlebih, jenis burung Hantu cukup banyak. Perawatan setiap jenis burung Hantu juga berbeda-beda. Anda harus mempelajari setiap jenisnya agar tidak salah dalam memberikan perawatan.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Pencarian terkait:

  • makanan anak burung hantu
  • cara memelihara burung hantu
  • cara merawat burung hantu
  • pakan burung hantu
  • cara memelihra burung hantu kecil
  • cara merawat anak burung hantu
  • Perawatan burung hantu
  • cara merawat bayi burung hantu
  • burung hantu white owl harga dan perawatan
  • memelihara burung hantu

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!