8 Cara Merawat Murai Batu di Musim Hujan Agar Tetap Fit

Burungnya.com – Sebentar lagi Indonesia akan memasuki musim hujan. Bagi Anda yang memiliki burung peliharaan seperti Murai Batu atau jenis lain, Anda harus waspada. Sebab, cuaca dingin dan musim penghujan dapat membuat burung kurang fit dan ngedrop.

Oleh karena itu, diperlukan perawatan ekstra agar Murai Batu, performanya tetap bagus dan fit. Burung diberi berbagai perawatan terbaik, mulai dari pakan, minum, multivitamin, suplemen, lingkungan, kenyamanan, dan kehangatan.

Jangan samakan merawat Murai Batu di musim kemarau atau hari-hari biasanya. Ini akan menjadikan performa Murai Batu cepat drop dan tingkat kesehatan menurun.

Cara Merawat Murai Batu di Musim Hujan

1. Jemur Burung Saat Ada Matahari

Di musim hujan, matahari tak bersinar sepanjang hari. Kadang, pagi hari sudah mendung, tapi ada juga waktu di mana hari mulai mendung setelah lewat jam 12.00. Nah, agar burung tetap fit, segera jemur burung Murai Batu begitu ada sinar matahari.

Bila situasi dan kondisi tidak memungkinkan, lebih baik burung tidak dijemur. Ini untuk kasus seharian mendung. Jadi, Murai Batu didekatkan saja di lampu pijar yang hangat. Walau tidak sama dengan matahari, minimal burung merasa hangat.

Oh iya, Anda jangan terburu-buru menjemur burung, begitu matahari muncul. Pasalnya, matahari terkadang cuma muncul sebentar, kemudian terhalang awan, dan akhirnya turun hujan. Lebih baik, tunggu sampai sinar matahari bersinar terang, baru Anda mengeluarkan burung.

2. Burung Tidak Wajib Mandi

Hujan membuat air dan udara sangat dingin. Anda tidak wajib memandikan burung karena hal tersebut bisa menyiksanya. Akan lebih baik, bila Anda menyediakan keramba mandi saja. Biarkan burung yang menentukan sendiri, mau mandi di musim hujan atau tidak.

Kalau burung dipaksa harus mandi seperti perawatan harian biasa, justru burung akan tersiksa. Sebab, cuaca di musim hujan dingin sekali, takutnya malah berakibat buruk pada kesehatan burung.

3. Gantung Murai di Dalam Rumah

Saat cuaca dingin di musim penghujan, biasanya angin bertiup kencang. Anda bisa menyiasati ini dengan menggantung burung Murai Batu di dalam rumah. Usahakan walau berada di dalam rumah burung masih bisa mendapatkan udara segar.

Minimal cahaya dari luar masih bisa mengenai tubuh burung. Jadi, lebih baik gantung burung di area rumah yang teduh tapi cahaya dari luar masih bisa masuk. Contoh tempat jemur baju yang atapnya asbes bening. Sehingga hujan tidak bisa masuk, tapi cahaya masih terang.

Namun, kalau curah hujan tinggi hingga membuat suara yang keras, maka segera pindahkan burung ke tempat lain. Pilih tempat yang suara hujannya tidak terlalu keras.

Perawatan Burung Murai Batu di Musim Hujan (pinterest.com)
Perawatan Burung Murai Batu di Musim Hujan (pinterest.com)

4. Burung Dikerodong

Sudah pasti Anda butuh kerodong saat musim hujan. Alasannya biar burung Murai Batu merasa hangat di dalam kerodong. Coba bayangkan, kalau sangkar tidak dikerodong, pasti Murai kedinginan, tubuhnya bisa masuk dan menggigil atau gemetar.

Loading...

Kalau sudah demikian justru semakin repot karena burung harus segera mendapatkan tindakan. Contohnya, burung dibawa ke tempat hangat, tubuhnya dibungkus handuk atau kain tebal, dan didekatkan di lampu bohlam.

5. Berikan Pakan Extra Fooding (EF)

Tubuh Murai Batu di musim hujan harus selalu hangat. Jadi sebaiknya Anda memberi pakan extra fooding yang sifatnya panas di dalam tubuh. Salah satu pakan EF yang bisa menghangatkan tubuh adalah ulat hongkong.

Anda juga bisa memberikan pakan yang lain, seperti jangkrik, kroto, ulat kandang, hingga ulat daun pisang. Porsi pemberian pakan EF bisa lebih banyak, tapi harus sesuai kondisi tubuh agar burung tidak over birahi.

6. Jangan Sampai Pakan Jamuran

Jaga kebersihan kandang dan wadah pakan agar makanan burung Murai Batu tidak jamuran. Cipratan air hujan berpotensi membuat voer burung jadi basah dan akhirnya jamuran.

Solusinya, setiap pagi dan sore ganti pakan burung supaya tidak jamuran. Walau butuh tenaga ekstra yang penting burung tidak jatuh sakit karena makanan yang terkontaminasi jamur.

7. Bulu Gembung atau Ngembang

Burung Murai Batu bulunya bisa gembung atau ngembang saat hujan. Hal tersebut sebenarnya wajar untuk beradaptasi saat cuaca dingin. Namun, Anda harus segera sigap dan memindahkan burung ke dalam rumah atau mengerodongnya.

Sebab, kalau dibiarkan gembung, burung bisa malas makan, pendiam, kurang aktif, dan akhirnya jatuh sakit. Entah karena burung masuk angin, kurang enak badan, atau memang burung kurang fit.

8. Berikan Multivitamin dan Suplemen

Kesehatan burung di musim hujan harus selalu dijaga dengan memberikan multivitamin dan suplemen. Anda bisa memberikan vitamin tetes atau meracik sendiri makanannya. Racikan pakan Murai Batu dari bahan-bahan tradisional sangat membantu menghangatkan tubuh dan mencegah burung jatuh sakit.

Untuk merek vitamin dan suplemen, Anda dapat menyesuaikan sendiri dengan isi kantong. Sebab, harga vitamin Murai Batu juga terbilang mahal. Jadi, kami tidak mengharuskan Anda membeli merek vitamin atau suplemen tertentu.

Baca juga:

Kesimpulan

Demikian beberapa cara merawat Murai Batu di musim hujan agar tetap fit. Dalam hal ini yang terpenting jaga kondisi tubuh Murai. Jangan sampai burung kedinginan atau terlihat lesu.

Burung harus mengonsumsi makanan extra fooding yang bersifat panas. Dengan begitu tubuh burung akan selalu hangat dan tidak kedinginan.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!