3 Ciri Murai Batu Borneo yang Bagus dan Cara Merawatnya

3 Ciri Murai Batu Borneo yang Bagus dan Cara Merawatnya

Burungnya.com – Kicau mania tentunya sudah mengetahui bahwa Murai Batu Borneo berasal dari Kalimantan. Konon katanya, burung Murai Batu ini masih kalah jauh dari Murai Batu Medan Sumatera. Keturunan ras burung memang berpengaruh terhadap kemampuan burung Murai Batu, tetapi harus diimbangi dengan perawatan yang baik.

Sebagai tambahan informasi, jenis Murai Batu Borneo dibedakan jadi tiga ras utama, di antaranya Murai Batu Banjar, Murai Batu Palangka, dan Murai Batu Mahkota. Murai Batu Banjar ditemukan di Kalimantan Selatan. Sementara Murai Batu Palangka berasal dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Baca juga: 3 Gaya Bertarung Murai Batu yang Unik dan Cara Melatihnya

Sekarang mari mengenal ciri-ciri Murai Batu Borneo yang bagus sesuai dengan jenis ras masing-masing. Sehingga, Anda bisa lebih memahami Murai Batu Borneo dari seluruh daerah di Kalimantan.

Ciri Murai Batu Borneo (kicaumania373.wordpress.com)
Ciri Murai Batu Borneo (kicaumania373.wordpress.com)

Ciri Murai Batu Borneo

1. Murai Batu Banjar

  • Ukuran tubuh bervariasi mulai dari kecil hingga besar.
  • Panjang ekor Murai Batu Banjar 10-15 cm.
  • Warna bulu dada cokelat muda.
  • Kaki mempunyai warna cokelat kehitaman, putih kekuningan, hitam, dan cokelat kemerahan.
  • Gaya bertarung burung ini biasanya mengembangkan bulu di dada atau mbalon.

2. Murai Batu Palangka

  • Postur tubuh Murai Batu ini sedang tapi relatif memanjang.
  • Panjang ekor Murai Batu Palangka 15-18 cm.
  • Bulu dada berwarna kecokelatan.
  • Warna kaki kombinasi cokelat kehitaman dan kemerahan, ada juga yang berwarna kekuningan.
  • Gaya bertarung Murai Batu Palangka mengembangkan bulu dada atau biasa disebut mbalon.

3. Murai Batu Mahkota

  • Tubuh Murai Batu agak kecil, tapi sebagian berukuran sedang.
  • Panjang ekor Murai Batu ini 10-13 cm.
  • Warna bulu dada khas cokelat muda.
  • Kakinya berwarna hitam pekat.
  • Gaya bertarung Murai Batu ini mbalon atau menggembungkan dadanya.

Cara Merawat Murai Batu Borneo

Murai Batu Borneo dapat diberi pakan racikan voer. Sejak dini burung harus dilatih makan voer. Alangkah lebih bila voer dicampur dengan ulat hongkong dan kroto. Setelah makan voer, burung dilatih makan jangkrik.

Loading...

Untuk sehari-sehari, sebaiknya Murai Batu dipisahkan dari burung lain. Tujuannya agar burung tidak kalah mental. Selain itu, Anda dapat mengerodong burung full untuk menjaga mentalnya tetap fighter dan melindungi dari cuaca dingin.

Baca juga: Penangkaran Murai Batu Ekor Terpanjang di Dunia Ternyata Ada di Indonesia

Jangan lupa, setiap pagi burung diembunkan mulai pukul 05.00-06.00. Kemudian burung diberi variasi pakan extra fooding berupa kroto, ulat, atau jangkrik. Porsi pakan tergantung kesukaan burung, tapi jangan terlalu banyak karena dapat membuat Murai Batu gemuk dan malas berkicau.

Selain pakan extra fooding, burung juga diberi multivitamin untuk menjaga kesehatannya tetap fit. Tambahkan pula suplemen agar Murai Batu Borneo gacor seperti Murai Batu Medan.

Demikian ciri khas Murai Batu Borneo yang bagus dan cara merawatnya. Untuk masalah perawatan, sebenarnya tergantung pemiliknya masing-masing. Intinya, burung harus diberi pakan bergizi, baik berupa pakan extra fooding, multivitamin, dan multivitamin.

Baca juga: 12 Daftar Panjang Bulu Ekor Murai Batu Berdasarkan Habitat Aslinya

Di samping itu, kebersihan kandang Murai Batu harus tetap terjaga. Pakan minum harus diganti setiap hari, apalagi makanan yang busuk. Untuk perawatan lomba beda lagi, karena ada tahapan pemilihan bahan atau anakan, pemasteran, latihan umbaran, latihan pernapasan, dan lain-lain.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain. Terima kasih.

Loading...

Pencarian terkait:

  • ciri murai kalimantan
  • murai batu banjar
  • murai palangka

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!