Gubernur Khofifah Lepas Lovebird, Begini Kata Peneliti LIPI

Burungnya.com – Tanggal 3 Februari 2021, foto-foto yang diunggah di laman Facebook Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ramai diperbincangkan. Ia menulis dalam narasi bahwa ia akan meresmikan Rumah Sakit Joglo Dungus di Madiun.

Ada 5 foto yang diunggah di Facebook, salah satunya saat Khofifah dan beberapa orang melepas burung-burung, seperti Derkuku, Kutilang, dan Lovebird.

Komentar Netizen Tentang Melepas Burung Lovebird

Banyak komentar menanggapi foto tersebut. Beberapa netizen di antara mereka menyayangkan pelepasan burung Lovebird, karena burung Lovebird merupakan burung peliharaan dan dianggap sulit mencari makan di alam bebas.

Selain itu, beberapa orang mengatakan bahwa tindakan tersebut dapat merusak ekosistem yang ada di lingkungan setempat.

Beberapa Komentar Netizen di Facebook

Adhmi El-Rau’uf: Lovebird dilepas liarkan malah blunder. Kalau ndak punya ilmu tentang karakter burung ya minimal jangan dijadikan pencitraan.

Andreas Christian: Beginilah kalau pemimpin yang kurang pengetahuan. Itu jenis burung yang tidak boleh dilepas dialam secara bebas. Lovebird itu bukan burung lokal. Yang ada menganggu keseimbangan alam liar. Pencitraan tapi membuat nyawa binatang tak berdosa terbuang sia-sia karena mereka tidak bisa cari makan di alam liar.

Ibnu Mas’ud: BKSDAnya jatim gimana ini?? Melepas spesies yang bukan species domestik yang ada disana. Invasif dan bakal merusak ekosistem yang ada. Suatu tindakan yang niatnya baik jadi buruk.

Kunto Wijoyo: Seharusnya kutilang, cendet dan jenis-jenis burung yang memakan ulat. Lovebird mau makan apa di alam liar?

Muhammad Aditya: Melepaskan Lovebird yang bukan burung asli dari indonesia itu kesalahan. 1. Burung belum tentu bisa hidup, karena LB pakan utamanya biji2an. 2. LB gampang dipancing dan ditangkap lagi. 3. Bisa merusak ekosistem burung-burung lokal.

Gubernur Khofifah Lepaskan Burung Lovebird (facebook.com)
Gubernur Khofifah Lepaskan Burung Lovebird (facebook.com)

Pendapat Peneliti di LIPI

Setelah melihat pelepasan burung-burung Lovebird secara bebas, Peneliti di Pusat Penelitian Biologi, Bidang Zoologi, LIPI, Dewi Malia Prawiradilaga dimintai keterangan oleh Kompas.

Jawabannya cukup mengejutkan karena menurut Dewi tindakan tersebut kurang tepat. Burung Lovebird bisa mati kalau hidup di alam liar, terutama di Indonesia.

Loading...

“Tindakan yang kurang tepat. Kasihan burungnya karena sudah biasa dirawat dan diberi makan. Mungkin kalau tidak tertangkap lagi oleh penduduk, burung bisa mati,” ujarnya, seperti yang disadur dari Kompas.com (7/2/2021).

Lovebird sendiri bukan burung asli Indonesia. Mereka awalnya burung peliharaan yang diimpor dari luar negeri, tepatnya dari Benua Afrika. Sampai sekarang sudah banyak yang menangkar Lovebird.

Baca juga:

Dampak Melepas Lovebird

Peneliti LIPI yang lain yaitu Siti Nuramaliati Prijono juga mengatakan bahwa Lovebird dilepas dan berkembangbiak dapat mengancam keberadaan spesies burung lokal.

Lovebird Dilepas di Habitat Sesuai

Sebab, burung Lovebird akan menguasai wilayah teritorial barunya apabila dilepas di habitat yang sesuai. Kemudian dia merebut sumber makanan utama burung lokal, dan bahkan cenderung mengambil alih sarang burung lokal.

Jadi niat baik kita justru bisa mengancam kelestarian plasma nutfah asli Indonesia,” kata Siti.

Lovebird Dilepas di Habitat Tidak Sesuai

Apabila Lovebird dilepas di habitat yang tidak sesuai, burung tersebut akan sulit bertahan hidup dan mati. Alasannya simpel, Lovebird tidak dapat menemukan makanan yang biasa dia konsumsi.

Burung Lovebird juga bisa dimangsa hewan lain, seperti kucing, anjing, musang, garangan, ular, elang, dan lain-lain.

Yang ditakutkan lagi adalah saat burung dilepas ke alam, kemudian dia membawa penyakit dan menularkannya. Sehingga burung tersebut pasti mengancam keselamatan spesies-spesies lokal.

Kesimpulan

Demikian beberapa protes warga terkait pelepasan burung Lovebird ke alam liar yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama tim terkait.

Semoga ke depannya, kejadian semacam ini tidak terulang. Burung-burung yang dilepas, memang benar-benar burung yang diperlukan di alam. Sehingga rantai makanan tetap berjalan lancar dan ekosistem lingkungan tidak terganggu.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!