57 Jenis-jenis Burung Hantu di Indonesia Beserta Gambarnya

Burungnya.com – Banyak yang bilang jenis-jenis burung Hantu di Indonesia sangat beragam. Namun, burung Hantu sebagian jenisnya dilindungi pemerintah karena terancam punah.

Burung hantu adalah salah satu kelompok burung yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para penggemar dan pecinta burung. Burung hantu memiliki ciri khas berupa mata yang besar dan menghadap ke depan, paruh yang bengkok dan tajam, bulu yang membentuk lingkaran di wajah, dan kemampuan memutar leher hingga 180 derajat.

Burung hantu juga dikenal sebagai burung pemangsa nokturnal, yang berarti aktif berburu di malam hari.

Di Indonesia, terdapat sekitar 57 jenis burung hantu yang tersebar di berbagai pulau dan habitat. Beberapa di antaranya termasuk dalam jenis burung hantu yang dilindungi oleh pemerintah, karena populasinya yang terancam punah atau berkurang akibat perburuan, perdagangan, atau perusakan habitat.

Beberapa di antaranya juga menjadi burung hantu peliharaan yang populer di kalangan masyarakat, karena memiliki penampilan yang menarik dan perilaku yang jinak.

Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dekat beberapa jenis burung hantu asli Indonesia beserta gambarnya, serta cara merawat, makanan, dan harga burung hantu yang biasa dipelihara.

Lihat juga: 8 Jenis Burung Hantu Indonesia yang Bisa Dipelihara di Rumah

Jenis-jenis Burung Hantu di Indonesia

Berikut adalah beberapa jenis burung hantu yang ada di Indonesia, beserta ciri-ciri dan gambarnya:

1. Burung Hantu Celepuk (Otus spp.)

Burung Hantu Celepuk
Burung Hantu Celepuk

Celepuk adalah nama umum untuk beberapa jenis burung hantu kecil yang termasuk dalam genus Otus. Celepuk memiliki ciri khas berupa jumbai bulu di atas kepala yang menyerupai telinga, mata yang berwarna kuning atau oranye, dan bulu yang berwarna cokelat, abu-abu, atau hitam dengan bercak putih.

Celepuk hidup di hutan, perkebunan, atau pekarangan, dan biasanya bersarang di lubang pohon. Celepuk memakan serangga, tikus, burung kecil, atau reptil.

Di Indonesia, terdapat sekitar 16 jenis celepuk yang dilindungi oleh pemerintah, seperti celepuk flores, celepuk jawa, celepuk biak, celepuk raja, celepuk sangihe, dan lain-lain. Beberapa jenis celepuk yang sering dipelihara adalah celepuk sulawesi, celepuk reban, dan celepuk jampuk.

2. Pungguk (Ninox spp.)

Burung Hantu Pungguk
Burung Hantu Pungguk

Pungguk adalah nama umum untuk beberapa jenis burung hantu sedang yang termasuk dalam genus Ninox. Pungguk memiliki ciri khas berupa mata yang berwarna kuning, bulu yang berwarna cokelat atau merah, dan tidak memiliki jumbai di atas kepala.

Pungguk hidup di hutan, perkebunan, atau pekarangan, dan biasanya bersarang di lubang pohon atau sarang burung lain. Pungguk memakan serangga, tikus, burung kecil, atau reptil.

Di Indonesia, terdapat sekitar 10 jenis pungguk yang dilindungi oleh pemerintah, seperti pungguk togian, pungguk merah-tua, pungguk sumba, pungguk papua, dan lain-lain. Beberapa jenis pungguk yang sering dipelihara adalah pungguk coklat, pungguk riau, dan pungguk benggala.

3. Serak (Tyto spp.)

Burung Hantu Serak
Burung Hantu Serak

Serak adalah nama umum untuk beberapa jenis burung hantu besar yang termasuk dalam genus Tyto. Serak memiliki ciri khas berupa wajah yang berbentuk hati, mata yang berwarna hitam, dan bulu yang berwarna putih, cokelat, atau abu-abu.

Serak hidup di hutan, perkebunan, atau pekarangan, dan biasanya bersarang di lubang pohon, gedung, atau gua. Serak memakan tikus, burung kecil, atau reptil.

Di Indonesia, terdapat sekitar 5 jenis serak yang dilindungi oleh pemerintah, seperti serak minahasa, serak taliabu, serak sulawesi, serak maluku, dan serak flores. Beberapa jenis serak yang sering dipelihara adalah serak jawa, serak hitam, dan serak maskot.

4. Beluk (Bubo spp.)

Burung Hantu Beluk
Burung Hantu Beluk

Beluk adalah nama umum untuk beberapa jenis burung hantu besar yang termasuk dalam genus Bubo. Beluk memiliki ciri khas berupa jumbai bulu di atas kepala yang besar, mata yang berwarna kuning atau oranye, dan bulu yang berwarna cokelat, abu-abu, atau hitam dengan corak belang.

Beluk hidup di hutan, pegunungan, atau padang rumput, dan biasanya bersarang di pohon, tebing, atau tanah. Beluk memakan tikus, kelinci, burung besar, atau reptil.

Di Indonesia, terdapat sekitar 4 jenis beluk yang dilindungi oleh pemerintah, seperti beluk sumatera, beluk jampuk, beluk ketupa, dan beluk telinga pendek. Beberapa jenis beluk yang sering dipelihara adalah beluk watu, beluk ketupa, dan beluk jampuk.

Cara Merawat Burung Hantu

Merawat burung hantu membutuhkan perhatian dan kesabaran yang tinggi, karena burung hantu memiliki kebutuhan dan perilaku yang berbeda dengan burung lain. Berikut adalah beberapa tips cara merawat burung hantu dengan baik:

1. Pemilihan Jenis Burung Hantu

Pilih jenis burung hantu yang sesuai dengan minat, anggaran, dan kemampuan anda. Beberapa jenis burung hantu lebih mudah dijinakkan dan dirawat daripada yang lain.

Jika anda pemula, sebaiknya pilih jenis burung hantu yang kecil, jinak, dan tidak terlalu agresif, seperti celepuk atau pungguk.

2. Kandang atau Tangkringan

Siapkan kandang atau tempat tinggal yang nyaman, aman, dan luas untuk burung hantu. Kandang harus memiliki ukuran yang cukup untuk burung hantu bisa bergerak dan terbang dengan bebas, serta memiliki tempat bertengger, bersarang, dan berlindung.

Kandang juga harus terlindung dari sinar matahari langsung, hujan, angin, dan hewan lain yang bisa mengganggu atau membahayakan burung hantu.

3. Jaga Kebersihan

Bersihkan kandang secara rutin dan pastikan kebersihan dan kesehatan burung hantu. Ganti alas kandang yang kotor dengan yang bersih, bersihkan kotoran dan sisa makanan yang menumpuk, dan berikan air bersih yang cukup untuk burung hantu minum dan mandi.

Periksa juga kondisi fisik dan mental burung hantu secara berkala, dan bawa ke dokter hewan jika ada gejala penyakit atau gangguan.

4. Makanan Burung Hantu

Beri makanan yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan burung hantu. Makanan burung hantu umumnya berupa daging hewan-hewan kecil, seperti tikus, ayam, ikan, burung, atau serangga. Berikan makanan yang segar, bersih, dan utuh, agar burung hantu bisa mendapatkan nutrisi dan serat yang cukup.

Jangan berikan makanan yang sudah busuk, berbau, atau beracun, karena bisa menyebabkan keracunan atau penyakit. Jumlah dan frekuensi pemberian makanan tergantung pada ukuran, usia, dan aktivitas burung hantu.

Biasanya, burung hantu dewasa diberi makan sekali sehari pada sore atau malam hari, sedangkan burung hantu anakan diberi makan dua sampai tiga kali sehari.

5. Latihan Burung Hantu

Latih dan jinakkan burung hantu dengan sabar dan lembut. Burung hantu yang dipelihara sejak anakan biasanya lebih mudah dijinakkan daripada yang dewasa.

Latih burung hantu untuk terbiasa dengan suara, sentuhan, dan kehadiran anda, dengan cara berbicara, menyentuh, atau memberi makan secara perlahan dan rutin.

Hindari gerakan atau suara yang kasar, keras, atau menakutkan, karena bisa membuat burung hantu stres atau takut. Beri hadiah atau pujian jika burung hantu menunjukkan perilaku yang baik atau jinak.

Lihat juga: 16 Tips Menjinakkan Burung Hantu Liar dan Galak

Harga Burung Hantu di Indonesia

Harga burung hantu bervariasi tergantung pada jenis, kualitas, usia, dan kondisi burung. Berdasarkan hasil pencarian web saya, berikut adalah kisaran harga burung hantu di pasaran:

  • Celepuk: Rp 100.000 – Rp 500.000 per ekor
  • Pungguk: Rp 150.000 – Rp 750.000 per ekor
  • Serak: Rp 200.000 – Rp 1.000.000 per ekor
  • Beluk: Rp 500.000 – Rp 5.000.000 per ekor

Harga ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar. Jika Anda ingin membeli burung hantu, pastikan Anda membeli dari penjual yang terpercaya, memiliki surat izin, dan memberikan garansi kesehatan.

Jangan membeli burung hantu yang dilindungi oleh pemerintah, karena bisa melanggar hukum dan merugikan lingkungan.

Penutup

Kita telah mengenal lebih dekat beberapa jenis burung hantu asli Indonesia beserta gambarnya, serta cara merawat, makanan, dan harga burung hantu yang biasa dipelihara.

Ingat ada beberapa jenis-jenis burung Hantu di Indonesia yang dilindungi pemerintah. Anda harus waspada karena kalau sampai ketahuan menyimpan, memelihara, atau memperjualbelikan burung tersebut, maka Anda bisa kena hukum pidana dan denda.

Daripada berurusan dengan hukum sampai masuk penjara, lebih baik pelihara burung hantu yang tidak masuk daftar burung dilindungi dan jumlah populasinya masih banyak di alam.

Terima kasih telah membaca artikel Burungnya.com. Follow Official Instagram kami @burungnyadotcom.

*Mohon maaf gambar-gambar jenis burung hantu di Indonesia hanya kami sertakan sebagian karena keterbatasan kami dalam menampilkan sumber gambar.

Leave a Comment