50 Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh untuk Kucing

Burungnya.com – Banyak pecinta kucing yang bertanya-tanya soal makanan kucing yang boleh dan tidak boleh. Mereka tentunya takut apa yang diberikan ke kucing berbahaya atau tidak.

Soalnya, nanti makanan yang diberikan awalnya dikira baik untuk kucing ternyata buruk atau berbahaya. Lebih baik kita cari tahu makanan yang baik dan tidak baik untuk kucing dari ahlinya.

Kebetulan di salah satu postingan Facebook ada orang yang berbagi tentang daftar makanan kucing yang boleh dan tidak boleh dimakan kucing. Orang yang baik tersebut adalah Nining Astria.

Kami belum tahu latar belakangnya apa, apakah dari kedokteran atau semacamnya, tapi yang pasti dia membagikan semua daftarnya seperti yang dia ketahui (sebagai pecinta kucing) dan sebagian disertai dengan sumber.

Walau info ini belum tentu 100 persen benar, kami yakin suatu saat pasti akan membantu. Selain itu, Anda juga bisa berjaga-jaga agar tidak memberikan makanan berbahaya untuk kucing kesayangan di rumah.

Baca juga: 5 Makanan Kucing Murah dan Terbaik di Pasaran

Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh untuk Kucing

Boleh dan Baik Dimakan Kucing

  1. Daging & Hati Sapi, Ayam, Kalkun, Kambing atau Domba.
  2. Kaldu Asli dari rebusan daging tanpa garam.
  3. Ikan (matang).
  4. Timun tanpa biji & Timun Jepang.
  5. Kuning Telur (matang).
  6. Sayuran: Asparagus, Bayam, Brokoli & Wortel (matang), Kacang Polong & Buncis, Labu, Haloween (pumpkin).
  7. Buah: Blueberi, Melon, Blewah (all winter squash boleh), Semangka (tanpa biji), Pisang dan Apel.
  8. Roti (sesekali).
  9. Gandum (oats).
  10. Polenta (jagung kuning/ putih yang dikeringkan).
  11. Produk susu: Yogurt (plain-rendah lemak) dan Keju (sedikit).
  12. Ubi tanpa kulit.
  13. Minyak Ikan (minyak hati ikan tidak boleh sering-sering).
Makanan Kucing yang Berbahaya dan Tidak Bahaya untuk Kucing (farmersalmanac.com)
Makanan Kucing yang Berbahaya dan Tidak Bahaya untuk Kucing (farmersalmanac.com)

Baca juga: 5 Makanan Kucing Premium Termahal di Indonesia

Loading...

Tidak Boleh Dimakan Kucing

  1. Tulang yang dimasak maupun mentah dapat menyebabkan kucing tersedak, tulang hewan dan pecahan tulang dapat menyebabkan pencernaan serta mulut kucing terluka.
  2. Nasi: saluran pencernaan kucing itu sulit untuk mencerna karbohidrat. Nasi memang bisa menjadi sumber energi, tapi tidak perlu terlalu banyak. Sebab grains tidak dapat dicerna oleh lambung kucing dan akan membuat organ dalamnya harus bekerja lebih berat sehingga mempercepat radang usus, gagal ginjal, dan sakit pencernaan lainnya.
  3. Bawang-bawangan (putih, merah, bombay, lokio, daun bawang, bawang prei dll): semua jenis bawang mengandung bahan kimia yang dapat merusak sel darah merah pada kucing dan anjing, sekaligus menyebabkan anemia. Bawang dapat menimbulkan gejala muntah-muntah, urin berwarna kemerahan, lesu, dan anemia. Meskipun kita telah memasak makanan ini, tetap tidak mengurangi kadar racunnya.
  4. Anggur dan Kismis dapat menyebabkan gagal ginjal dengan gejala lemah, lesu, muntah, sering buang air kecil dan diare.
  5. Xylitol pada permen Karet, permen, pemanis buatan, odol (pasta gigi), penyegar mulut, semuanya berbahaya bagi anjing dan kucing karena menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah) dan meningkatkan sekresi insulin. Xylitol juga dapat menyebabkan kerusakan hati pada anjing dan kucing. Dalam waktu 30 menit setelah makan makanan yang mengandung xylitol menyebabkan muntah, lesu, kejang, diare dan menjadi tidak terkoordinasi atau bertingkah aneh.
  6. Jamur dapat mengandung racun yang menyerang berbagai sistem dalam tubuh kucing, mengakibatkan syok dan kematian mendadak.
  7. Ikan atau Daging Kalengan untuk manusia (terutama tuna kalengan) mengandung bumbu-bumbu termasuk bawang, garam dan bahan pengawet. Jika makanan ini sering dikonsumsi kucing dia akan mengalami malnutrisi karena kandungan vitamin dan mineral yang sangat rendah.
  8. Susu: kucing tidak dapat mencerna laktosa, jika ingin memberikan susu sebaiknya susu kucing atau kambing atau susu rendah tanpa laktosa.
  9. Lemak dapat menyebabkan diare, mutah dan gangguan usus pada kucing.
  10. Kacang-kacangan terutama Macadamia: kerja racun pada kacang macadamia belum dipahami dengan baik, tetapi gejala klinis yang terjadi pada kucing (biasanya 12 jam setelah mengonsumsi) adalah depresi, lemah, muntah, tremor, nyeri sendi, dan gusi pucat.
  11. Makanan yang Digoreng bisa menyebabkan bulu kucing rontok.
  12. Ikan Mentah: enzim pada ikan mentah mengganggu penyerapan thiamin pada tubuh kucing, dapat menyebabkan kerusakan syaraf, kehilangan selera makan dan kejang .
  13. Biji-bijian dan padi-padian: ada beberapa bijian yang mengandung cyanide, misal biji apel dan pir (beracun bagi hewan dan manusia), sementada beberapa jenis padi-padian banyak mengandung gluten.
  14. Adonan roti mentah karena mengandung ragi akan menimbulkan gas di dalam perut yang bisa menimbulkan keracunan alkohol. Gejala yang ditimbulkan antara lain; kucing muntah, disorientasi, diare, lesu, sulit bernapas, dll .
  15. Alpukat : daun pohon alpukat, buah, dan kulit batang tanaman cenderung semua beracun. Alpukat mengandung persin yang bisa merusak otot jantung binatang. Tanda-tanda klinis pada anjing dan kucing biasanya akan muntah, diare, lesu, dan kesulitan bernapas.
  16. Kesemek dapat menyebabkan obstruksi dan radang usus terutama bijinya.
  17. Tomat Hijau mengandung alkaloid yang pahit dan beracun bernama Glycoalkaloid Solanine. Senyawa ini bisa menimbulkan gejala gastrointestinal bawah (penyakit pencernaan). Daun dan batangnya adalah bagian yang paling berbahaya. (Sekedar catatan , tomat dalam makanan kucing tidak berbahaya karena sudah matang dan kadarnya relatif kecil).
  18. Cokelat mengandung theobromine, zat kimia yang menjadi racun bagi kucing dalam jumlah cukup besar. Cokelat juga mengandung kafein yang ditemukan dalam kopi, teh, dan minuman ringan tertentu. Berbagai jenis cokelat mengandung jumlah theobromine dan kafein yang berbeda, misalnya, dark chocolate dan cokelat masak mengandung lebih dari senyawa ini dibandingkan dengan coklat susu. Cokelat juga bisa menstimulasi sistem saraf dan jantung semua spesies binatang, khususnya anjing dan kucing. Keracunan cokelat dapat menyebabkan muntah, diare, kehausan, demam, denyut jantung cepat atau tidak teratur, gelisah, tremor otot , dan kejang. Kematian dapat terjadi dalam waktu 24 jam setelah anjing dan kucing menelan cokelat.
  19. Santan/coconut milk: silakan baca di canigivemycat.com/coconut-milk.
  20. Bunga Lily dan beberapa lagi silakan dibaca di meowmagz.com/…/10-tanaman-rumah-yang-berbahaya…/.
  21. Bubur bayi mengandung susu dan kadang bubuk bawang putih.
  22. Marlju4an4 atau g4nj4 menyebabkan muntah, nervous, dan jantung berdetak cepat.
  23. Garam dapat menyebabkan ketidak seimbangan elektrolit pada tubuh.
  24. Gula pada makanan terutama gula buatan menyebabkan masalah gigi, kegemukan dan akhirnya diabetes melitus.
  25. Tembakau kandungan nikotinnya menyebabkan muntah, nervous, jantung berdetak cepat, koma, dan kematian.
  26. Makanan anjing (dog food) dalam porsi kecil masih aman, tapi jika terlalu sering dapat menyebabkan malnutrisi dan penyakit jantung.
  27. Durian mengandung sedikit alkohol yang berbahaya untuk kucing.
  28. Segala olahan buah durian sangat berbahaya karena bisa menyebabkan sulit bernapas dan kejang pada kucing.
  29. Minyak esensial jeruk menyebabkan muntah.
  30. Minyak tawon, kayu putih, telon sebenarnya tidak boleh karena bahan dasarnya champor. Untuk dioles aja asal tidak terjilat tidak apa-apa dan sebaiknya sedikit saja.
    Yang bahan dasar champor lain seperti vick vaborup untuk uap kucing saat pilek tidak masalah.
  31. Minyak sereh masih aman karena memang bisa diminum kucing.
  32. Minyak essensial (selain minyak citrus di atas): Pepermin, Oregano, Cengkeh (membuat gangguan mata, mati rasa, dan hilang keseimbangan), Lavender (pada parfum murah atau yang mengandung champor), Tea tree, Wintergreen, Thyme, Birch, Bergamot, Pinus dan Cemara.
  33. Putih telur karena di dalam putih telur terdapat senyawa Avidin. Sebutir telur mengandung senyawa Avidin sekitar 1,8 mg. Avidin merupakan molekul Glikoprotein (gabungan karbohidrat dan protein), di mana senyawa ini berfungsi untuk melindungi pertumbuhan bakteri pengganggu oviduk (kuning telur). Salah satu efek dari senyawa ini adalah kemampuannya untuk mengikat biotin (unsur pembentukan vitamin). Jika biotin terikat oleh avidin maka tubuh akan kekurangan vitamin B.
  34. Kafein (kopi, teh, energi drinks, dll) akan merangsang sistem saraf dan menimbulkan gemetar serta muntah atau diare pada kucing.
  35. Alk0h0l mempengaruhi sistem saraf semua hewan. Cairan ini juga mengakibatkan disorientasi, muntah-muntah, diare, lesu, kehilangan koordinasi fungsi tubuh, sulit bernapas, kejang, hingga koma.
  36. Obat dan suplemen manusia bisa menyebabkan pencernaan terganggu. Selain itu obat juga beracun bagi beberapa organ termasuk hati dan ginjal. Obat seperti obat tetes mata, vitamin, antibiotik (yang sebenarnya harus pakai resep dokter) dll juga bisa berbahaya untuk kucing apalagi jika ada tanda lingkaran merah yang menandakan itu obat keras.
  37. Parasetamol atau asetaminofen: kucing kekurangan enzim transferase glucuronyl yang diperlukan untuk memecah parasetamol, dalam beberapa menit setelah pemberian obat ini dapat berakibat fatal pada kucing. Awal gejala yakni muntah, air liur keluar terus (hipersalivasi), dan perubahan warna (discolouration) lidah dan gusi. Beberapa jam pertama, kucing yang terpengaruh obat parasetamol akan bernapas menjadi lebih cepat, lidahnya menjadi biru dan jantung berdetak lebih cepat. Dalam beberapa hari ke depan kucing kemungkinan besar akan mengeluarkan urin yang berwarna merah darah, sakit perut (diare/enteritis), dan mungkin menjadi jaundiced (mata menjadi kuning).
Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh untuk Kucing (facebook.com-nining.astria)
Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh untuk Kucing (facebook.com-nining.astria)

Baca juga: 8 Merek Makanan Kucing yang Bagus dan Harganya

Kesimpulan

Demikian beberapa makanan dan minuman yang boleh atau tidak boleh untuk kucing. Kami berharap Anda sebagai cat lovers harus lebih berhati-hati karena daftar makanan yang tidak boleh dimakan kucing ternyata sering kita konsumsi.

Takutnya kucing tiba-tiba tanpa sengaja memakan makanan tersebut dan akhirnya jatuh sakit. Kalau masih gejala sakit, kucing tersebut bisa dibawa ke dokter hewan atau klinik, tapi kalau sudah dalam keadaan kritis, kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!