17 Obat Cacing untuk Kucing dan Ciri Kucing Cacingan

Burungnya.com – Ternyata tidak hanya manusia yang bisa cacingan, tapi kucing juga dapat terkena serangan cacing. Kucing yang cacingan sudah pasti akan menderita karena sistem pencernaannya bermasalah.

Cacing ini seperti parasit yang merugikan kucing. Namun, bagaimana kucing bisa cacingan? Banyak sekali penyebab kucing bisa cacingan, baik dari makan makanan hingga lingkungan.

Penyebab Kucing Cacingan

  • Infeksi cacing tambang lewat kulit.
  • Adanya infeksi cacing pita melalui kutu.
  • Diserat hewan pengerat.
  • Bermain dengan kelinci yang sudah terinfeksi cacing.
  • Makanan yang ada telur cacing.
  • Lingkungan yang kotor dan lembab.
  • Sering bermain di luar rumah.
  • Kucing jarang dimandikan.

Nah, itu tadi beberapa penyebab kucing bisa cacingan. Anda harus mengetahui penyebabnya dulu sebelum mengobatinya.

Dengan begitu, penyakit cacingan pada kucing Anda akan segera sembuh. Kucing menjadi aktif kembali dan tidak sakit perut sampai mencret.

Bentuk Cacing pada Kucing (npvet.co.nz)
Bentuk Cacing pada Kucing (npvet.co.nz)

Ciri-ciri Kucing Cacingan

1. Kucing kurus tapi perutnya buncit.

Tubuh kucing terlihat kurus tapi perut buncit. Jadi, bagian ruas tulang belakang sampai pinggul kurus, tapi perut bawah besar

Ini seperti kucing sedang hamil, tapi sebenarnya cacingan. Perbedaan kucing cacingan dan hamil adalah bagian tubuh kucing cacingan hanya perut yang buncit, tapi kalau kucing hamil semua tubuh ikut membesar.

2. Punggung Kurus sampai Terasa Tulangnya

Untuk kucing sehat normal, biasanya bagian punggungnya terdapat bantalan lemak. Namun, kucing cacingan kehilangan lemak tersebut dan kurus.

Kalau punggungnya diraba, tulang tersebut akan terasa tajam. Ini pertanda kucing sedang terkena cacing.

3. Bulu Kucing

Kucing yang cacingan rata-rata memiliki bulu yang kusut, kusam, dan tidak berkilau. Bahkan, sebagian bulunya akan rontok karena stres.

Nutrisi yang seharusnya dibutuhkan bulu kucing justru diserap oleh cacing. Akhirnya pertumbuhan bulu menjadi terhambat dan tidak sehat lagi.

4. Kucing Muntah dan Mencret atau Diare

Cacing yang bersemayam di tubuh kucing akan selalu mengganggu pencernaannya. Sehingga kucing jadi sering muntah, diare, hingga mencret.

Jumlah cacing yang menumpuk bisa menyebabkan kerusakan pada lambung. Di sini kucing akan merasa sangat kesakitan.

5. Serangan Cacing Tambang

Kalau kucing Anda diserang cacing tambang, maka lambung bisa mengalami pendarahan. Kucing akan kehilangan banyak darah sampai anemia.

Jadi, kucing bakal terlihat lemas, lesu, dan malas makan. Jika kondisi semakin parah, kucing akan mengalami kematian.

6. Warna Gusi

Kucing yang sehat biasanya memiliki warna gusi merah muda atau pink. Namun, kucing yang sedang sakit atau kehilangan banyak darah karena cacing tambang, gusinya warna putih hingga abu-abu.

7. Anak Kucing Cacingan

Bila yang terkena cacing adalah anak kucing, kondisinya bisa semakin parah. Sebab, daya tubuh kucing tersebut masih lemah. Bila dia mengalami penyakit cacingan, maka tubuhnya akan semakin lemah.

Ciri Cacing Cacingan (allaussie.pet)
Ciri Cacing Cacingan (allaussie.pet)

8. Telur Cacing Menempel di Kutu

Biasanya kutu juga menjadi penyebab kucing cacingan. Soalnya, telur cacing bisa menempel di kutu. Kemudian, kutu menyerang bulu kucing.

Loading...

Saat kucing merasa gatal, kucing akan menggaruknya dengan kuku. Nah, kuku kucing bisa saja ketempelan telur cacing. Sehingga telur tersebut masuk ke dalam pencernaan kucing.

9. Cacing Pita pada Kucing

Telur cacing pita bisa kelihatan dan biasanya berada di anus kucing serta bulu sekitar anus. Bila Anda sudah menemukan telur cacing pita yang mirip butiran beras, maka segera bawa ke dokter hewan atau obati.

10. Kotoran Kucing Cacingan

Kucing yang sedang cacingan kebanyakan terlihat pada bagian kotorannya. Sebab, cacing akan ikut keluar saat kucing buang kotoran.

Bentuk cacing pita yang ikut keluar dalam kotoran yaitu beruas, datar, warna putih gading, dan panjangnya sekitar 10-70 cm.

11. Cacing Toxocara cati

Tahukah Anda cacing Toxocara cati dapat masuk ke tubuh kucing melalui susu induk kucing. Kalau sudah cacingan, anak kucing akan mengalami perut buncit.

Kemudian ada lagi jenis cacing Toxascaris leonine. Cacing ini bisa masuk ke tubuh karena kontak fisik dari hewan lain, seperti kucing lain atau hewan pengerat yang sudah terinfeksi.

Kalau cacing Toxascaris leonine atau cacing gelang akan kelihatan saat kucing muntah dan muncul di kotoran kucing.

12. Cacing Tambang Ancylostoma duodenalis

Kalau cacing tambang lebih menakutkan bentuknya karena mulutnya seperti gigi dan menempel di usus halus.

Cacing ini dapat membuat sel darah bocor di dalam lambung. Sehingga kucing terlihat lemah dan tidak bertenaga.

13. Cacing Hati di dalam Kucing

Untuk cacing hati biasanya dia bersemayam di dalam pembuluh darah. Sehingga yang bisa mengetahuinya cuma dokter hewan.

Kucing yang terkena cacing hati akan mengalami penurunan berat badan, lemah lesu, dan bulu menjadi kusam.

Sayang, ada juga kucing yang tidak mengalami gejala tersebut dan langsung mati secara tiba-tiba.

Baca juga:

Obat Cacing untuk Kucing

1. Drontal Cat dari Bayer

Obat ini dapat membasmi cacing pita, cacing tambang, hingga cacing gelang. Cara penggunaannya cukup diberikan pada kucing sesuai dengan berat badannya.

Setiap satu tablet Drontal Cat bisa diberikan untuk kucing berbobot 4 kg. Kalau kucing Anda memiliki bobot 6 kg, berarti tabletnya satu setengah.

Obat ini bisa diberikan pada kucing kitten usia 6 minggu hingga 6 bulan. Kalau kucing dewasa, dia dapat diberi obat cacing setiap 3 bulan sekali.

2. Drontal Plus + dari Bayer

Obat cacing ini sama seperti Drontal Cat. Bedanya obat ini bisa diberikan pada anjing juga. Sehingga bila Anda memiliki anjing, maka Anda dapat memberikan obat cacing ini kepadanya.

3. Combantrin

Obat Combantrin biasanya dikonsumsi oleh manusia. Tapi ternyata kucing juga bisa diberi Combantrin. Namun, pemilihan obat cacing ini khusus untuk kucing yang terkena cacing gelang.

4. Vermox

Merek obat cacing Vermox bisa diberikan untuk membasmi cacing pita dan cacing gelang. Namun, jangan memberikan obat ini pada kucing yang sedang hamil, karena tidak baik untuk kandungan.

Kalau kucing sudah melahirkan, maka obat ini bisa diberikan pada induknya dan anaknya.

Kesimpulan

Demikian beberapa penyebab kucing cacingan, ciri kucing cacingan, dan obat cacing kucing. Biasanya orang-orang cukup menggunakan Combantrin untuk mengobati kucing cacingan.

Namun, obat ini tidak selamanya cocok. Jadi, Anda harus mencoba memberikan obat cacing khusus kucing. Bila kondisi kucing bertambah parah, segera bawa ke dokter hewan atau klinik hewan.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Sumber: Hewany.com

Loading...

Pencarian terkait:

  • obat cacing untuk kucing

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!