Pakem dan Penjurian Lovebird Fighter dengan Teknik Fix-Rotate

Pakem dan Penjurian Lovebird Fighter dengan Teknik Fix-Rotate

Burungnya.com – Teknik penjurian setiap EO lomba burung Lovebird mungkin tidak sama persis. Tak jarang banyak peserta yang melakukan protes karena belum mengetahui aturannya. Sebab, setiap EO terkadang memodifikasi pakem dan teknik penjurian dengan versinya sendiri. Nah, kali ini kami akan berbagi pakem dan penjurian Lovebird Fighter dengan teknik Fix-Rotate (F&R) dari Silobur.com.

Menurut keterangan di situsnya, pakem dan teknik penjurian ini diaplikasikan terakhir pada tahun 2016, sebelum Silobur.com mengubahnya ke pakem durasi. Katanya saat diaplikasikan, pakem dan teknik ini sangat minim komplain. Artinya, banyak peserta yang merasa puas dengan pakem dan teknik penjurian tersebut.

Penjelasan Pakem dan Teknik Penjurian

Pakem ini masih terfokus pada variasi irama lagu, volume, durasi kerja, dan gaya atau fisik. Untuk mengetahui Lovebird mana yang bagus, biasanya Lovebird tersebut harus memiliki tarikan ngekek panjang disertai variasi irama lagu dan durasi awal sampai akhir yang ngetem.

Selain itu, bukan suara gacor crecet pendek. Oh iya, frekuensi variasi irama, volume, gaya, dan durasi kerja dari awal sampai akhir menjadi pertimbangan untuk mendapatkan nilai koncer.

Penilaian lomba Lovebird dibagi menjadi tiga bagian:

  • Pendek: 1-5 detik
  • Sedang: 6-15 detik
  • Panjang 15 detik ke atas

Untuk Lovebird yang bunyi tapi paruhnya menggigit jeruji sangkar, dan kakinya masih di tangkringan, maka Lovebird tersebut masih dapat diajukan ke favorit calon koncer. Kalau Lovebird bunyi tapi gigit jeruji sangkar dan kakinya di sangkar (ngering), dia masih bisa diajukan ke juara non koncer.

Ilustrasi Posisi Supervisor Korlap dan Juri di Gantangan (silobur.com)
Ilustrasi Posisi Supervisor Korlap dan Juri di Gantangan (silobur.com)

Teknik Fix-Rotate dalam Lomba Lovebird

Fix artinya tugas supervisor atau korlap berada di satu titik (tempat) dan tidak bergeser. Dia harus memantau dan menilai Lovebird di depannya atau di bloknya. Rotate artinya tugas juri bergerak searah jarum jam, setiap blok maksimal 1 menit atau idealnya 40 detik.

Putaran sesuai posisi juri di setiap blok, tapi berputar di pinggir gantangan. Juri berputar dari blok ke blok searah dengan jarum jam. Setiap juri fokus menilai burung Lovebird di 1 blok.

Jika setiap blok membutuhkan waktu penilaian 1 menit, maka setiap 1 putaran dengan 6 juri membutuhkan waktu 6 menit dan total 3 putaran menjadi 18 menit. Rekomendasi dari Silobur.com 2 kali putaran saja agar tidak terlalu lama.

Bendera Pengajuan atau Pentokan

Setelah juri lomba memberi tanda pengajuan atau pentokan, maka juri harus memberi bendera pentokan tersebut ke setiap nomor gantangan yang sudah ada tanda pengajuan atau pentokan. Pemberian bendera pengajuan atau pentokan biasanya dari nomor kecil ke nomor besar.

Bagian supervisor atau korlap mengontrol pengajuan juri. Apabila terdapat juri yang lewat terutama calon koncer, supervisor atau korlap mencatat setiap jumlah bendera di setiap nomor gantangan ke form supervisor.

Jika jumlah pengajuan juri kurang dari 1 dari jumlah juri yang bertugas, misalnya juri 6 tapi yang diajukan juri ada 5 bendera pentokan, dan di 3 ajuan supervisor ada catatan, maka salah satu juri yang bertugas harus memberi tambahan 1 bender ke nomor gantangan tersebut.

Bagi yang mendapat full pengajuan, maka diberi tanda bendera kuning untuk mendapat koncer dari juri. Jadi juri harus mengajukan nomor gantangan dan memilih 3 terbaik untuk mendapatkan koncer A, B, dan C.

Form Juri Lovebird

Juri hitung ngekek Lovebird 1-5 detik dan diberi tanda setiap bunyi dalam kategori pendek. Setelah itu, juri menghitung lagi ngekek Lovebird 6-10 detik dan diberi tanda setiap Lovebird bunyi dalam kategori sedang.

Juri juga menghitung ngekek Lovebird 11-15 detik dan diberi tanda setiap Lovebird ngekek kategori panjang. Jika Lovebird ngekek panjang 2×15 detik maka diberi tanda II (dua), 3×15 detik tanda III (tiga), dan seterusnya.

Cara menghitung disesuaikan detik jam, misalnya 1001, 1002, 1003, dan seterusnya.  Apabila Lovebird memiliki irama variasi lagu, volume, dan gaya yang menonjol, maka juri harus memberi tanda * atau +.

Loading...

Penentuan ajuan atau mentok 38 yaitu skala prioritas Lovebird dilihat dari kolom jumlah frekuensi panjang terlebih dahulu, kemudian bila tidak ditemukan lanjut ke kolom sedang, dan bila tidak ada lagi, lanjut ke kolom pendek. Perbandingan kolom pendek, sedang, dan panjang yakni 1 Panjang = 2 x sedang = 3 x pendek (panjang = 3 x pendek).

Pengajuan Juri atau Pentokan

Lovebird yang layak menjadi juara koncer atau non koncer diajukan (mentok) dengan memberi lingkaran di tanda vote atau paraf mentok. Jumlah standar pengajuan atau mentok dalam lomba Lovebird yaitu kelipatan 5 atau 20-25 persen dari jumlah gantangan.

Setiap juri harus memiliki ajuan koncer A, B, C. Tanda koncer A adalah titik satu (.), koncer B titik dua (..), dan koncer C titik tiga (…). Saat supervisor atau korlap memberi bendera full pengajuan atau mentok, maka juri memberi lingkaran pada nomor gantangan yang artinya nomor gantangan tersebut merupakan calon koncer.

Setelah supervisor atau korlap mengumumkan untuk memberi koncer pada salah satu Lovebird, maka juri harus memberi koncer. Ingat pemberian koncer hanya diberikan terhadap Lovebird yang full bendera atau terdapat tanda bendera kuning.

Tugas Supervisor atau Korlap

Perlu diketahui bersama, supervisor atau korlap tidak berputar dan harus berdiri di setiap bloknya. Tugasnya memantau atau menilai Lovebird terutama yang tidak terpantau oleh juri. Supervisor atau korlap juga harus memantau dan ikut menilai Lovebird di bloknya, terutama jika juri kewalahan menilai Lovebird yang bunyi bersamaan.

Selain itu, supervisor atau korlap juga harus memberi informasi Lovebird yang bunyi atau kerja kepada juri di bloknya. Sehingga juri yang saat itu sedang tidak berada di blok tersebut tetap mempunyai nilai.

Hal ini untuk mengantisipasi apabila juri di blok I, saat berada di blok IV, juri tidak tahu Lovebird yang kerja. Nah, tugas supervisor atau korlap memberi info kepada setiap juri yang bertugas di blok supervisor atau korlap tersebut. Sehingga juri tetap memiliki data lengkap untuk memberi pengajuan atau pentokan.

Supervisor atau korlap memiliki pegangan yang layak koncer, sehingga apabila juri lewat bisa memberi masukan. Di samping itu, supervisor atau korlap mencatat nomor gantangan yang dapat bendera pengajuan atau mentok. Supervisor atau korlap memberi bendera kuning ke setiap nomor gantangan yang full pengajuan atau mentok. Terakhir supervisor atau korlap harus mencatat burung yang koncer.

Kesimpulan

Demikian gambaran pakem dan teknik penjurian Lovebird fighter menggunakan teknik Fix dan Rotate. Semoga Anda yang bekerja di bidang EO lomba burung dan peserta lomba burung mengetahui salah satu penilaian tadi. Untuk penjelasan lengkap, Anda dapat berkunjung ke situs Silobur.com.

Baca juga:

Di website tersebut banyak info tentang teknik penjurian, lomba burung, layout gantangan lomba burung, penilaian lomba burung, rekrutmen juri, dan masih banyak lagi. Jadi Anda dapat menambah wawasan seputar EO, juri, supervisor, korlap, peserta, dan kontestan burung.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!