Penyebab Ekor Murai Batu Tidak Tumbuh Panjang dan Maksimal

Penyebab Ekor Murai Batu Tidak Tumbuh Panjang dan Maksimal

Burungnya.com – Mayoritas kicau mania akan menanyakan berapa panjang ekor Murai Batu? Hal ini wajar karena salah satu daya tarik burung Murai Batu adalah ekornya yang panjang. Oleh karena itu, banyak orang ingin mempunyai Murai Batu ekor panjang.

Sayangnya, sulit memperoleh Murai ekor panjang apabila burung tersebut tidak mewarisi gen ekor panjang. Alhasil, bulu ekor Murai tersebut tidak akan maksimal. Kami sarankan, jika Anda ingin fokus mendapatkan Murai Batu yang ekornya panjang maka pilihlah jenis Murai Batu indukan yang benar-benar memiliki ekor super panjang.

Murai Batu Ekor Panjang Berasal dari Gen Indukan

Biasanya indukan yang ekornya panjang akan mewariskan gen ekor panjang pada anak-anaknya. Sehingga saat burung sudah besar nanti maka ekornya bisa panjang maksimal. Sampai saat ini perawatan dan makanan tidak terlalu bisa membuat ekor Murai Batu menjadi lebih panjang. Sebab, semua itu tergantung dari genetik masing-masing indukan.

Ekor Murai Batu Panjang (davidsbirds.blogspot.com)
Ekor Murai Batu Panjang (davidsbirds.blogspot.com)

Penyebab Ekor Murai Batu Tidak Panjang Maksimal

Banyak kicau mania yang mengeluhkan ekor burung miliknya tidak panjang, padahal berasal dari gen Murai ekor panjang. Kira-kira apa yang menyebabkan ekornya tidak panjang? Ternyata hal tersebut karena faktor stres selama mabung.

Burung Murai Batu stres karena makanan yang tidak tepat, makanan kurang mencukupi, perawatan yang kurang bagus, dan burung ketakutan selama mabung.

Nah, agar Murai Batu tidak stres saat mabung, maka Anda harus memastikan burung mengonsumsi makanan yang membantu proses mabung dengan baik. Perlu Anda ketahui, berat bulu ekor Murai Batu sekitar 20-25 persen dari berat tubuhnya. Selain itu, bulu tersebut sebagian besar terdiri dari protein.

Jika tidak memberikan makanan berprotein tinggi selama mabung, maka pertumbuhan ekor Murai Batu tidak akan maksimal. Kapan makan bergizi diberikan ke Murai Batu?

Waktu yang Tepat Memberikan Makanan Bergizi

Saat mabung, sebagian besar bagian bulu tubuh yang berjatuhan lebih dulu. Nah, itulah Anda sudah harus memberikan makanan berkualitas pada burung Murai Batu. Biasanya 1 bulan kemudian, baru bulu ekor yang berjatuhan.

Makanan kering tidak cukup untuk Murai Batu mabung. Tambahkan pula makanan hidup selama burung mabung. Anda dapat memberikan makanan hidup pada pagi hari dan sore hari. Tujuannya agar burung tetap mau mengonsumsi makanan kering di sela-sela pemberian makanan hidup.

Burung yang makan makanan kering dan hidup sekaligus akan menyelesaikan masa mabung dengan baik. Jadi, selain diberi voer, maka tambahkan pula beberapa serangga kesukaan Murai Batu.

Loading...
Bulu Ekor Murai Batu Panjang (rssing.com)
Bulu Ekor Murai Batu Panjang (rssing.com)

Pakan Berprotein Tinggi untuk Murai Batu

Anda juga harus tahu bahwa makanan bergizi untuk Murai Batu yang kandungan proteinnya tinggi adalah ikan dan katak, seperti yang disadur dari Davidsbirds.blogspot.com (9/10/2008).

Namun, Anda tidak disarankan untuk mengganti-ganti menu makanan Murai Batu selama mabung. Sistem pencernaan burung Murai membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan makanan baru. Jadi, apabila Anda ingin mencoba-coba makanan baru, sebaiknya jangan dilakukan saat burung mabung.

Tingkat Stres Burung Terlihat di Ekornya

Sebagai tambahan info, garis “stres” atau “fret” merupakan garis semi-transparan yang terlihat secara horizontal di sepanjang ekor Murai Batu. Garis ini menunjukkan bahwa burung tidak makan dengan baik ketika bulu ekor tumbuh. Ekor akan sering putus pada garis-garis tersebut. Hal ini sering terjadi sebelum mabung berikutnya.

Burung Murai Batu yang stres dapat menyebabkan ekornya lebih pendek dari indukan sebelumnya. Bahkan, ekor burung tersebut bisa tidak tumbuh dengan baik. Apalagi jika pemberian makanan yang tidak benar, maka ekor Murai Batu bisa lebih pendek dari keturunan yang lain.

Kesimpulan

Demikian penjelasan tentang penyebab ekor Murai Batu tidak bisa tumbuh panjang dan maksimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena nutrisi yang diberikan selama burung mabung kurang baik. Burung yang mengalami stres juga dapat menyebabkan ekornya pendek.

Baca juga:

Setelah mengetahui hal tersebut, sebisa mungkin perawatan terbaik selama burung Murai Batu mabung. Tambahkan asupan pakan berprotein tinggi dan usahakan Murai Batu tidak mengalami stres.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!