10 Perawatan Murai Batu Mabung Agar Cepat Selesai

Burungnya.com – Setiap jenis burung Murai Batu (white rumped shamma) mempunyai siklus kondisi khusus yang namanya mabung. Kalau Murai Batu mabung bulunya berjatuhan dan mempengaruhi performa.

Jadi, bila awalnya Murai Batu gacor di lapangan. Kemungkinan besar, saat mabung burung tersebut akan menjadi pendiam.

Ini karena Murai Batu mabung. Coba bayangkan bulu Anda jatuh atau copot satu demi satu. Tentu saja, prosesnya menyakitkan.

Nah, karena burung tidak bisa teriak atau menangis, jadi yang dapat mereka lakukan cuma diam.

Tak heran banyak Murai Batu mabung suka diam dan tidak mau bunyi. Anda harus bisa memaklumi karena Murai mabung memang siklusnya setiap beberapa bulan sekali.

Murai Batu Mabung

Ya, mabung merupakan proses alamiah yang dialami sebagian besar burung kicau. Mabung adalah proses ganti bulu lama menjadi bulu baru.

Proses ganti bulu biasanya secara bertahap. Pertama bulu ekor, kemudian sayap, dada, hingga kepala. Posisinya tidak pasti tapi bisa rontok semua, atau cuma sebagian.

Baca juga: 30 Perawatan Murai Batu Mabung dan Cara Mengembalikan Performanya

Kapan Murai Batu Mabung Pertama?

Murai Batu mabung pertama biasanya saat usianya sudah menginjak 9 bulan. Di awal ganti bulu ini sering disebut molting atau bulu berganti.

Murai Batu ternak akan lebih cepat selesai mabungnya. Namun, Murai Batu tangkapan alam proses mabung lebih lama.

Oh iya, setelah 9 bulan, nanti Murai Batu mabung lagi di usia 15 bulan. Ini cuma perkiraan karena mabung Murai Batu bisa maju atau mundur.

Selanjutnya Murai Batu bisa mabung lagi di umur 27 bulan. Rentang siklusnya cukup berjauhan setelah mabung kedua.

Hati-hati proses mabung Murai Batu bisa terhenti tiba-tiba atau macet saat dia stres. Lantas kalau mabungnya macet gimana?

Tentu saja masa mabung akan bertambah lama dan burung menjadi tidak mau bunyi. Oleh sebab itu, jangan ganggu Murai Batu mabung.

Perawatan Murai Batu Mabung (hiveminer.com)
Perawatan Murai Batu Mabung (hiveminer.com)

Ciri Murai Batu Mabung

  • Bulu Murai tampak kusam.
  • Bulu ekor pecah-pecah kayak sisir.
  • Burung jadi malas bunyi.
  • Murai Batu tidak maksimal saat ditrek.
  • Bulu rontok alami sehelai dua helai.
  • Bagian bulu halus mulai banyak berjatuhan.

Mengapa masa mabung Murai Batu bisa lama? Ini karena Murai Batu sering mengonsumsi kroto.

Kroto dapat menghambat masa mabung dan bulunya jadi kusam.

Sehingga perhatikan porsi kroto yang diberikan pada Murai Batu. Jangan terlalu banyak kasih kroto, cukup satu sendok teh setiap 3 hari sekali.

Baca juga: Ciri Murai Batu akan Mabung, Perawatan, dan Masalah Mabung

Perawatan Murai Batu Mabung

1. Full Kerodong

Lebih baik Murai Batu mabung dikerodong full saja. Tujuannya agar burung bisa berkonstrasi merontokkan bulunya dan tidak terganggu burung yang lain.

2. Jemur Dihentikan

Saat mabung, burung jangan dijemur. Burung mabung dijemur bisa macet proses mabungnya. Jadi, sementara dia cukup dikerodong saja.

3. Mandi Opsional

Untuk mandi sifatnya opsional tergantung burung itu sendiri. Bila burung memang suka mandi, Anda bisa memandikan Murai Batu atau biarkan dia mandi sendiri di cepuk besar.

Jika burung tidak suka mandi, berarti memang jangan dipaksa mandi. Nanti dia stres dan mabungnya tambah lama.

4. Bulu yang Jatuh Jangan Diambil

Tahukah Anda, bulu yang jatuh di dasar sangkar jangan diambil. Terkadang Murai Batu mematuk bulu tersebut untuk mengambil kandungan kalsiumnya.

5. Pakan EF

Untuk pakan EF Murai Batu mabung, Anda bisa memberikan belalang hijau yang besar. Anda bisa mendapatkan belalang ini di tanaman palawija atau rerumputan.

Jika tidak ada belalang, Anda bisa memberikan jangkrik. Namun, jangkrik ini diberi pakan kacang panjang dan kunyit supaya gizinya bisa tersalurkan ke Murai Batu.

Baca juga: 10 EF Pakan Murai Batu Terbaik dan Manfaatnya

6. Pemasteran

Saat burung Murai Batu mabung, dia akan berkonsentrasi. Nah, saat inilah Anda bisa memaster burung tersebut dengan suara masteran burung lain yang gacor.

7. Murai Batu Untulan

Jika mabungnya macet, Anda bisa menempel Murai Batu jantan dengan betina berjarak 1 meter selama 1 minggu.

8. Mandi Basah Kuyup

Kalau belum berhasil atau macet mabungnya, coba mandikan Murai Batu sampai basah kuyup tanpa jemur, tapi langsung dikerodong.

9. Makan Ulat Hongkong

Murai Batu dikasih ulat hongkong sebanyak 10 ekor pagi 10 ekor sore. Tujuan pemberian ulat hongkong agar tubuhnya panas dan cepat selesai mabungnya.

10. Mabung Selesai

Kapan mabung selesai? Ini terlihat saat bulu tidak ada yang jatuh lagi. Kemudian mulai muncul bulu baru berbentuk jarum.

Kesimpulan

Demikian cara merawat Murai Batu mabung agar cepat selesai. Ingat tadi biar cepat selesai, burung jangan diberi kroto dulu.

Lebih baik burung diberi pakan EF berupa belalang hijau, jangkrik bernutrisi, dan ulat hongkong. Dengan pakan tersebut mabung Murai Batu akan cepat selesai.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Berikan komentar

error: Stop copy and paste because it is an illegal act.