Perkutut Termahal dan Legendaris Harga Rp 3,5 Miliar

Perkutut Termahal dan Legendaris Harga Rp 3,5 Miliar

Burungnya.com – Mungkin Anda tidak percaya ada burung Perkutut termahal yang pernah ditawar seharga Rp 3,5 miliar. Ya, burung Perkutut seharga miliaran sepertinya cuma dianggap mimpi belaka, tetapi tidak saat Anda mendengar nama Perkutut Susi Susanti.

Burung ini berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Pemiliknya Haji Muhammad Huzaini. Selama tahun 1995-1998, Perkutut Susi Susanti selalu menang lomba di berbagai kota. Perkutut ini tergolong legendaris dan diakui Kung Mania sebagai juara sejati, seperti yang disadur dari Tempo.co (9/7/2001).

Perkutut Susi Susanti Tidak Boleh Bertanding

Suara anggungan Perkutut ini bisa dibilang sempurna. Suara depan, tengah, dan ujung terdengar panjang. Susi Susanti sempat tidak diperbolehkan bertanding lantaran tidak ada burung yang mampu mengalahkannya.

Jadi, burung ini cuma boleh dikerek ke atas tiang, tapi sekadar dipamerkan oleh panitia lomba. Hal ini karena peserta lain tidak mau bertanding dan bersaing melawan Perkutut Susi Susanti.

Kisah Pemilik Perkutut Susi Susanti

Haji Muhammad Huzaini dulu berprofesi sebagai pedagang besi tua dan angkutan yang cukup terkenal di Surabaya. Omzet usaha yang ia jalani mencapai miliaran rupiah. Namun, di tahun 1990 dia jatuh bangkrut. Ia ditipu, uangnya Rp 6 miliar belum dibayar.

“Saya ditipu, uang saya nyantol Rp 6 miliar dan belum dibayar sampai sekarang,” kata Haji Muhammad Huzaini.

Utangnya menumpuk di bank, rumah, tanah, dan mobilnya disita. Muhammad Huzaini stres berat. Dia kerap melamun karena utangnya terlalu banyak.

Tak berapa lama, temannnya dari Bangkalan Madura memberinya 2 ekor Perkutut. Burung ini diberikan sebagai obat stres, kata temannya tersebut.

Burung Perkutut sudah jinak (birdsofallcolours.com)
Burung Perkutut sudah jinak (birdsofallcolours.com)

Perkutut yang Mengubah Segalanya

Burung hasil pemberian temannya semula tidak pernah dirawat. Bahkan, burung tersebut hampir mati karena tidak diberi makan. Namun, suatu ketika dia mendengar suara Perkutut tersebut sangat indah. Padahal, sebelumnya Perkutut tadi tidak pernah bunyi.

Muhammad Huzaini kaget sejak saat itu dia mulai menyukai burung Perkutut. Stres berat yang dia derita langsung hilang. Dia juga bisa tidur nyenyak. Hatinya menjadi tenteram dan damai. Biasanya ia bangun jam 08.00 pagi, berkat Perkutut tadi dia jadi bangun Subuh.

“Begitu mendengar kicau Perkutut, saya bangun, beribadah, dan merawat mereka,” tuturnya.

Istri Kurang Mendukung Hobi Burung

Setelah itu, dia mulai berburu dan beternak Perkutut. Sang istri yang bernama Siti Khodijah, awalnya tidak suka dengan hobi baru Muhammad Huzaini. Menurut istrinya, sang suami hanya buang-buang duit saja, padahal ekonomi sedang susah.

“Pikiran ibu, ya, buang-buang duit saja, apalagi saat itu sedang susah,” kata Muhafi, anak Muhammad Huzaini.

Belum lagi, kotoran Perkutut yang menyengat dan berceceran di lantai. Hal tersebut membuat istrinya selalu kesal. Saking kesalnya, terkadang istrinya sampai menggampar burung Perkutut di sangkar menggunakan sapu, sambil menggerutu.

Namun, lama kelamaan, sang istri luluh juga. Ini karena hobi baru ternak Perkutut membuahkan hasil. Kandang penangkaran Perkutut milik Haji Muhammad Huzaini mulai melahirkan bibit-bibit unggul.

Sebelum Perkutut Susi Susanti, Muhammad Huzaini sudah memiliki dua jagoan yakni Perkutut Mia Audina dan Perkutut Damarwulan. Sementara Susi Susanti sendiri merupakan hasil perburuan di Tasikmalaya yang membuat penangkaran IBM (Indonesia Bagian Madura) Bird Farm semakin populer.

Loading...
Perbedaan Perkutut jantan dan betina (youtube.com)
Perbedaan Perkutut jantan dan betina (youtube.com)

Harga Anakan Perkutut Susi Susanti

Anak dan cucu Perkutut Susi Susanti laku terjual Rp 5 juta – Rp 100 juta per ekor. Soalnya, anak cucu Susi Susanti mewarisi suara emas dari indukan jawara. Dari peternakan tersebut Muhammad Huzaini meraup omzet Rp 100 juta – Rp 300 juta dalam sebulan.

Lama kelamaan perekonomian keluarga kembali pulih. Dia bisa membeli rumah, tanah, dan mobil lagi. Saat itu, Muhammad Huzaini sampai bisa membangun supermarket tiga lantai di atas tanah seluas 600 meter persegi yang diberi nama IBM Swalayan.

“Supermarket itu menghabiskan dana Rp 4 miliar yang saya peroleh dari beternak Perkutut,” ujarnya.

Perkutut Termahal Susi Susanti Ditawar Rp 3,5 Miliar

Suara Perkutut Susi Susanti tetap indah dan stabil. Kabarnya keindahan suara Perkutut dapat bertahan hingga usia 8-10 tahun. Burung ini langsung menjadi incaran para penghobi burung. Tawaran datang bertubi-tubi untuk meminang Susi Susanti.

Awalnya, Perkutut Susi Susanti ditawar Rp 1 miliar, kemudian naik menjadi Rp 2 miliar. Terakhir, Perkutut ini ditawar orang dari Darmo kawasan elite di Surabaya seharga Rp 3,5 miliar.

Sayang, Haji Muhammad Huzaini tidak mau melepasnya. Berapapun harga tawarannya, Perkutut tersebut tidak akan dijual.

“Susi tak saya jual, berapa pun harga yang ditawarkan,” katanya.

Perlu Anda ketahui, kala itu harga Perkutut Susi Susanti enam kali lipat lebih mahal dari pesaingnya yaitu Perkutut Misteri Bahari milik Gunawan Andi yang pernah ditawar Rp 625 juta.

Harga Perkutut Mahal di Indonesia

Tidak hanya Perkutut Susi Susanti yang harganya mencapai miliaran. Sebab, sudah ada Perkutut lain yang ditawar miliaran seperti, Perkutut Irama Agung Rp 1,2 miliar – Rp 1,5 miliar, Perkutut Gajah Mada Rp 1,25 miliar, dan Perkutut Satria Muda Rp 750 juta – Rp 1 miliar.

Jadi harga transaksi Perkutut sekarang tak kalah dengan burung kicau, seperti Lovebird, Murai Batu, hingga Merpati. Burung-burung tersebut juga terbilang sangat mahal, karena mencapai harga miliaran. Tak heran, pecinta burung semakin bertambah banyak dari hari ke hari.

Kesimpulan

Demikian harga Perkutut termahal dan legendaris di Indonesia pada masanya yang mencapai Rp 3,5 miliar. Burung-burung Perkutut ini masih dalam tahap penawaran saja karena pemiliknya belum mau melepasnya. Perkutut sendiri bisa membawa hoki atau keberuntungan. Mungkin kalau dijual, keberutungan pemiliknya menjadi hilang.

Baca juga:

Jadi, pemilik burung-burung tersebut tidak menjual Perkutut jagoannya. Kemungkinan mereka takut kehilangan hoki dan keberuntungan yang selama ini sudah diterima bersamaan dengan hadirnya burung Perkutut di rumah.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!