Kenari Merah Semiran ilustrasi (birdsnow.com)

7 Tips Agar Tidak Tertipu Kenari Merah Semiran

Burungnya.com – Saat menjumpai burung Kenari merah di media sosial atau di pasar burung, jangan terburu-buru membelinya. Sebab, ada banyak Kenari merah palsu yang ternyata bulunya hasil semiran. Jadi, awalnya bulu Kenari bukan merah, tapi diwarnai agar menyerupai Kenari merah asli.

Kepopuleran Kenari merah di Indonesia sudah hampir menyaingi Kenari Yorkshire. Sebab, warna merah di bulu Kenari terlihat mempesona dan mewah. Oleh karena itu, banyak sekali orang yang ingin membelinya. Biasanya Kenari merah dibeli untuk burung ocehan di rumah atau diternak kembali.

Tahukah Anda, Kenari merah asli pertama kali diternak oleh Dr. Hunch Duncker dari Jerman. Dia menyilangkan burung merah siskin dengan border Kenari. Tak disangka, hasilnya anakan Kenari yang merah merona seperti tomat.

Kenari Merah Semiran atau Palsu (deviantart.com)
Kenari Merah Semiran atau Palsu (deviantart.com)

Tips Beli Agar Tidak Tertipu Kenari Merah Semiran

Kami tidak ingin Anda tertipu Kenari merah semiran. Oleh karena itu, kami berikan beberapa tips membeli Kenari merah yang asli. Untuk mengetahui merahnya asli atau palsu, setidaknya Anda harus memegang burung tersebut.

Berikut beberapa tips membeli Kenari merah:

1. Bulu Merah Tidak Tersebar ke Seluruh Tubuh

Seperti yang kami katakan, Anda harus memegang burung Kenari tersebut. Lihat apakah warna merah menyebar ke seluruh tubuh atau beberapa bagian saja. Jika pelaku menggunakan bahan pewarna kimia, biasanya bagian tubuh lain juga terkena warna merah.

Misalnya kaki, kuku, paruh, dan bagian kulit tertentu berwarna merah, maka Anda harus curiga. Tanyakan kepada penjual mengapa bagian tersebut bisa berwarna merah. Apabila jawaban penjual tidak masuk akal dan terlihat berbohong, sebaiknya urungkan niat untuk membeli Kenari tersebut.

2. Jangan Beli Kenari Merah secara Online

Di media sosial warna merah bulu Kenari terlihat mewah. Anda pasti tak sabar untuk meminangnya. Namun, saran kami jangan membeli Kenari merah secara online, kecuali dari orang terpercaya. Sebab, bisa saja warna merah tersebut cuma editan.

Apalagi kalau Anda cuma diperlihatkan foto dan video saja, pastinya sang penjual kurang bisa dipercaya. Kalau Anda melakukan video call, Anda masih bisa mengetahui merahnya asli atau palsu.

Walau begitu, saran kami Anda harus bertemu langsung dengan penjual. Setidaknya Anda janjian bertemu di tempat tertentu untuk mengecek kondisi dan keaslian burung Kenari merah.

3. Didampingi Orang Berpengalaman

Kalau sudah menentukan tempat COD, segera cari orang yang berpengalaman di jenis burung Kenari merah. Anda dapat mengajak teman, saudara, hingga penjual burung yang sudah kenal dekat.

Jangan lupa beri imbalan pada teman yang sudah menemani Anda membeli burung. Paling tidak, ajak dia makan atau minum kopi sebagai tanda terima kasih. Dengan begitu, saat nanti Anda mau minta tolong lagi, dia mau menemani Anda.

4. Beli Kenari dari Penangkaran

Agar Anda tidak tertipu datangi langsung penangkaran yang menjual Kenari merah. Lihat dulu latar belakang penangkaran tersebut dari orang yang sudah pernah membeli di sana atau orang-orang sekitar.

Penangkaran yang besar pasti sudah terkenal dan diketahui banyak orang. Mereka tidak akan menipu karena bisa merusak reputasi penangkaran. Selain itu, Kenari merah dari penangkaran selalu memiliki ring atau cincin penanda. Anda jadi tahu asal usul, trah, dan indukannya.

Loading...

5. Datangi Rumah Penjual

Kalau Anda merasa penjual tersebut bisa dipercaya, datangi saja rumahnya. Usahakan rumah penjual tidak terlalu jauh dari rumah Anda. Ya, maksimal 3 jam perjalanan. Jika terlalu jauh tempat penjual, Anda yang akan kelelahan di jalan dan burung bisa saja mengalami drop saat di perjalanan.

Namun, jika Anda memiliki kendaraan yang nyaman dengan sirkulasi udara yang baik, jarak tempuh agak jauh tidak terlalu bermasalah. Yang penting burung Kenari merah tersebut asli.

6. Jangan Beli Kenari Merah yang Baunya Menyengat

Saat Anda mengamati burung Kenari merah, coba dekatkan hidung Anda. Apabila bau bulunya sangat menyengat berarti ada kemungkinan itu Kenari merah semiran. Sebab, bahan pewarna kimia memiliki aroma yang menyengat.

Setiap ada bagian yang aneh pada burung tersebut, Anda harus menanyakan ke pemiliknya. Jangan terburu-buru membayar burung dan langsung pulang.

7. Bulu Burung Dibasahi

Jika diperbolehkan basahi dulu bulu burung Kenari. Biasanya Kenari merah asli warnanya tidak akan luntur. Namun, Kenari merah palsu warna merahnya akan luntur saat terkena air atau minyak. Sebelum membasahi bulu Kenari, sebaiknya Anda meminta izin kepada pemiliknya.

Ini semata-mata untuk menjaga tali silaturahmi dan menghormati penjual. Jangan sampai penjual marah gara-gara Anda bertindak tidak sopan kepadanya. Jika penjual tersebut baik, tentunya dia mau membuktikan bahwa Kenari merah yang dia jual asli.

Bahan Pewarna pada Kenari Merah Semiran

Sebenarnya bahan pewarna apa yang dipakai penjual untuk menyemir bulu Kenari agar terlihat merah? Rata-rata oknum seperti ini memanfaatkan zat pewarna kimia pada makanan.

Ketika Kenari mabung, dia diberi pakan dengan zat pewarna merah. Selesai mabung, warna bulu Kenari akan merah merona. Selain itu, penjual nakal juga ada yang menggunakan bubuk canthaxanthin. Serbuk ini aman untuk hewan, tetapi sering disalahgunakan untuk mengubah Kenari kuning menjadi merah.

Baca juga:

Kesimpulan

Demikian tips agar tidak tertipu Kenari merah semiran. Ingat para penjual pastinya sudah terlatih untuk menipu para pembeli. Jadi, harga Kenari merah dibuat lebih murah dari pasaran. Tujuannya agar pembeli terpikat. Setelah itu, jumlah Kenari merah dibuat seakan-akan stoknya sedikit supaya pembeli takut kehabisan.

Mereka akan mengatakan ini stok terakhir dengan harga murah. Selanjutnya stok yang datang harganya sudah normal atau lebih mahal. Dengan begitu, pembeli pasti mendadak panik dan membelinya. Padahal, itu hanya trik marketing agar Kenari merah palsu segera laku.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!