Press "Enter" to skip to content

Cara Melindungi Burung dari Bahaya Tikus, Ular, Semut, Nyamuk, dan Kucing

0

Burungnya.com – Sudah banyak korban burung berjatuhan akibat ulah hewan-hewan yang tak bertanggung jawab. Hewan-hewan tersebut di antaranya, tikus, ular, semut, nyamuk, dan kucing. Semua hewan tadi hanya mementingkan perut semata, tanpa memperhatikan jirih payah pemilik burung yang merawat burungnya siang dan malam.

Melihat kesedihan yang dialami para pecinta burung, kami tak bisa tinggal diam. Kami akan melawan musuh bebuyutan burung dengan segala cara. Meski begitu, cara yang akan kami lakukan untuk melindungi burung dari bahaya tikus, ular, semut, nyamuk, dan kucing tetap dalam batas kewajaran.

Pasalnya, kami tahu bahwa salah satu dari hewan tadi pasti memiliki pemilik yang juga menyayangi binatang. Oleh karena itu, tindakan untuk melawan pemangsa burung harus sesuai dengan nilai kemanusiaan dan aturan agama. Tidak boleh menyiksa hewan atau membakarnya hidup-hidup.

Kalau memang para kicau mania sudah kesal dengan ulah tikus, ular, semut, nyamuk, dan kucing, lebih baik hewan-hewan tersebut (tikus, semut, dan nyamuk) langsung dibunuh saja atau dibuang jauh-jauh (ular dan kucing) agar tidak kembali lagi.

Intinya tujuan kita hanya menghalau dan melindungi burung kesayangan dari marabahaya. Jadi, keanekaragaman hayati dan rantai makanan hewan lain tetap terjaga.

Daripada berbincang terlalu lama, bagaimana kalau kita langsung membahasnya satu-persatu, mulai dari cara melindungi burung dari tikus, ular, semut, nyamuk, dan kucing.

1. Cara melindungi burung dari tikus

Anda dapat mengusir atau menghalau tikus menggunakan aroma-aroma buah dan tanaman yang tidak disukai tikus, seperti buah mengkudu, kulit durian, getah bintaro, daun sirsak, serta daun mint. Caranya, letakkan buah dan tanaman tadi di sekitar sangkar atau tempat-tempat yang sering dilalui tikus. Dengan begitu, tikus tidak akan mau mendekati burung peliharaan Anda lagi.

Tak hanya itu, Anda juga bisa menghalau tikus dengan tanaman yang memiliki duri tajam, seperti mawar, kaktus, euphorbia, dan acanthus. Anda juga bisa memakai kapur barus untuk mengusir tikus dari burung kesayangan Anda. Penggunaannya sama, Anda cukup meletakkan tanaman yang mempunyai duri tajam dan kapur barus di sekitar sangkar.

Jika cara di atas belum berhasil, Anda dapat mencoba cara-cara yang lain dan kemungkinan akan membuat tikus ketakutan.

  • Menyemprotkan larutan campuran cabai dan deterjen pada tubuh atau pantat tikus. (Hati-hati, jika terkena kulit dan mata, rasanya akan perih seperti terbakar)
  • Memberi umpan dengan campuran baking soda, tujuannya agar perut tikus menjadi sakit. Rasa sakitnya seperti orang yang tidak bisa kentut. (Faktanya: tikus adalah hewan pengerat yang tidak bisa kentut)
  • Mengecat tubuh tikus dengan warna terang. Hal ini akan membuat teman-teman tikus ketakutan. Namun, sebelumnya Anda harus bisa menangkap seekor tikus, lalu melepaskannya kembali.
  • Menggunakan suara jangkrik dewasa untuk mencegah tikus mendekati sangkar burung.
Baca juga:  Cara Menangkap Burung yang Lepas Dari Sangkar Sesuai Jenis Burung

Kalau sekadar menghalau tikus, kelihatannya tidak akan membuat kicau mania puas. Oleh sebab itu, kami juga memberikan tutorial membuat perangkap tikus sederhana.

Alat dan bahan:

Ember besar berisi air                   : 1 buah
Kaleng bekas minuman                : 1 buah
Tongkat kayu atau kawat besi     : secukupnya
Papan kayu pijakan                       : secukupnya
Selai kacang                                    : secukupnya

Cara pembuatan:

Perangkap tikus sederhana (siudy.wordpress.com)
Perangkap tikus sederhana (siudy.wordpress.com)

Buatlah perangkap tikus seperti gambar di atas, ember besar diisi air, kemudian kaleng bekas ditusuk menggunakan kawat besi. Papan kayunya dibuat seperti pijakan agar tikus mudah naik ke atas ember. Jangan lupa melumuri kaleng bekas dengan selai kacang sebagai pemikat.

Nantinya, tikus akan mencium bau selai kacang dan naik ke atas perangkap. Nah, karena kaleng bekas tadi licin, maka tikus bakal langsung tergelincir masuk ke dalam ember berisi air. Mendengar kegaduhan tikus yang tercebur ke ember, teman-teman tikus yang lain akan penasaran dan ikut-ikutan masuk perangkap.

2. Cara melindungi burung dari ular

Untuk melindungi burung dari bahaya ular, Anda harus menjaga kebersihan rumah terlebih dahulu. Pasalnya, ular tidak menyukai rumah yang bersih dan rapi. Ular hanya mendatangi rumah yang kotor, penuh tumpukan barang-barang, gelap, dan rumah yang ditinggali tikus serta hewan-hewan kecil lainnya.

Setelah memastikan bahwa rumah Anda telah bersih, semprotkan wewangian di area yang kemungkinan dilewati ular. Mengapa harus wewangian? Tahukah Anda, ular mempunyai indera penciuman yang cukup tajam. Jadi, jika kita menyemprotkan wewangian seperti parfum, atau obat pembasmi serangga, maka ular akan lari ketakutan.

Baca juga:  Hukum Memelihara Burung Kicau Dalam Pandangan Islam
Tali ijuk (tokopedia.com)
Tali ijuk (tokopedia.com)

Selain itu, untuk mengantisipasi agar ular tidak masuk ke dalam rumah, Anda bisa memasang tali ijuk di bagian bawah pintu atau jendela. Tali ijuk dengan duri-duri tajam akan menghalangi ular masuk ke dalam rumah.

Kalau Anda mau mencoba cara yang lebih ekstrem, Anda dapat menggunakan cairan pembersih porselen, seperti Wipol, Domestos, WPC, atau Vixal untuk menyiram ular. Cairan pembersih tersebut dipercaya mampu mengusir ular ketimbang garam. Sebab, garam hanya akan membuat ular terkejut, sementara cairan pembersih akan membuat ular kepanasan.

3. Cara melindungi burung dari semut

Banyak cara mengusir semut yang sering mengganggu burung, mulai dari penggunaan kayu manis, air jeruk nipis, air lemon, cabai merah, ampas kopi, tepung jagung, daun sirih, cengkeh, peppermint, kulit telur ayam, cuka, sabun cuci, baking soda, tanah diatom, asam borat, boric acid, dan masih banyak lagi.

Lebih lengkapnya, Anda bisa melihat artikel dari WikiHow tentang cara membasmi semut tanpa pestisida.

Mangkuk kecil penghalang semut (ocehankenari.blogspot.co.id)
Mangkuk kecil penghalang semut (ocehankenari.blogspot.co.id)

Nah, kalau Anda tak punya waktu untuk mencobanya satu persatu, Anda bisa memanfaatkan mangkuk kecil yang biasanya terdapat di bawah gantungan sangkar. Ternyata, mangkuk mungil tersebut dapat diisi campuran minyak goreng, oli, dan baking powder untuk menghalau semut masuk ke area sangkar.

Caranya, basahi kapas dengan minyak goreng atau campurkan oli dan baking powder (bedak) dengan kapas, kemudian letakkan kapas di mangkuk kecil di bawah gantungan sangkar.

Setelah itu, semut tak akan bisa masuk ke dalam sangkar karena terperangkap di dalam kapas yang telah dicampuri oli dan minyak goreng.

4. Cara melindungi burung dari nyamuk

Gangguan terhadap burung tak hanya disebabkan oleh hewan-hewan seperti tikus, ular, dan semut, tetapi juga serangga seperti nyamuk. Nyamuk dapat dengan mudah mengigit kaki burung dan membuat kakinya bengkak. Bahkan, nyamuk bisa menularkan bibit penyakit yang membahayakan burung.

Full kerodong (olx.co.id)
Full kerodong (olx.co.id)

Untuk itu, Anda harus menghalau nyamuk masuk ke dalam sangkar dengan cara mengerodong sangkar. Anda juga harus memastikan bahwa tidak ada celah yang bisa dimasuki nyamuk. Tindakan mengerodong sangkar merupakan langkah terbaik dalam melindungi burung dari nyamuk.

Jadi, Anda tidak perlu menggunakan bahan kimia pembasmi nyamuk atau obat nyamuk bakar. Lagian, obat-obat tersebut tidak baik untuk burung peliharaan Anda dan memungkinkan burung mengalami keracunan.

Baca juga:  12 Fakta Menarik Tentang Lovebird

5. Cara melindungi burung dari kucing

Sebenarnya kucing peliharaan tidak terlalu membahayakan kelangsungan hidup seekor burung. Ini dikarenakan kucing peliharaan lebih jinak dan mempunyai menu makanan sendiri, sehingga dia tidak akan memakan burung.

Namun, berbeda dengan kucing kampung. Kucing jenis ini tumbuh liar di jalanan, dia bebas memakan apa saja dan terbiasa berburu untuk mendapatkan makanan. Oleh karenanya, kita sebagai pecinta burung harus berhati-hati terhadap sepak terjang kucing kampung.

Lengah sedikit, burung yang sedang Anda jemur di halaman rumah bisa menjadi santapan lezatnya. Lantas, bagaimana cara melindungi burung dari bahaya kucing kampung?

Untuk mengamankan burung dari kucing kampung, Anda bisa mencoba beberapa solusi berikut:

  • Alat penyiram tanaman dengan sensor gerak. Jadi, begitu kucing mendekat, maka dia akan langsung disiram oleh alat tersebut secara otomatis.
  • Alat penghasil gelombang suara ultrasonik dengan sensor gerak. Suara ultrasonik akan mengganggu pendengaran kucing tetapi tidak mengganggu pendengaran manusia.
  • Semprot kucing dengan sprayer atau semprotan air yang biasa digunakan untuk memandikan burung.
  • Buat bulatan-bulatan kecil dari kapas yang dicampur dengan minyak kayu putih atau air jeruk lemon. Letakkan bulatan kapas tadi di area yang dilalui kucing.
  • Semprotkan cat repellents (beli di pet shop) ke tempat yang biasanya dilalui kucing. Cat repellents mempunyai aroma seperti urin rubah atau anjing hutan. Alasan penyemprotan cat repellents di sekitar rumah agar kucing mengira bahwa tempat tersebut sudah diklaim oleh hewan lain. Jadi, kucing tadi tidak akan mampir ke rumah Anda.
  • Ada yang bilang kucing takut dengan pantulan air di dalam botol. Maka dari itu, tempatkan botol air minum 1.500 ml (isi air tiga perempat dan lepaskan label botol) di sudut-sudut ruangan atau di tempat yang biasa disinggahi kucing.
  • Pindahkan burung di tempat yang aman dan tidak dapat dijangkau kucing.
  • Pilihlah sangkar burung berbahan besi agar tidak bisa dirusak kucing.

Demikian beberapa cara melindungi dan mengamankan burung dari bahaya tikus, ular, semut, nyamuk, serta kucing. Apabila Anda memiliki alternatif cara lain yang lebih bermanfaat, silakan dicantumkan dan ditambahkan di kolom komentar. Terima kasih.

Comment here