Press "Enter" to skip to content

Perawatan Burung Murai Batu yang Sakit Lengkap dengan Cara Penyembuhannya

Burungnya.com – Bagi penghobi burung, memiliki burung Murai Batu merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Selain, dapat menghibur dengan kicauannya yang merdu, terkadang burung Murai Batu juga dapat menambah pundi-pundi uang bagi yang hobi menangkarkannya. Namun, rasa bangga saat memelihara Murai Batu, bisa sirna seketika mana kala burung tersebut jatuh sakit.

Burung Murai Batu yang sakit cukup sulit untuk dideteksi. Meski begitu, Anda bisa mengetahui tanda-tanda fisik pada burung tersebut. Selain fisik, kebiasaan Murai Batu yang sedang sakit juga bisa diketahui dengan mudah. Nah, beberapa tanda-tanda ketika burung Murai Batu sedang sakit dapat dilihat dari penjabaran berikut.

Mata Murai Batu keluar cairan

Jika mata Murai Batu keluar cairan sekret atau cairan yang berbentuk seperti nanah dan berbau, maka dapat dipastikan bahwa mata burung tersebut terjadi infeksi. Infeksi seperti ini sering disebut pula dengan mata belekan.

Anda dapat menyembuhkan burung Murai Batu yang sakit mata dengan cara membersihkannya menggunakan kapas yang sudah dicelup air hangat. Bila mata burung belum sembuh juga, maka Anda bisa memberikan sedikit obat tetes mata.

Murai Batu terlihat lesu dan napsu makan berkurang

Biasanya, berkurangnya napsu makan pada Murai Batu disebabkan karena keracunan. Bagaimana burung Murai Batu bisa keracunan? Makanan dan minuman Murai Batu atau MB mungkin sudah tercemar bakteri. Sehingga makanan yang dia makan tidak berpengaruh positif, tapi justru membahayakan tubuhnya.

Untuk menangani burung Murai Batu yang keracunan, Anda dapat mengganti voer secara rutin dan memberikan minuman dalam keadaan bersih. Selain itu, membersihkan sangkar juga bisa meminimalisir bakteri yang menyerangkan burung Murai Batu.

Suara burung Murai Batu serak

Bila burung Murai Batu Anda jarang berkicau, ada kemungkinan burung tersebut sedang sakit. Sumber sakit seperti ini bersumber dari tenggorokan. Maka tak heran, suara burung Murai Batu menjadi serak dan putus-putus. Tanda lain yang sering terlihat saat burung sakit tenggorokan adalah kebiasaan membuka paruh.

Penyebab sakit tenggorokan sangat beragam, mulai dari terlalu lama menjemur burung, adanya luka pada tenggorokan karena salah makan, dan perubahan cuaca ekstrem. Namun, sepertinya yang paling sering menyebabkan Murai Batu sakit adalah salah makan.

Burung Murai Batu mengalami salah makan karena kelalaian pemilik burung dalam melepas kaki jangkrik. Akibatnya, kaki jangkrik melukai tenggorokan burung dan menimbulkan luka.

Solusi penyembuhan Murai Batu yang sakit tenggorokan bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut, memberikan jangkrik yang sudah dilepas kaki dan kepalanya, tidak terlalu lama dalam menjemur Murai Batu, menutup sangkar dengan kerodong agar hangat, memberikan minuman larutan penyegar, tambahan menu pakan cacing, serta selalu membersihkan sangkar secara rutin.

Kalau ingin lebih tradisional, Anda bisa menyembuhkan burung Murai Batu dengan memberikan air perasan daun Lateng Putih untuk mengeluarkan lendir pada tenggorokan. Tak hanya itu, Anda juga bisa memberi rebusan air Sirih ke dalam minumannya sebagai obat serak dan antibiotik.

Kutu pada bulu Murai Batu

Kutu-kutu yang bersemayam di bulu Murai Batu bisa menyebabkan kerontokan dan kebotakan. Pastinya tak menarik bukan, melihat burung Murai Batu kesayangan dalam keadaan botak?

Nah, solusinya, Anda dapat memandikan Murai Batu dengan air bekas cucian beras. Mengapa menggunakan air cucian beras? Sebab, air tersebut mengandung zat-zat yang dapat menghilangkan kutu. Selain itu, air cucian beras dapat mengilapkan bulu Murai Batu.

Bulu ekor Murai Batu tak kunjung tumbuh

Setelah masa-masa mabung, terkadang beberapa Murai Batu akan mengalami keterlambatan pertumbuhan bulu ekor. Ini sebenarnya tak terlalu berbahaya, tapi bisa mengurangi estetika dari burung tersebut.

Untuk menanganinya, Anda dapat membersihkan pori-pori ekor burung Murai Batu menggunakan air hangat. Setelah selesai, Anda bisa membersihkannya lagi menggunakan bawang putih.

Kalau mau lebih cepat tumbuhnya, Anda bisa memberikan pakan belalang. Pasalnya, belalang mengandung vitamin E untuk menumbuhkan bulu Murai Batu. Jika Anda merasa kesulitan mencari belalang, maka Anda bisa membeli vitamin E langsung di toko-toko burung terdekat.

Burung Murai Batu pincang

Burung Murai Batu yang pincang tidak selalu karena terjepit atau terkilir. Bisa jadi, burung tersebut menjadi pincang karena disebabkan beberapa hal berikut, seperti otot kaki yang tertarik, kuku yang terluka, dan telapak kaki yang mengalami luka.

Nah, untuk menyembuhkan kaki Murai Batu, Anda dapat mengoleskan minyak tawon pada bagian kaki yang sakit. Kalau luka dikakinya mengeluarkan darah, maka bersihkan lukanya dulu, kemudian berikan obat merah untuk mencegah terjadinya infeksi.

Dalam proses penyembuhan ini, usahakan burung ditempatkan di area yang tenang. Lebih bagus lagi, jika Anda mengerodong sangkarnya agar penyembuhan bisa berjalan lebih cepat.

Demikian tadi beberapa perawatan burung Murai Batu lengkap dengan cara penyembuhannya. Semoga informasi ini bisa membantu Anda dalam menyembuhkan burung Murai Batu yang sedang sakit.

Pencarian terkait:

  • tangkringan lovebird kusumo
  • cara mengobati murai sakit
  • obat murai batu lemas
  • mengobati murai batu yang sakit
  • mengatasi murai sakit
  • murai batu sakit kesehatan
  • muray gak mau makan
  • perawatan burung batuk tidak mau makan
  • trotolan murai luka pada idung
  • cara mengatasi anak burung murai yang sakit leher

Be First to Comment

Comment here