20 Cara Memilih Voer Burung yang Bagus untuk Pemula

20 Cara Memilih Voer Burung yang Bagus untuk Pemula

Burungnya.com – Pemilihan voer burung tidak boleh sembarangan. Pasalnya, jika asal membeli voer, bisa jadi burung akan mengalami berbagai masalah kesehatan. Apalagi para kicau mania pemula yang belum punya pengalaman dalam memilih voer burung yang bagus, tentu berpotensi membahayakan kesehatan burung.

Orang yang baru memelihara burung, mayoritas tidak mengetahui voer terbaik untuk burung. Mereka terkadang cuma bertanya kepada teman, lalu langsung membeli voer yang sama.

Baca juga: 10 Vitamin Lovebird dan Tips Memilih Vitamin yang Bagus

Padahal, belum tentu voer yang digunakan teman Anda cocok dengan burung peliharaan Anda. Maka dari itu, kami memberikan tips dan cara memilih voer yang bagus untuk burung. Kami juga memberikan ciri voer yang tidak layak dikonsumsi burung agar burung Anda tidak mengalami masalah kesehatan.

Cara Memilih Voer Burung yang Bagus

1. Kemasan Voer Rapi dan Tidak Sobek atau Kempes

Pastikan voer burung mempunyai kemasan yang rapi dan tidak kempes. Perlu Anda ketahui, bungkus voer yang kempes kemungkinan merupakan stok lama (kedaluwarsa) atau tertumpuk pakan lainnya.

Selain itu, ada kemungkinan bungkus voer yang sudah sobek atau berlubang dapat mengundang bakteri masuk ke dalamnya.

2. Warna Voer Burung yang Bagus

Untuk warna voer, sebenarnya tidak menjadi patokan utama. Namun, sebagian besar kicau mania cenderung lebih suka memilih voer berwarna cokelat, kuning, dan hijau. Warna voer lainnya kurang populer, entah karena belum terbiasa atau memang tidak disukai burung.

Kemungkinan kicau mania jarang memilih warna voer lain yang lebih cerah karena takut voer tersebut diberi bahan pewarna kimia berbahaya.

3. Kandungan Voer Burung Lengkap

Sebelum membeli, pilih voer burung dengan kandungan nutrisi yang lengkap dan bergizi. Pastikan voer tersebut mengandung bahan-bahan yang penuh manfaat bagi kesehatan dan performa burung.

4. Periksa Tanggal Kedaluwarsa Voer

Setiap produk buatan pabrik atau lainnya selalu disertakan tanggal kedaluwarsa atau tanggal pembuatan. Tujuannya agar Anda tidak salah memberikan pakan voer yang sudah basi karena melewati tanggal kedaluwarsa.

5. Hindari Mencampur Buah dengan Voer

Untuk menambah nilai gizi, terkadang kicau mania memberikan tambahan buah pada voer. Ini mungkin bagus untuk kesehatan burung, tapi dampaknya dapat membuat pakan cepat berjamur atau rusak.

Buah-buahan yang mengandung banyak air bila dibiarkan selama berhari-hari akan mengundang bakteri dan jamur. Jika Anda ingin mengajarkan burung makan voer dan buah, maka Anda dapat mengganti dengan buah dan voer yang baru setiap 10 jam sekali.

Hal ini untuk mengantisipasi adanya bakteri dan jamur yang menempel pada voer burung.

6. Jangan Pilih Voer Warna Terang atau Cerah

Warna voer ternyata cukup berpengaruh pada kesehatan burung. Pasalnya, voer yang cerah atau terang kemungkinan besar telah ditambah pewarna kimia. Tentu zat kimia tersebut tidak baik untuk kesehatan burung.

7. Aroma Voer Burung yang Tidak Biasanya

Sebelum beli, cium dulu aroma voer burung. Apabila tercium aroma yang tidak seperti biasanya (seperti busuk atau mirip cat), maka sebaiknya pilih voer lainnya.

Bahan kimia dan pengawet tertentu terkadang menimbulkan aroma voer yang kuat dan pekat sehingga mengganggu selera makan dan membuat burung mengalami gangguan pencernaan.

Pemberian voer burung yang kurat tepat dapat membuat kotorannya berair dan berbau. Oleh sebab itu, Anda harus segera mengganti voer dengan merek atau warna lain.

8. Pakan dan Minum Berjauhan

Letakkan wadah pakan dan minuman burung secara berjauhan. Tujuannya agar pakan voer burung tidak terkena cipratan air minum yang membuatnya cepat berjamur.

9. Wadah Voer harus Selalu Kering

Wadah pakan burung harus diperhatikan karena dapat membuat voer rusak. Jadi, wadah voer usahakan selalu dalam keadaan kering.

Caranya dengan membuang voer burung yang kotor, basah, jamuran, atau sering terkena sinar matahari. Selain itu, Anda harus sering mengganti voer dengan yang baru atau segar.

Loading...

10. Berikan Banyak Voer Sekaligus

Berikan berbagai jenis voer burung atau beberapa merek voer terbaik. Setelah itu, bandingkan setiap jenis voer tersebut. Jika burung menyukainya pasti akan habis lebih cepat dan mempunyai efek baik untuk perkembangan burung.

Voer yang berbeda merek ini dapat diberikan secara bersamaan dengan wadah yang berbeda. Kalau diberikan secara bergantian dalam beberapa hari, takutnya burung malah stres. Pemilihan voer ini sebaiknya dilakukan saat kondisi burung sehat.

11. Sesuaikan Komposisi Voer Burung dengan Pakan EF

Komposisi pakan burung di dalam voer harus diperhatikan, terutama bagian nutrisi. Biasanya nutrisi voer burung mengandung protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, hingga asam amino.

Apabila jumlah kandungan nutrisi terlalu tinggi, maka sebaiknya turunkan porsi pemberian extra fooding (EF). Sebab, hal tersebut dapat membuat burung kegemukan.

Sebaliknya, jika kandungan nutrisi pada voer terbilang rendah, Anda dapat mengimbanginya dengan pakan tambahan EF berupa jangkrik, kroto, ulat kandang, ulat hongkong, cacing, dan lain-lain.

12. Kandungan Lemak pada Voer Burung

Oh iya, sebaiknya kandungan lemak dalam voer dipilihkan yang porsinya cukup. Apabila kandungan lemaknya berlebihan, maka dapat membuat burung malas bunyi, sering tidur, dan obesitas atau kegemukan.

13. Pilih Merek Voer Burung yang Sudah Teruji Klinis

Merek voer burung diutamakan yang sudah lulus pengujian klinis. Pasalnya, saat ini cukup banyak voer racikan sendiri tanpa adanya pengujian secara klinis.

Mungkin kandungan voer di dalamnya dianggap bergizi, tapi siapa tahu kalau komposisi pada voer tersebut ternyata tidak baik untuk kesehatan burung.

Baca juga: 7 Vitamin Herbal Alami untuk Lovebird Harga Murah sampai Mahal

Ciri Voer yang Tidak Layak untuk Burung

Setelah mengetahui cara memilih voer burung yang bagus, sekarang Anda juga harus memahami ciri voer yang kurang bagus atau tidak layak dimakan burung.

1. Voer Burung Lengket

Butiran voer burung saling menempel atau lengket. Ini menunjukkan voer burung dalam kondisi lembab yang berpotensi membuatnya jamuran.

2. Warna Voer Berubah

Perubahan warna voer burung harus selalu diperhatikan. Jika warnanya berubah menjadi lebih gelap, maka segera ganti dengan voer yang baru.

3. Kondisi Voer Kotor

Tahukah Anda, voer yang tampak kotor karena terkena debu juga tidak layak diberikan ke burung. Pasalnya, debu bisa mengandung penyakit dan butiran yang tajam.

4. Voer Jamuran

Bagian luar voer ditumbuhi jamur berwarna hijau. Artinya, Anda harus segera membuang seluruh voer tersebut. Meski yang jamuran cuma bagian luarnya, tapi bagian voer yang lain sudah terkontaminasi jamur.

5. Aroma Voer Menjadi Bau Menyengat

Jika sudah terkontaminasi bakteri, biasanya aroma voer burung akan menjadi bau menyengat dan tidak seperti biasanya.

6. Banyak Kutu atau Hewan Kecil

Segera buang voer yang di dalamnya sudah dihuni banyak kutu atau hewan kecil lainnya.

7. Voer Lembek atau Lunak

Terkadang Anda akan menjumpai voer yang lembek dan lunak. Padahal, seharusnya voer harus dalam keadaan kering dan tidak lembek. Daripada mengambil risiko, lebih baik ganti voer lama dengan voer yang baru.

Demikian beberapa tips dan cara memilih voer burung yang bagus untuk pemula. Sebaiknya Anda tidak mengutamakan harga voer karena yang mahal belum tentu menyehatkan.

Baca juga: Cara Membuat Pakan Burung dari Cangkang Telur

Oleh karena itu, pilih voer burung berdasarkan pabrikan yang terpercaya, merek terkenal, review dari kicau mania, kandungan nutrisi, dan efek yang dirasakan burung.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan dengan teman-teman yang lain, dan cantumkan sumbenya. Terima kasih.

Loading...

Pencarian terkait:

  • Por untuk burung pemula

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!