Harga Lovebird Turun Drastis, Cuma Rp 45.000 Per Ekor

Harga Lovebird Turun Drastis, Cuma Rp 45.000 Per Ekor

Burungnya.com – Harga Lovebird turun ternyata sudah diprediksi sejak lama oleh Bang Boy BnR. Apa yang membuat harga burung Lovebird turun drastis? Apakah sudah tidak ada lagi kicau mania yang tertarik dengan burung Lovebird?

Sebenarnya Lovebird masih diminati banyak orang. Namun, kicau mania yang ikut lomba Lovebird mulai menurun atau mungkin karena alasan lainnya. Sehingga, hal ini berpengaruh sekali terhadap harga Lovebird yang anjlok.

Prediksi Harga Lovebird Turun Drastis

Harga Lovebird Terjun Bebas (youtube.com)
Harga Lovebird Terjun Bebas (youtube.com)

Para penangkar Lovebird mulai mengeluh dengan harga Lovebird di pasaran. Sebagian dari mereka merasa tidak untung karena harga Lovebird yang terjun bebas. Mengetahui masalah ini, Bang Boy BnR memberikan tanggapan dan memprediksi harga Lovebird sejak akhir tahun 2018.

Katanya, kelas Lovebird sudah tidak kondusif. Kelas Lovebird sudah masuk di kelas tengah dan bawah. Biasanya kalau hal tersebut berlangsung terus-menerus, maka harga Lovebird akan terjun bebas.

“Benar sekali kalau kita lihat di kelas Lovebird, di mana saja sudah tidak kondusif. Kelas Lovebird di setiap lomba mulai masuk di kelas tengah dan bawah. Tahun depan sudah dapat dipastikan harga Lovebird akan di bawah sekali,” kata Bang Boy BnR, seperti dikutip dari Mediabnr.com (30/11/2018).

Berawal dari masalah tersebut, EO penyelenggara lomba menjadi tidak nyaman, dan berimbas pada peserta lomba. Hal ini dikaitkan pula dengan Lovebird Warna. Jika harga Lovebird Warna turun, maka harga Lovebird biasa juga ikut turun drastis. Demikian analisa Bang Boy BnR setelah mengamati dunia burung sekarang ini.

“Orang atau pemain lain merasa sudah tidak nyaman begitu juga EO penyelenggara. Di samping itu, adanya Lovebird Warna juga menjadi satu penyebab turunnya harga Lovebird biasa. Akhirnya dari semua kejadian, harga Lovebird warna akan turun drastis diikuti harga Lovebird biasa. Ini analisaku pribadi setelah aku mengamati dunia burung sekarang ini,” ujar Bang Boy BnR selaku Bapak Perburungan Indonesia.

Baca juga: Harga Lovebird Sizuka Rp 1,5 Juta, Ngekek 1,5 Menit Jadi Rp 40 Juta

Harga Lovebird 2019 Terjun Bebas

Harga Lovebird Turun Drastis (youtube.com)
Harga Lovebird Turun Drastis (youtube.com)

Setelah memasuki tahun 2019, ternyata prediksi Bang Boy BnR terbukti benar. Harga Lovebird merosot tajam sampai di angka Rp 45.000.

Hasil survei di beberapa pedagang Lovebird, terutama di pasar burung, harga Lovebird berkisar Rp 45.000 – Rp 50.000 per ekor.

Sore Hari Harga Lovebird Semakin Turun

Salah satu pasar burung di Surabaya menjual Lovebird dengan harga bervariasi berdasarkan waktu. Maksudnya bagaimana?

Jadi, kalau pagi, harga Lovebird sekitar Rp 70.000, siang hari turun menjadi Rp 50.000, dan sore hari menjadi Rp 45.000 per ekor.

Beberapa tahun yang lalu harga Lovebird sempat turun tapi tidak separah tahun sekarang. Dulu Bang Boy BnR mengatasi harga Lovebird turun dengan membuka kelas Lovebird Baby.

Semoga tahun 2019, harga Lovebird tidak semakin hancur. Bang Boy BnR akan berusaha untuk mengatrol agar harga Lovebird kembali stabil.

Apakah dari kicau mania pembaca setia Burungnya.com ada yang mempunyai ide supaya harga Lovebird naik lagi?

Baca juga: 8 Jenis Lovebird Biola Lengkap dengan Gambar dan Harga

Harga Lovebird Turun versi Ben KLI

Harga Lovebird di Pasar Burung (youtube.com)
Harga Lovebird di Pasar Burung (youtube.com)

Penurunan harga Lovebird sudah dibahas sejak lama oleh Ben KLI dan kicau mania Tanah Air. Beliau pernah menyampaikan di grup Facebook Komunitas Lovebird Indonesia tentang harga Lovebird turun, terutama mutasi fischeri opaline. Hal ini disampaikan Ben KLI pada 11 Oktober 2018 di grup Komunitas Lovebird Indonesia.

Kami memberikan penjelasan Ben KLI secara utuh, tanpa mengurangi atau menambahi kata apapun agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Loading...
Screenshot Penjelasan Ben KLI tentang Harga Lovebird Turun (facebook.com)
Screenshot Penjelasan Ben KLI tentang Harga Lovebird Turun (facebook.com)

Penjelasan Ben KLI di Komunitas Lovebird Indonesia

Beberapa minggu ini di sosmed ramai postingan mengenai harga lovebird yang katanya “turun” terutama untuk mutasi fischeri opaline. Sementara jenis wild colour dari semua spesies mengalami kenaikan harga.

Bahkan roseicollis yang di Indonesia dianggap sebelah mata dan oleh sebagian orang dijadikan burung babuan, sekarang mulai diburu dan harganya ikut merangkak naik.

Melihat fenomena ini, pertanyaan yang timbul adalah “harga lovebird secara umum sebenarnya mengalami kenaikan atau penurunan?” Silahkan anda menilai sendiri.

Saya ingin menyampaikan bahwa nilai jual burung lovebird sangat ditentukan oleh adanya lomba, selain tentu saja hukum ekonomi dan tingkat kesulitan dalam menghasilkan burung berkualitas yang memenuhi kriteria lomba BC.

Hobi apapun juga kalau tidak ada lombanya maka hampir bisa dipastikan tidak bisa berkembang ke level yang lebih tinggi dan tidak akan bertahan lama. Lomba disini bukan hanya menyangkut seberapa sering dan dimana lomba tersebut diadakan tapi lebih penting lagi adalah pesertanya.

Contoh, kenapa harga lovebird wild colour semua spesies dan juga roseicollis bisa bertahan dan bahkan cenderung naik terus? Ini adalah efek positif dari para peserta yang selalu meramaikan kelas tersebut.

Untuk wild colour saja sudah sangat sering melebihi angka 100 peserta. Sementara di kelas roseicollis pesertanya memang belum sebanyak wild type tapi para penggiat roseicollis tidak pernah minder dan tetap meramaikan kelas tersebut di event manapun juga.

Bertahun tahun para peternak roseicollis merasa tidak fair karena perbedaan harga yang sangat jomplang. Tapi apakah mereka pernah mengeluh? Tidak! Saling menyalahkan? Tidak!

Yang mereka lalukan adalah terus berkarya dan berpartisipasi dalam setiap lomba. Semangat para pejuang roseicollis inilah yang patut kita jadikan sebagai contoh.

Bagaimana dengan kelas mutasi fischeri opaline dan fischeri turquoise maupun mutasi lainnya? Alhamdulillah masih ada pesertanya walaupun jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Jika peserta lombanya saja sepi bagaimana mungkin jenis jenis ini bisa terangkat baik dari sisi harga maupun gengsi? Saya tidak bisa 100% menyalahkan sepinya peserta pada kelas kelas tersebut karena mungkin pemilik burung burung tersebut lebih memilih untuk breeding dibanding lomba.

Banyak kenalan saya yang mengatakan begini, “buat apa ikut lomba, gak ada duitnya. Mending burungnya saya breeding, hasilnya lebih jelas.” Betul, tapi itu tidak bisa bertahan lama.

Dari pengalaman menggelar lomba BC selama 6 tahun, kami sudah mengamati fenomena ini. Mulai dari jaman lutino, pied, turquoise dan sekarang fischeri opaline, semuanya berawal dan berakhir dengan cerita yang sama.

Manis diawal, pahit diakhir. Dan jika suatu saat harganya sudah “turun” tidak fair rasanya kalau tiba tiba anda menyalahkan lomba, menyalahkan komunitas, menyalahkan importir, menyalahkan bakul, menyalahkan kenapa juara BOB nya mayoritas adalah wild colour dan lainnya (tapi gak ada yang meyalahkan spg).

Sekedar ilustrasi, peserta dikelas wild colour ada 60, burung bagus katakanlah 30%. Artinya ada 18 ekor burung bagus yang harus dipilih untuk menjadi juara 1 – 10.

Sementara peserta dikelas fischeri opaline hanya 8, dan burung yang bagus nyaris tidak ada (yang bagus di breeding buat cetak uang). Atau biar fair, katakanlah yang bagus juga 30%. Ini berarti burung bagus dikelas fischeri opaline hanya ada 2,4 ekor.

Delapan belas berbanding dua koma empat ekor (18 : 2,4). Bahkan bisa jadi burung wild colour yang peringkat ke 18 saja kualitasnya sudah diatas burung fischeri opaline yang juara 1.

Jadi bagaimana mungkin juri memaksakan diri untuk memberikan gelar BOB kepada burung yang memang tidak layak BOB?

Terlepas dari masalah diatas, mari kita mencari solusi terbaik agar harga tidak merosot terlalu jauh. Mungkin harganya tidak bisa sebagus sebelumnya tapi paling tidak kita bisa berusaha untuk menahannya.

Dari kami, KLI, salah satu solusinya adalah gencar melakukan lomba BC disetiap daerah, plus seminar genetika serta memberikan edukasi kepada semua pihak seperti apa dan bagaimana kriteria burung yang memenuhi standard lomba BC.

Sarana sudah kami sediakan. Keputusan sekarang berada ditangan anda. Apakah ingin ikut memgambil bagian dalam “misi penyelamatan ini” atau hanya duduk diam menunggu.

Sebagai motivasi, saya ingin bertanya, berapa harga seekor green fischeri opaline jantan saat ini? 6jt? 7jt? 10jt? Foto yang terlampir disini adalah green fischeri opaline juara 1 di event KLI Jepara Cup 3 bulan September lalu.

Harganya? Burung ini sudah ditawar 25juta tapi oleh pemiliknya belum dilepas. Berapa harga yang diminta? Tidak kurang dari 30juta. Mahal? Jika anda menilai harga yang diminta terlalu mahal, tidak ada salahnya anda mencetak sendiri burung yang berkualitas seperti ini dan coba ikut lomba BC.

Akhir kata, mari kita tidak saling menyalahkan. Saya yakin jika para penggiat lovebird ditanah air seperti peternak, bakul, importir, komunitas, EO (dan spg) saling bekerja sama dan saling support, maka lovebird akan tetap berjaya.

Happy breeding! May the force be with you!

Demikian pendapat Bang Boy BnR dan Ben KLI terkait harga Lovebird turun yang meresahkan kicau mania di Indonesia. Semoga ke depannya, masalah harga Lovebird segera dapat diatasi dan mendapatkan solusi terbaik.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain, dan cantumkan sumbernya. Terima kasih.

Loading...

Pencarian terkait:

  • prediksi harga lovebird 2019
  • harga Lovebird anjlok
  • harga lovebird turun drastis
  • harga Lovebird hancur
  • penyebab harga lovebird anjlok
  • kenapa harga lovebird turun drastis
  • harga love bird anjlok
  • kapan harga lovebird naik lagi
  • kapan harga lovebird naik
  • harga lovebird turun

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!