Skip to content

Hukum Memelihara Kucing Hitam dalam Islam

Memelihara Kucing Hitam dalam Islam

Burungnya.com – Banyak mitos negatif seputar kucing hitam di Indonesia. Namun, Raja Keraton Solo Paku Buwono (PB) X memelihara kucing hitam.

Seperti yang dikatakan KRMT L Nuky Mahendranata, selaku Canggah dalem Paku Buwono X, kucing bulu hitam ini salah satu hewan kesayangan Paku Buwono X.

Bahkan terdapat tulisan di kijing makam tentang info tersebut. Mengapa kucing hitam mempunyai daya tarik bagi Raja Keraton Solo?

Untuk hal ini kami juga belum tahu. Namun, mungkin ada alasan tersendiri sampai kucing hitam tersebut diistimewakan.

Baca juga: 15 Mitos Kucing Hitam di Seluruh Dunia dan Nama Kucing Hitam Terkenal

Hukum Memelihara Kucing Hitam dalam Islam

Setiap orang memiliki rasa suka dalam dirinya termasuk
salah satunya memelihara binatang, dengan memiliki binatang peliharaan biasanya bertujuan untuk memenuhi hasrat kebahagiaan bagi sebagian orang.

Banyak yang memandang bahwa hewan peliharaan sebagai penawar strees ataupun kejenuhan selain itu juga hewan penjaga rumah seperti anjing, hewan ternak seperti ayam, kambing, sapi, dan lain sebagainya.

Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang sangat popular di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Dalam sejarah islam, kucing memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa.

Hukum Memelihara Kucing Hitam dalam Islam

Hukum Memelihara Kucing Hitam dalam Islam

Baginda Nabi Muhammad saw bahkan berpesan kepada para sahabatnya untuk menyanyangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri. Salah satu kucing yang dimiliki oleh Nabi adalah Mueeza selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengiikuti lantunan suara azan.

Pada abad ke 13, dalam dunia seni islam, rupa kucing dijadikan mata uang sebagai bentuk manifestasi penghargaan masyarakat islam. Sedangkan, dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa itu.

Penghormatan tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi Muhammad saw. Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo dijelaskan pada dinasti mamluk, Baybars al Zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya.

Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar Negara Islam. Hingga saat ini, mulai dari damaskus, Istanbul hingga Kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan oleh penduduk setempat.

Kisah kucing yang memberi inspirasi bagi para sufi. Seorang sufi ternama bernama Ibnu Bashad yang hidup pada abad ke 10 hijriyah bercerita. Suatu saat ia dan sahabat-sahabatnya sedang duduk santai melepas lelah diatap masjid kota Kairo sambil menikmati makan malam.

Ketika seekor kucing melewatinya, Ibnu Bashad memberi sepotong daging kepada kucing itu, namun tak lama kemudian kucing itu kembali lagi.

Setelah memberinya potongan kedua, diam-diam Ibnu Bashad mengikuti kearah kucing itu pergi, hingga akhirnya ia sampai pada sebuah atap rumah yang kumuh, dan didapatinya si kucing tadi sedang menyodorkan sepotong daging yang diberikan Ibnu Bashad kepada kucing lain yang buta matanya.

Peristiwa ini sangat menyentuh hatinya hingga ia menjadi sufi sampai ajal menjemputnya pada tahun 1067. Selain itu kaum sufi juga percaya bahwa dengkuran nafas kucing memiliki irama yang sama dengan dzikir kalimah Allah.

Baca juga: 25 Fakta dan Mitos Kucing Hitam di Seluruh Dunia

Hukum Memelihara Kucing Hitam

Hukum Memelihara Kucing Hitam

Teks Hadis

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ بْنُ أَسْمَاءَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ
اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عُذِّبَتْ
امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا سَقَتْهَا
4 إِذْ حَبَسَتْهَا وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْض

Artinya:
Telah bercerita kepadaku ‘Abdullah bin Muhammad bin Asma’ telah bercerita kepada kami Juwairiyah bin Asmai dari Nafi’ dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ada seorang wanita disiksa disebabkan seekor kucing yang dikurungnya hingga mati kelaparan lalu wanita itupun masuk neraka karena dia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan tidak melepaskannya sehingga dia dapat menyantap serangga tanah”

Muhammad bin Isma>‘il Abu> Abdullah al-Bukha>ri> al-Ju‘fi>, alJ>a>mi‘ al-Musnad as-S}ahi>h al-Mukhtas}ar min Umuri Rasulullahi saw wa Sunanihi wa ayya>mih, juz 4 (Cet. I; Damaskus: Dar Tauq an-Najah, 1422), h.
176.

Syarah Hadis

Imam Bukhari menyebutkan dua hadis dalam bab ini yang masing-masing berasal dari Asma’ binti Abu Bakar dan Ibnu Umar mengenai kisah wanita yang mengikat kucing hingga mati dan wanita itu masuk neraka.

Kedua hadis ini disebutkan pada bab awal mula penciptaan. Adapun hadis Asma’ telah disebutkan dengan lafaz yang lebih lengkap.

Sedangkan hadis Ibnu Umar telah disebutkan oleh Ad-Daraquthni bahwa Ma’an bin Isa menyendiri dalam menyebutkannya di dalam kitab AlMuwaththa’.

Dia berkata, “Hadis ini diriwayatkannya pula pada selain kitan Al-Muwaththa’ oleh Ibnu Wahab, Al-Qa’nabi, Ibnu Abi Uwais dan Mutharrif.” Lalu dia menyebutkan melalui jalur periwayatan mereka. Adapun Al-Ismaili telah meriwayatkan melalui jalur Ma’an dan Ibnu Wahab, sedangkan Abu Nu’aim melalui jalur Al-Qa’nabi.

Pelihara Kucing Hitam Menurut Islam

Pelihara Kucing Hitam Menurut Islam

Kesesuaian hadis tentang kucing dengan judul bab dapat dilihat dari sisi bahwa wanita itu di azab akibat tidak memberi minum kucing.

Artinya, jika ia memberi minum, niscaya dia tidak diazab.Ibnu Al-Manayyar berkata, “hadis ini menerangkan tentang haramnya membunuh apa yang tidak diperintahkan untuk dibunuh dengan cara membuatnya kehausan, meskipun kucing dan tidak mendapatkan pahala karena memberi minum, akan tetapi menyelamatkannya telah cukup sebagai suatu kebaikan.

Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari, terj. Amiruddin, Fathul Baari Penjelasan Kitab Shahih Bukhari, jilid 13 (Jakrata: Pustaka Azzam, 2010), h. 330.

Dalam fathul bari’ karya Ibnu Hajar al-Atsqalany beliau mengatakan bahwa yang dimaksud dengan wanita yang dimasukkan kedalam neraka ialah seorang wanita dari golongan Himyar, dalam riwayat lain dia disebutkan dari Bani Israil.

Namun, tidak ada riwayat yang menyebutkan namanya. Hanya saja telah dikemukakan terdahulu bahwa dia berkulit hitam dan berasal dari suku Himyar dari kalangan Bani Israil.

Disebutkan pula bahwa semua itu tidak bertentangan. Baihaqi menyebutkan dalam kitabnya bahwa wanita itu adalah seorang yahudi karena golongan Himyar kebanyakan beragama yahudi.

Akan tetapi Nawawi memungkiri pernyataan tersebut. Sedangkan kucing yang dimaksud dalam hadis ini adalah seekor kucing betina. Karena kata هرة merupakan sebutan untuk seekor kucing betina dan kata هر merupakan sebutan untuk kucing jantan.

Yang di maksud dengan خشاش adalah kutu tanah, serangga tanah, seekor tikus dan semisalnya. Nawawi berkata\bahwa hadis ini diriwayatkan dengan huruf ح tanpa titik yang bermakna tumbuh-tumbuhan tanah.

Ibnu Hajar mengatakan bahwa pendapat ini lemah dan keliru. Akan tetapi, jelasnya seorang wanita disiksa karena membunuh seekor kucing yang dikurungnya. Iyadh berkata wanita tersebut adalah seorang kafir dan disiksa dalam neraka.

Atau karena dihisab karena barang siapa yang hisabanya jelek maka akan disiksa. Atau wanita tersebut sorang kafir dan disiksa karena kekafirnnya dan ditambah siksaannya karena perbuatannya tadi. Atau seorang itu wanita muslimah akan tetapi dimasukkan ke dalam neraka karena perbuatan maksiat tersebut.

Pendapat ini memperkuat pendapat Baihaqi dalam kitabnya dan Abu Nu’aim dalam kitabnya. Hadis ini mengatakan bahwa menyiksa seekor kucing adalah perbuatan dosa dan dapat menyebabkan seseorang masuk kedalam neraka.

Hadis yang mulia ini menunjukkan kepada kita betapa islam sangat menjunjung tinggi kasih sayang. Tidak hanya kepada sesame manusia, bahkan kepada seekor binatang sekalipun.

Akibat tidak menaruh kasih sayang kepada seekor kucing, perempuan tersebut harus merasakan perihnya siksa neraka. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “hadis ini menunjukkan di haramkannya membunuh kucing dan diharamkan mengurungnya tanpa diberi makan dan minuman.

Adapun dimasukkannya kedalam api neraka adalah karena perbuatannya itu. Zahir hadis menunjukkan bahwa perempuan tersebut beragama islam, meskipun demikian dia masuk neraka gara-gara menyiksa seekor kucing”.

Beliau juga menegaskan, “maksiat ini bukanlah dosa kecil, bahkan dia bisa berubah menjadi dosa besar apabila dilakukan secara terus-menerus.

Fakta dan Mitos Kucing Hitam di Dunia (reddit.com)

Fakta dan Mitos Kucing Hitam di Dunia (reddit.com)

Ini adalah kisah seorang wanita yang menurung kucing dan tidak memberinya makan dan minum hingga kucing itu mati kelaparan dan kehausan. Ini mennunjukkan kerasnya tabiat wanita itu betapa buruk akhlaknya serta tiadanya belas kasih di hatinya.

Dia sengaja menyakiti. Jika di hatinya terdapat belas kasih, niscaya dia melepaskan kucing itu. Dan sepertinya dia mengurungnya sepanjang siang dan malam. Ia merasakan lapar dan haus denga suara memelas meminta bantuan dan pertolongan.

Suara dengan ciri tersendiri yang dikenal oleh orang-orang yang mengenal suara. Akan tetapi hati wanita ini telah membatu dan tidak terketuk oleh suara pilu kucing itu.

Jika dilihat dari penjelasan atau syarah hadis yang di mana hadis ini juga terdapat dalam pembahasan keutamaan memberi air minum.

Dalam bab ini terdapat beberapa hadis yang menjelaskan tentang memberi air minum kepada seekor anjing yang kehausan, maka Allah memberikan ampunan baginya.

Jadi dapat dikatakan bahwa hadis ini merupakan anjuran berbuat baik, Karena apabila memberi minum pada seekor anjing diberi ampunan oleh Allah, maka pahala memberi minum seorang manusia adalah lebih besar.

Hadis ini mengharuskan berbuat baik kepada hewan atau manusia yang memiliki kehormatan dan kebutuhan, keduanya pada tingkatan yang sama, maka yang lebih didahulukan manusia.

Jika hadis tentang memberi minum kepada anjing yang kehausan mendapat ampunan oleh Allah dan hadis yang mengurung kucing menjeruskan seorang wanita masuk ke dalam neraka.

Dapat disimpulkan bahwa berbuat baik kepada orang lain dan hewan akan mendapat ampunan dan jika menyiksa atau tidak berbuat baik kepada sesama dan hewan maka akan masuk ke dalam neraka.

Dalam hadis yang membahas tentang wanita masuk neraka karena mengurung kucing dan tidak memberinya makan itu tidak hanya berlaku pada kucing saja.

Akan tetapi kepada hewan lainpun juga berlaku, apalagi kepada sesame manusia harus saling berbuat baik dan tidak saling menganiaya atau menzolimi.

Fakta Kucing Hitam dan Mitos Kucing Hitam (cattime.com)

Fakta Kucing Hitam dan Mitos Kucing Hitam (cattime.com)

Pahala Memelihara Kucing dalam Islam

  1. Menjadi timbangan kebaikan saat kiamat
  2. Melatih sikap empati
  3. Mendapatkan rahmat dihari kiamat
  4. Mendapat ampunan dan ridha Allah
  5. Merupakan sedekah
  6. Dosa diampuni
  7. Tidak memiliki banyak kuman
  8. Kucing bukan merupakan hewan najis
  9. Melindungi dari gigitan serangga serta tikus
  10. Mempunyai irama serupa dzikir kalimah Allah
  11. Kegiatan yang disukai Allah
  12. Mendapat ganjaran yang baik dan surga
  13. Air liur kucing adalah suci
  14. Perhiasan rumah tangga
  15. Disayang penghuni langit

Kesimpulan

Jadi hukum memelihara kucing hitam dalam Islam sudah bisa dipahami ya. Kucing hitam atau kucing apapun sangat disayang dalam Islam.

Menurut hadis, Nabi Muhammad SAW melarang menganiaya dan membunuh kucing. Walau kucing hitam mitosnya menakutkan, tapi memelihara kucing akan memperoleh pahala.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Sumber:

Keistimewaan Kucing; Kajian Tematik Hadis dari Andi Alda Khairul Ummah

Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar

error: Stop copy and paste because it is an illegal act.