Lovebird (fosterparrots.com)

Usaha Sampingan Ternak Lovebird Lengkap dengan Analisa Perhitungan Biaya

Burungnya.com – Di era globalisasi seperti ini, mendapatkan pekerjaan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Daftar kerja ke sana ke mari juga tak membuahkan hasil. Sekalinya dapat kerja, gaji tidak memuaskan. Namun, Anda jangan berkecil hati, rejeki akan datang sendiri beriringan dengan hobi.

Hobi seseorang mungkin beranekaragam, tapi kalau kicau mania tentu saja hobinya hanya satu, yakni memelihara burung. Setiap pagi dan sore para kicau mania tak bisa lepas dari yang namanya burung. Bahkan, malam hari pun ada yang menyempatkan waktunya untuk memandikan burung. Kemudian, bangun pagi-pagi buta untuk terapi pengembunan.

Jika Anda sudah cinta mati dengan burung, mengapa Anda tidak mencoba membuat usaha sampingan yang berkaitan dengan hobi merawat burung. Kata orang, usaha yang didasari dengan hobi akan lebih mudah menjalaninya ketimbang kerja di kantoran. Ya, perkataan ini memang ada benarnya. Segala seluk beluk dunia perburungan sudah dikuasai, jadi tinggal beraksi saja.

Namun, kalau ingin usaha seperti itu, bukankah harus menggunakan modal yang besar? Beberapa orang memang langsung mengeluarkan dana yang besar, tetapi kalau sekadar usaha sampingan, Anda cukup mengeluarkan dana yang Anda sisihkan dari gaji bulanan Anda.

Sebagai contoh, Anda sudah lama memelihara burung cinta atau Lovebird. Nah, manfaatkan pengalaman tersebut untuk membuat usaha sampingan ternak Lovebird. Sekarang, harga Lovebird lumayan mahal di bandingkan dengan harga burung yang lain. Harga anakan Lovebird saja paling murah Rp 130.000. Itupun Lovebird sayur yang warnanya hijau. Bagaimana dengan jenis Lovebird yang lain? Pastinya lebih mahal bukan?

Peluang usaha ini yang harus Anda kelola. Lovebird sudah punya, kandang sudah punya, lahan juga ada, pakan melimpah. Kurang apa lagi? Kalau Lovebird cuma punya sepasang, beli lagi indukan yang lebih bagus agar nanti bisa disilangkan dan menghasilkan spesis baru.

Baca juga: Cara Mengetahui Hasil Mutasi Lovebird Menggunakan Software Genetic Calculator

Kalau belum berani memulai usaha, ajaklah teman yang bisa dipercaya. Nanti seiring berjalannya waktu, Anda bisa membuat usaha ternak Lovebird sendiri. Yang penting, usaha itu harus dimulai, jangan hanya berangan-angan, ujung-ujungnya malah nggak kesampaian.

Untuk urusan untung dan rugi, bisa dipikir belakangan, tapi kalau mau dihitung di awal juga nggak apa-apa.

Jika Anda bersungguh-sungguh ingin membuat usaha sampingan ternak Lovebird, maka kami akan membantu dengan menunjukkan analisa perhitungan biaya keseluruhan mulai dari sewa lahan (untuk yang tidak punya lahan atau yang tinggal di perkotaan) hingga peralatan yang dibutuhkan selama proses berternak Lovebird.

Baca juga: 20 Jenis Lovebird Tercantik Lengkap dengan Gambarnya

Analisa ini sifatnya hanya asumsi sementara karena mungkin harga yang kami gunakan dengan harga pasaran sudah berbeda, seperti yang dikutip dari tokomesin.com.

Analisa usaha ternak Lovebird

Asumsi penggunaan

  • Sewa lahan selama waktu 1 tahun
  • Penggunaan sangkar burung hingga 5 tahun
  • Indukan burung mampu produksi hingga 1 tahun
  • Wadah pakan, ayakan pakan, wadah minum, pisau, semprotan, timba, kain, dan peralatan lainnya tahan hingga 3,5 tahun

Investasi

Sewa lahan = Rp 1.584.000
Pembuatan sangkar = Rp 1.880.500
Indukan burung = Rp 2.156.050
Ayakan pakan = Rp 62.500
Wadah pakan = Rp 81.000
Pisau = Rp 29.000
Tempat minum burung = Rp 38.000
Tempat makan burung = Rp 46.000
Semprotan = Rp 82.200
Timba = Rp 58.500
Kain lap = Rp 121.000
Peralatan tambahan = Rp 52.000
Total investasi = Rp 6.190.750

Biaya operasional per bulan

Penyusutan sewa lahan 1/12 x Rp 1.584.000 = Rp 132.000
Penyusutan pembuatan sangkar burung 1/62 x Rp 1.880.500 = Rp 30.331
Penyusutan indukan burung 1/6 x Rp 2.156.050 = Rp 34.775
Penyusutan ayakan pakan 1/44 x Rp 62.500 = Rp 1.420
Penyusutan ayakan pakan 1/44 x Rp 248.000 = Rp 5.636
Penyusutan wadah 1/44 x Rp 81.000 = Rp 1.841
Penyusutan pisau 1/44 x Rp 29.000 = Rp 659
Penyusutan tempat minum burung 1/44 x Rp 38.000 = Rp 864
Penyusutan tempat makan burung 1/44 x Rp 46.000 = Rp 1.045
Penyusutan penyemprot 1/62 x Rp 82.200 = Rp 1.326
Penyusutan timba 1/44 x Rp 58.500 = Rp 1.330
Penyusutan kain lap 1/62 x Rp 121.000 = Rp 1.952
Penyusutan peralatan tambahan 1/44 x Rp 52.000 = Rp 1.182
Gaji karyawan = Rp 1.700.000
Total biaya tetap = Rp 1.914.360

Biaya variabel

Kroto Rp 32.000 x 30 = Rp 960.000
Pakan burung jadi Rp 45.500 x 30 = Rp 1.365.000
Buah apel merah Rp 21.000 x 30 = Rp 630.000
Vitamin Rp 19.500 x 30 = Rp 585.000
Telur puyuh matang Rp 15.000 x 30 = Rp 450.000
Vaksin Rp 18.500 x 30 = Rp 555.000
Minuman Rp 10.500 x 30 = Rp 315.000
Obat­obatan Rp 21.500 x 30 = Rp 645.000
Air dan listrik Rp. 20.000 x 30 = Rp 600.000
Lainnya Rp 20.500 x 30 = Rp 615.000
Total biaya variabel = Rp 6.720.000

Total biaya operasional

Biaya tetap + biaya variabel = Rp 8.634.360
Pendapatan per bulan 17 ekor x Rp 650.000 = Rp 11.050.000

Keuntungan per bulan

Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional = Rp 11.050.000 – Rp 8.634.360 = Rp 2.415.640

Lama balik modal

Total Investasi : Keuntungan per bulan = Rp 6.190.750 : Rp 2.415.640 = 3 Bulan

Cepat sekali balik modalnya? Jadi bagaimana, tertarikkah Anda berternak Lovebird untuk dijadikan bisnis sampingan? Lumayan hasilnya bisa untuk menambah uang jajan dan kebutuhan keluarga.

Komentar