7 Bahaya Bulu Kucing bagi Kesehatan Keluarga di Rumah

Burungnya.com – Kalau sudah menyangkut keluarga, pastinya Anda lebih berhati-hati dan waspada. Sama seperti kesehatan karena kalau sampai keluarga di rumah sakit, semuanya ikut sedih. Apalagi kalau sakit gara-gara bulu kucing, hal sepele yang biasa jadi luar biasa bahaya.

Anda harus mewaspadai bulu kucing yang rontok di area rumah. Pasalnya, ada bahaya yang menghantui kesehatan keluarga akibat bulu kucing. Walau bulu kucing sama seperti rambut manusia, tapi bulu ini bisa menyebabkan munculnya penyakit.

Hal ini karena bulu kucing mengandung bakteri dan parasit. Penyakit yang disebabkan oleh bulu kucing cukup beragam, seperti kurap, kudis, hingga toksoplasmosis.

Baca juga: 5 Bahaya Tidur dengan Kucing di Malam Hari

Terutama ibu hamil, dia rentan terkena penyakit yang disebabkan oleh bulu kucing. Jadi, apabila kondisi ibu tersebut sedang lemah atau ngedrop, sebaiknya pindahkan dulu kucing Anda ke rumah saudara atau tetangga.

Bahaya Penyakit Akibat Bulu Kucing

1. Penyakit Cakar Kucing

Ada penyakit cakar kucing atau biasa disebut cat scratch disease. Penyakit akibat dari infeksi bakteri Bartonella henselae. Bakteri tersebut bisa berpindah dari tubuh kucing ke tubuh manusia lewat cakaran atau gigitan kucing, dan bulu kucing.

Misal, bulu kucing terkontaminasi bakteri, kemudian Anda mengelus bulunya dan tanpa sengaja mengucek mata. Kalau sudah begini, Anda bisa terkena penyakit cakar kucing.

Masalah kesehatan akibat penyakit ini sering menyerang orang yang sistem kekebalannya lemah, contoh penderita HIV, AIDS, pasien kanker, dan pasien yang sedang kemoterapi.

Bahaya Bulu Kucing (bhg.com)
Bahaya Bulu Kucing (bhg.com)

2. Kurap

Penyakit kurap adalah penyakit kulit yang biasa dinamakan ringworm. Penyakit ini sangat menular dan bisa ditularkan oleh kucing. Jika bulu kucing sering basah dan jarang dibersihkan, maka dia berpotensi terkena kurap.

Nah, kurap cirinya ada lingkaran berkerak di area kulit dan bulu yang rontok. Kucing yang terkena kurap segera bawa ke klinik hewan atau dokter hewan. Setelah itu, bersihkan kandang dan rumah agar tidak ada spora jamur yang tertinggal.

Baca juga: 10 Cara Mengobati Penyakit Kucing Scabies sampai Sembuh

3. Toksoplasmosis

Yang cukup berbahaya lagi adalah bahaya bulu kucing karena bisa menyebabkan terkena penyakit toksoplasmosis. Penyakit akibat dari parasit Toxoplasma gondii. Biasanya parasit adanya pada kotoran kucing yang terinfeksi.

Penyakit toksoplasmosis berbahaya pada ibu hamil dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Tahukah Anda bulu kucing yang sudah terinfeksi parasit toksoplasmosis bisa menyebabkan ibu hamil keguguran, bayi lahir prematur, dan penyakit bawaan pada bayi.

Selain itu, penyakit ini bisa mengganggu kesuburan wanita. Apabila ada wanita yang sulit hamil, Anda harus memeriksakan hal tersebut ke dokter. Siapa tahu penyebabnya memang karena kotoran kucing atau bulu kucing.

4. Alergi Bulu Kucing

Bulu kucing sering terkena air liur, kotoran, dan air kencing kucing. Jika Anda menyentuh bulunya, Anda yang menderita alergi bisa mengalami reaksi alergi.

Biasanya reaksi alergi berupa gatal-gatal, ruam, bentol di kulit, pilek, bersih, dan mata gatal. Bahkan orang yang punya penyakit asma bisa kambuhan karena sering berinteraksi dengan kucing.

5. Penyakit Asma

Seperti yang sudah kami sampaikan bahwa bulu kucing bisa memicu kambuhnya asma atau gangguan pernapasan. Bulu kucing bisa terbang ke mana-mana dan terhirup masuk ke tubuh melalui hidung.

Orang penderita asma tidak disarankan memelihara kucing. Sebab, bahaya bulu kucing bisa berdampak buruk pada kesehatan orang penderita penyakit asma.

Bahaya Bulu Kucing pada Keluarga (firstcry.com)
Bahaya Bulu Kucing pada Keluarga (firstcry.com)

6. Penyakit Chagas

Anda pernah mendengar penyakit chagas? Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa, kutu, dan serangga penghisap darah. Dia bersarang di bulu kucing.

Loading...

Apabila Anda sering mencium kucing, maka bisa jadi Anda terkena penyakit chagas. Dari studi di Argentina, diketahui bahwa orang yang memelihara kucing dan anjing berisiko tinggi terkena penyakit chagas.

Baca juga: 10 Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok Paling Mudah

7. Penyakit Wabah Pes

Selanjutnya bahaya bulu kucing terkena penyakit pes atau sampar dari kutu yang ada di bulu kucing. Orang yang sering tidur dengan kucing bisa saja terkena wabah pes.

Oleh karena itu, disarankan kucing harus mendapatkan vaksin dan sering dimandikan agar tidak ada kutu yang bersarang di bulunya. Bahaya sekali kalau sampai ada kutu pes di bulu kucing.

Soalnya, kucing tidak akan merasakan apapun dan kutu bisa melompat ke tubuh manusia. Bayangkan bila Anda sering tidur dengan kucing yang terkena kutu, pasti Anda sudah terkena kutu tersebut.

Cara Mencegah Bulu Kucing Pembawa Penyakit

1. Makanan Kucing yang Sehat

Berikan makanan-makanan sehat pada kucing. Misalnya, makanan yang kaya akan protein dan vitamin. Tambahkan pula minuman suplemen yang bisa menjaga daya tubuhnya tetap fit.

Jangan biarkan kucing meminum air dari kubangan, wadah kotor, dan air yang tercemar. Nanti dari air tersebut kucing bisa terkena penyakit kemudian menular ke manusia.

2. Mandikan Kucing

Seperti yang sudah sempat kami singgung, sering-seringlah memandikan kucing agar dia tetap sehat. Kalau Anda tidak sempat memandikan kucing, maka bawa saja ke pet shop untuk grooming.

Baca juga: 5 Merek Vitamin Bulu Kucing dan Cara Pemakaian

3. Berikan Litter Box

Litter box adalah tempat untuk kucing buang air besar dan kecil. Biasanya litter box diisi dengan pasir wangi atau pasir yang membuat kotoran tidak bau dan pasirnya langsung menggumpal.

Pastikan kucing segera menuju ke kotak kotorannya, bila dia sudah selesai makan. Kalau dibiasakan seperti itu, nanti kucing tidak akan buang kotoran sembarangan.

Bahaya Bulu Kucing bagi Kesehatan (romper.com)
Bahaya Bulu Kucing bagi Kesehatan (romper.com)

4. Kucing Divaksin

Agar lebih sehat kucing harus divaksin. Biasanya ada jangka waktu tertentu kucing kapan harus divaksin. Ada jangka waktu 10 minggu, 14 minggu, 20 minggu, 6 bulan, hingga setahun sekali.

Jenis vaksin kucing juga bervariasi, seperti vaksin rabies, vaksin tetracat, vaksin tricat, vaksin FVRCP atau HCP, vaksin feline leukemia, dan vaksin associated fibrosarcomas.

Harga vaksin kucing bervariasi mulai Rp 100.000 sampai Rp 500.000.

Baca juga: 22 Cara Merawat Bulu Kucing Agar Tidak Rontok

5. Sering Membersihkan Diri

Begitu menyentuh bulu kucing atau menggendongnya, sebaiknya Anda mencuci tangan dengan air dan sabun. Apalagi anak-anak mungkin suka sekali bermain bersama kucing, tapi lupa bersih-bersih.

Jadi, ingatkan anak-anak untuk menjaga kebersihan selepas bermain bersama kucing. Minimal minta dia untukm mencuci tangan setelah memegang kucing.

6. Kandang Kucing Dibersihkan

Anda juga harus rajin membersihkan kandang kucing. Tujuannya agar sisa-sisa kotoran tidak menempel pada kandang tersebut.

Jika kandang bersih, maka kucing merasa nyaman. Selain itu, tidak ada bibit penyakit yang bakar bersarang di sana.

7. Jangan Tidur dengan Kucing

Berikan kucing tempat tidur sendiri dan jangan sampai dia tidur dengan Anda. Kecuali Anda sudah memberikan perawatan pada bulu kucing, ditambah vaksin.

Kalau perawatan kucing sudah maksimal, berarti kucing dalam keadaan bersih dan sehat. Kucing seperti ini masih diperbolehkan tidur dekat dengan Anda.

Baca juga: 10 Makanan Kucing Terbaik Untuk Mengatasi Bulu Rontok

Kesimpulan

Demikian beberapa bahaya bulu kucing bagi kesehatan keluarga. Ingat kalau sudah menyangkut kesehatan keluarga, sebaiknya Anda harus waspada dan berhati-hati.

Sebab, maksud hati ingin membuat anak-anak bahagia dengan memberikan hewan peliharaan, tapi kalau berakhir jadi sumber penyakit, pasti Anda akan menyesal.

Kami bukan menakut-nakuti, tapi memang begitu kenyataannya. Penyakit yang diakibatkan bulu kucing sudah dibahas di beberapa blog kedokteran, seperti Alodokter.com dan Halodoc.com.

Jika artikel Burungnya.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram @burungnyadotcom. Terima kasih.

Loading...

Berikan komentar

error: Dilarang Copy Paste!!