Press "Enter" to skip to content

Setelah Mabung Performanya Meningkat, Murai Batu Hammer Dibeli Rp 245 Juta

0

Burungnya.com – Setelah mabung, kebanyakan burung performanya akan menurun. Namun, burung Murai Batu Hammer tidak demikian. Burung Murai Batu Hammer malah mengalami peningkatan performa. Hal ini menjadikan H. Ali Tepos langsung membeli Murai Batu Hammer dari Om Rifai Menara (Kudus) dengan harga Rp 245 juta.

Meski sudah dibeli dengan harga yang fantastis, saat ini perawatan burung Murai Batu Hammer sementara waktu masih dipercayakan kepada Om Rifai Menara. Kemungkinan, H. Ali Tepos masih sibuk sehingga Murai Batu Hammer sementara dirawat oleh Om Rifai Menara.

Baca juga: Penangkaran Murai Batu Ekor Terpanjang di Dunia Ternyata Ada di Indonesia

Burung Murai Batu Hammer dipantau sejak lama

Burung Murai Batu Hammer sudah lama menjadi incaran H. Ali Tepos. Burung dengan ekor panjang ini terus dipantau sampai selesai mabung. Ternyata, sungguh di luar dugaan, burung Murai Batu Hammer masih tetap prima setelah selesai mabung.

Akhirnya, H. Ali Tepos dengan mantap meminang Murai Batu Hammer dengan harga yang cukup mahal, yaitu Rp 245 juta. Banderol harga yang dianggap tinggi ini membuat Om Rifai Menara luluh dan terpaksa melepas Murai Batu Hammer ke pelukan H. Ali Tepos.

“Sudah lama saya memantau Murai Batu Hammer. Setelah mabung, ternyata penampilannya makin ciamik. Dari sinilah saya nekat meminang Murai batu Hammer dengan harga cukup mahal,” ujar Om Ali Tepos yang memiliki usaha konveksi, seperti yang dikutip dari Omkicau.com (9/8/2017).

Baca juga:  Cara Mudah Membuat Tempat Pakan dan Minum Burung Otomatis dari Botol Bekas

Baca juga: Murai Batu Black Dragon Terjual Seharga Rp 200 Juta, Pemilik Barunya Langsung Juara

Pantangan burung yang sedang mabung

Oh iya, sedikit info buat kicau mania di seluruh nusantara. Apabila burung sedang mabung, Anda tidak disarankan melakukan hal-hal yang membahayakan kehidupan burung tersebut. Maka dari itu, Anda harus mengetahui beberapa hal yang tidak boleh dilakukan ketika burung mabung.

  1. Burung tidak boleh dimandikan ketika sedang mabung. Burung baru boleh dimandikan saat sudah selesai mabung atau saat tumbuh tunas-tunas bulu yang baru.
  2. Burung tidak boleh dijemur ketika sedang mabung. Hal ini karena burung tidak membutuhkan panas matahari ketika sedang meluruhkan bulu-bulunya.
  3. Burung tidak boleh dibiarkan sering bunyi ketika sedang mabung. Kalau burung tetap sering berkicau, biasanya masa mabungnya tidak tuntas. Akibatnya, bulu burung tidak bisa ambrol total.
  4. Burung tidak boleh diberi pakan dengan kadar protein terlalu tinggi karena kadar protein 16-20 persen saja sudah cukup. Jika kadar proteinnya lebih dari 30 persen, burung mudah birahi, tetap rajin berkicau, dan akhirnya menghambat proses mabung.
  5. Burung tidak boleh selalu dikerodong secara full. Saat mabung, burung memang harus dikerodong full, tapi tidak boleh terus-terusan karena kebersihan sangkar jadi sulit terpantau. Pasalnya, kotoran burung yang mengandung gas ammonia bisa saja menumpuk dan membahayakan burung.

Prestasi burung Murai Batu Hammer

Sampai sekarang, performa Murai Batu Hammer tidak menurun. Burung fenomenal ini memiliki ciri khas gaya bertarung yang unik, yakni ngeplay pada satu tangkringan atas (happy). Di samping itu, suara Murai Batu Hammer selalu nembak ngeroll dengan durasi panjang.

Baca juga:  4 Jenis Burung Kicau Termahal Dijual dengan Harga Rp 100 Jutaan

Hal tersebut yang menjadikan burung Murai Batu Hammer memiliki banyak prestasi, seperti juara 2 dalam kontes nasional Piala Brother SF di Cibubur, tahun lalu. Sementara, untuk even-even di Blok Tengah, berikut ini beberapa prestasi Murai Batu Hammer:

  • Piala Kretek, Kudus (1, 1).
  • Glugu Cup, Jepara (1, 1, 1).
  • Even di Purwodadi (1, 1).
  • Dandim Cup, Jepara (1).
  • Even di Wonosobo (1, 3, 3).
  • Even Radjawali Indonesia, Kudus (2, 2).
  • Dandim Cup, Semarang (2, 4).
  • MP 2 Cup, Semarang (1, 2, 2).

Perawatan Murai Batu Hammer

Nah, itu tadi beberapa prestasi yang berhasil diraih Murai Batu Hammer. Untuk membuatnya seperti itu, Murai Batu Hammer mendapatkan perawatan yang terbilang biasa-biasa saja, tapi perawatan khususnya mungkin masih dirahasiakan.

Perawatan Murai Batu Hammer dibagi menjadi dua kategori, yaitu perawatan untuk harian dan lomba. Kalau perawatan harian, biasanya untuk hari Senin sampai Kamis, sedangkan perawatan lomba untuk hari Jumat sampai Minggu.

Baca juga: 10 Pakan Tambahan Extra Fooding Terbaik Untuk Murai Batu Agar Cepat Gacor

Perawatan Murai Batu Hammer (Senin-Kamis)

  • Burung Murai Batu Hammer diberi voer merek tertentu.
  • Burung Murai Batu Hammer harus mendapat minuman yang bersih, sehingga setiap hari air minum harus diganti baru.
  • Burung Murai Batu Hammer hanya dimandikan pada hari Senin dan Kamis dengan cara disemprot.
  • Burung Murai Batu Hammer dijemur setiap pukul 07.00 hingga 09.00.
  • Burung Murai Batu Hammer diistirahatkan pada siang hari dalam kondisi sangkar tanpa kerodong.
  • Burung Murai Batu Hammer disimpan di malam hari dalam keadaan full kerodong.
Baca juga:  Penangkaran Murai Batu Ekor Terpanjang di Dunia Ternyata Ada di Indonesia

Perawatan Murai Batu Hammer lomba (Jumat-Minggu)

  • Mulai H-2, Murai Batu Hammer sudah dikerodong full.
  • Burung Murai Batu Hammer diberi Extra Fooding (EF) jangkrik sebanyak 10 ekor pada pagi hari, dan 10 ekor lagi pada sore hari.
  • Burung Murai Batu Hammer diberi kroto sebanyak 1 sendok makan.
  • Burung Murai Batu diberi ulat Hong Kong sebanyak 10 ekor pada pagi hari dan 10 ekor pada sore hari.

Baca juga: Berkat Sang Istri, Suami Gajian Rp 70 Juta Per Bulan dari Burung Murai Batu, Begini Kisahnya

Demikian beberapa perawatan dan performa Murai Batu Hammer yang berhasil dibeli H. Ali Tepos dengan harga Rp 245 juta. Lalu, bagaimana dengan Om Rifai Menara? Apakah dia tidak punya gacoan lagi?

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kicaukudus.com (23/5/2017), Om Rifai sudah memboyong Murai Batu Lembayung milik Om Pandu, kicau mania daerah Kudus. Namun, sekarang nama Murai Batu Lembayung sudah diganti menjadi Murai Batu Pandu. Ini karena Murai Batu tersebut sudah di-take over oleh Om Rifai Menara.

Jika informasi ini bermanfaat, jangan lupa like dan share. Terima kasih.

Comment here